Kesehatan

Wajib Tahu! Ini yang Terjadi pada Tubuh Saat Berhenti Merokok – Harianhaluan.com


HEALTH, HARIANHALUAN.COM — Berhenti merokok mungkin lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Tapi, jika Anda berhasil melakukannya, itu bisa menjadi keputusan terbaik.

- Advertisement -

Ada banyak alasan untuk berhenti merokok. Salah satu manfaat utamanya tentu berkaitan dengan kesehatan. Sebab, merokok menjadi faktor risiko terbesar untuk kanker paru-paru.

Jika Anda berhenti merokok, Anda dapat mengurangi risiko kanker paru-paru hingga setengahnya, menurut NHS.

Ada juga sejumlah manfaat lain, termasuk meningkatkan kebugaran tubuh secara keseluruhan, meperbaiki pernapasan dan tingkat kesuburan Anda. Penampilan kulit dan gigi Anda juga akan membaik.

- Advertisement -

Saat merokok, tubuh Anda akan terkena ribuan bahan kimia berbahaya. Berhenti merokok dapat memiliki dampak drastis pada kesehatan Anda, dan tubuh Anda akan merespons dengan beberapa cara berbeda.

Baca Juga:  4 Vaksin Wajib Bagi Perempuan Sebelum Menikah - CNN Indonesia

Tapi Anda mungkin harus melalui periode yang sulit sebelum tubuh Anda sepenuhnya kembali ke kondisi yang lebih sehat. Seperti dikutip dari Day-to-day Megastar, ada perubahan drastis setelah Anda mematikan rokok terkahir untuk selamanya.

Tubuh Anda akan mulai merespons secara instan, dengan detak jantung Anda kembali frequent setelah 20 menit. Setelah delapan jam, kadar nikotin dan karbon monoksida dalam darah akan berkurang lebih dari setengahnya. 

Baca Juga:  Minum Secangkir Teh Herbal, Ini 5 Manfaatnya - FAJAR

Kadar oksigen dalam darah akan mulai kembali frequent. Hebatnya, setelah hanya 48 jam, karbon monoksida akan hilang dari tubuh. Pada titik ini paru-paru akan mulai membersihkan lendir dan mengisap puing-puing dari tubuh.

Anda mungkin juga memperhatikan kemampuan Anda untuk merasakan dan mencium akan meningkat karena tidak akan ada lagi nikotin yang tersisa di dalam tubuh.

Hanya setelah 72 jam, pernapasan Anda akan menjadi lebih mudah, saluran bronkial akan rileks dan Anda akan merasa lebih energik.

Kemudian, antara tiga hingga sembilan bulan setelah berhenti, Anda akan menikmati peningkatan fungsi paru 10%. Ini berarti akan lebih jarang mengalami batuk dan asma.

Baca Juga:  3 'J' Wajib Diingat Penderita Diabetes Terkait Makanan, Jadwal, Jumlah, dan Jenis - Warta Kota

Nah, jika Anda berhasil mempertahankannya selama setahun, risiko penyakit jantung Anda akan menjadi setengah dari yang biasa terjadi saat merokok.

Risiko kanker paru-paru akan turun menjadi setengah dari perokok setelah 10 tahun. 15 tahun setelah rokok terakhir Anda, risiko serangan jantung akan turun ke level yang sama dengan non perokok.

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close