Kesehatan

Yakin, Mencuci Tangan Sudah Membunuh Kuman? – 1Health


Salah satu cara menjaga kesehatan adalah dengan rutin mencuci tangan. Terutama saat Anda selesai buang air kecil atau besar, sesudah dan sebelum makan, mengganti popok anak atau setelah menyentuh sampah. Tangan merupakan media bagi kuman untuk masuk ke dalam tubuh kita. Itulah sebabnya, mencuci tangan menjadi sangat penting.

Namun, mencuci tangan dengan cara yang tidak benar, ternyata tidak membunuh kuman yang ada di tangan sepenuhnya. Jangan lupa, bahwa tangan memiliki beberapa bagian yang tak boleh luput dibersihkan. Seperti bagian kuku, sela-sela jari, pergelangan tangan, punggung tangan dan telapak tangan. Bakteri dan kuman yang masih menempel di tangan bisa meningkatkan risiko penyakit diare, cacingan dan penyakit mata. Agar kuman dan bakteri benar-benar mati dan Anda terhindar dari risiko penyakit, perhatikan beberapa hal berikut.

Loading...
Baca Juga:  Agar Hidup Tetap Sehat, Ini Cara Kontrol Gula Darah - WinNetNews

Melupakan cuci tangan
Mencuci tangan merupakan kegiatan yang sangat mudah dilakukan. Namun, tetap saja, banyak orang yang mengabaikan hal ini. Jika Anda keluar dari bog tanpa mencuci tangan, maka segera ubah kebiasaan ini. “Setiap kuman yang ada di bog berpotensi menyebar dan menyentuh pori-pori kulit pada setiap bagian tubuh,” ujar Aileen Marty, MD, profesor dari Infectious Diseases Florida Global College, Miami. Cuci tangan Anda dengan langkah-langkah yang benar dan pastikan seluruh bagian tangan dicuci dengan benar. Dengan melakukan cuci tangan secara rutin, Anda pun semakin terhindar dari kuman penyakit dan hidup menjadi lebih sehat

Cuci tangan tanpa sabun
Mencuci tangan dengan air saja tidak cukup. Sabun memiliki kandungan kimia yang dibuat khusus untuk mengangkat kotoran yang lengket dari kulit Anda. “Satu hal yang perlu diingat, sabun cair cenderung lebih efektif daripada sabun batangan karena menimalkan risiko terkontaminasi dengan kuman dan bakteri yang biasanya masih menempel pada sabun batangan,” ujar Marty. Dalam keadaan darurat dan tidak tersedia air atau sabun, Anda tetap bisa membersihkan tangan dengan menggunakan sabun yang mengandung alkohol 60%. Sama seperti saat Anda mencuci tangan dengan menggunakan air, Anda juga perlu menggosokkan seluruh bagian tangan saat membersihkan tangan dengan alkohol atau hand sanitizer.

Menggosok tangan dengan waktu singkat
Umumnya orang hanya mengusap tangan dengan sabun, kemudian langsung membilasnya dengan air. Kebiasaan ini harus segera diubah. Agar kuman benar-benar mati, Anda perlu menggosok tangan selama kurang lebih 20 hingga 30 detik. Gosok kedua telapak tangan sampai ke ujung jari. Lalu gosokkan telapak tangan kanan ke punggung tangan kiri dan sebaliknya. Tak lupa gosokkan jari-jari tangan berselang-selaing antara tangan kanan dan kiri. Bersihkan juga sela-sela kuku sampai bersih.

Baca Juga:  Waspada, Tubuh Gemuk Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Stroke - iNews

Membiarkan tangan basah
Setelah mencuci tangan, keringkan segera tangan hingga benar-benar kering menggunakan handuk bersih atau pengering tangan. Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), kita perlu waktu 30 hingga 45 detik untuk mengeringkan tangan. Hal ini penting, sebab ketika tangan masih basah, kuman dan bakteri bisa ikut menyebar dan merugikan orang lain. 

Baca Juga:  Kepala Daerah Se-Indonesia Bakal Bahas HIV/AIDS di Kota Bandung - ayobandung.com

Abai melindungi tangan
Seringkali, setelah mencuci tangan, kita langsung keluar dari bog tanpa melindungi tangan dari gagang pintu atau kran air. Gunakan tisu untuk melindungi tangan saat mematikan air dan membuka gagang pintu kamar mandi.

Article By Bebby Sekarsari

Sumber

Tags
Loading...

Related Articles

Back to top button
Close