Beranda » Berita Terkini » Veronica Koman, dari LBH Jakarta, Ahok Hingga Aktivis Papua – CNN Indonesia

Veronica Koman, dari LBH Jakarta, Ahok Hingga Aktivis Papua – CNN Indonesia

by Aldy Putra
1 views
Veronica Koman, dari LBH Jakarta, Ahok Hingga Aktivis Papua – CNN Indonesia

Veronica Koman, dari LBH Jakarta, Ahok Hingga Aktivis PapuaVeronica Koman dikenal sebagai salah satu pengacara HAM yang juga kemudian aktif melakukan advokasi isu Papua. (CNNIndonesia/Farid)

               Jakarta, CNN Indonesia -- Pengacara kemanusiaan yang kerap mendampingi aktivis<span><strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/tag/papua" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span>Papua</span></a></strong></span>,&nbsp;<span><strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/tag/veronica-koman" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span>Veronica Koman</span></a></strong></span>ditetapkan sebagai tersangka provokasi insiden Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya oleh<span><strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/tag/polda-jatim" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span>Kepolisian Daerah Jawa Timur</span></a></strong></span>.

Ia dijerat polisi sebagai tersangka dengan pasal berlapis dari empat Undang-undang, dari mulai UU ITE hingga antirasialisme.

Veronica sebetulnya kali pertama dikenal sebagai salah satu pengacara publik di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Ia tercatat mulai aktif di sana menangani kasus-kasus kelompok marginal. Pada 2014 ia tercatat aktif menangani kasus-kasus kelompok marginal.

Direktur LBH Jakarta Arif Maulana menerangkan setidaknya selama hampir dua tahun ia bekerja sama dengan Veronica di lembaga tersebut.

“Kurang lebih hampir dua tahun, dia itu bergabung di LBH antara tahun 2014 atau 2015. Lebih dulu saya, dia junior saya,” kata Arif saat dihubungiCNNIndonesia.com, Rabu (4/9).

Saat itu menurut Arif, Veronica ditugaskan untuk menangani isu kelompok marginal atau kelompok minoritas.

“Kalau di LBH itu kan ada empat fokus penanganan. Seingat saya Vero ini bergabung ke LBH Jakarta sebagai pengacara muda ditempatkan di penanganan isu kelompok minoritas atau kelompok rentan. Termasuk minoritas agama, kelompok orientasi seksual, juga soal pandangan politik,” ungkap Arif berusaha mengingat.

“Saat itu menangani Papua juga, lalu isu perempuan,” sambungnya.

Berdasarkan penelusuran pada laman resmiLBH Jakarta, Veronica telah aktif mengikuti pelatihan hukum di lembaga ini sejak 2013. Ketika itu ia bersama UNHCR dan anggota kelompok masyarakat sipil lainnya mengikuti pelatihan hukum pengungsi internasional.

Tahun 2014 Vero tercatat mendampingi sejumlah kasus di antaranya advokasi pembatalan Qanun Jinayat di Aceh lantaran dianggap melanggar konstitusi. Masih pada tahun yang sama ia juga menyuarakan penolakan terhadap tes keperawanan bagi calon Polwan.

Baca Juga:  Veronica Koman Menanggapi Berbagai Tudingan - Suara Papua

“Logika Polri yang bilang kalau tidak perawan lantas tidak bermoral itu sangat tidak berdasar dan tidak nyambung. Saya tanya balik, apakah suatu institusi yang melakukan kekerasan terhadap perempuan secara sistematis itu bermoral?” kata Veronica pada Kamis 20 November 2014 dikutip dari bantuanhukum.or.identity.

Saat itu Veronica masih menjadi pengacara publik di LBH Jakarta sedangkan Kapolri kala itu adalah Jenderal Pol Sutarman.

Veronica Koman, Pengacara Kelompok Marjinal Sampai PapuaJenderal Polisi Sutarman saat terima jabatan Kapolri, Jakarta, 21 Januari 2015. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)

Memasuki pengujung 2014 ia terpantau ikut Gerakan #PapuaItuKita bersama sejumlah pengacara lain di LBH Jakarta. Saat itu tepat satu bulan tragedi berdarah di Paniai, Papua.

Kala itu, Veronica Koman selaku pengacara publik LBH Jakarta mengkritik sikap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang dianggap lamban untuk memerintahkan pengusutan kasus pembunuhan di Paniai 8 Desember 2014.

“Tidak ada sikap prihatin terhadap korban dan tegas dari Jokowi sebagai Presiden,” ujar Veronica ketika itu.

Pada medio 2015 ia masih mendampingi kasus kekerasan seksual yang menimpa 7 santriwati oleh seorang ustaz di sebuah pondok pesantren.

Awal 2016 ia tercatat menjadi kuasa hukum dari sepasang lansia yang menjadi korban perbudakan contemporary. Seorang kakek penjaga rumah bernama Abdul Munir dan istrinya, Mursikah saat itu dilaporkan Irawati Batangtaris–selaku pemilik rumah.

Mulai Terlibat dalam Advokasi Papua

Dalam rilis LBH Jakarta disebutkan laporan itu bentuk kriminalisasi lantaran Abdul Munir dan istrinya menolak meninggalkan rumah yang telah mereka jaga bertahun-tahun. Alasan penolakan karena pemilik rumah emoh membayar upah jaga kedua lansia tersebut.

Setelah itu, Veronica mendampingi penolakan orang Papua terhadapekspedisi NKRIyang digagas Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan, Puan Maharani. Vero mengecam program yang ia sebut berbau militerisme. Ia juga menuding pengiriman personel TNI dan Polri ke Papua barat itu semata untuk mengeruk sumber daya alam di Papua.

Baca Juga:  Cukai Naik, Djarum Akan Naikkan Harga Rokok - Kompas.com - KOMPAS.com

Berdasarkan penelusuranCNNIndonesia.com, perkara itu merupakan kasus kedua terkait isu Papua–setelah pendampingan kasus Paniai. Ia juga tercatat mendampingi kekerasan yang diduga dilakukan aparat terhadap Mahasiswa Papua di Yogyakarta.

“Lalu setelah itu [dari LBH Jakarta] memutuskan untuk lebih intens mengadvokasi kasus Papua,” kata Arif Maulana.

Dan, sejak saat itu pula Veronica mulai fokus menangani kasus-kasus Papua. Sehingga setelah keluar dari LBH Jakarta pun ia dikenal menjadi pendamping hukum sejumlah kasus yang menimpa mahasiswa Papua.

Pada pertengahan pendampingan kasus di Papua, ia sempat menghadapi masalah hukum pada 2017. Ketika itu Veronica dilaporkan karena orasinya membela Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Rutan Kelas I Cipinang, Jakarta. Saat itu Veronica menyebut period Presiden Jokowi lebih parah dibanding presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pendapat itu disampaikan sebagai bentuk protes terhadap vonis Ahok dalam kasus penodaan agama.

Veronica Koman, Pengacara Kelompok Marjinal Sampai PapuaBasuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat mengikuti sidang penistaan agama di PN Jakarta Utara yang dilaksanakan di kawasan Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, 3 Januari 2017.(AFP PHOTO / POOL / Dharma WIJAYANTO)

Kendati bukan orang asli Papua, Veronica dikenal dekat dengan sumber-sumber informasi . Melalui akun twitternya @veronicakoman, ia kerap menyampaikan perkembangan informasi yang terjadi di wilayah paling timur Indonesia tersebut.

Salah satunya, dalam unggahan cuitannya, ia menyematkan utasan mengenai sejarah akar konflik di Papua yang hingga diaksesCNNIndonesia.compun terpantau masih dikunci pada letak paling atas. Unggahan tersebut tercatat telah di-retweet1.100 pengguna dan disukai 2.300 pengguna.

Akun Twitter Vero tersebut juga termasuk salah satu yang paling awal, ketika ada kabar baru mengenai Papua. Seperti rentetan kerusuhan yang belakangan terjadi.

Baca Juga:  Veronica Koman Ngaku Diancam Dibunuh, Polri Tantang Tunjukkan Bukti - detikNews

Berdasarkan analisis dari Drone Emprit–sebuah sistem untuk show screen dan analisis media sosial serta platformon-line–menunjukkan akun Veronica Koman sebagai salah satuhighaffectr. Hasil ini menurut Pendiri Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi berdasar analisis dari peta percakapan tentang “West Papua” yang menurutnya sebagian besar berisi percakapan berbahasa Inggris.

“Grafik tren dari 27 Agustus sampai 3 September 2019 memperlihatkan bahwa isu ini tidak tampak turun. Bahkan ada tren naik dari 2 ke 3 September,” tulis Ismail melalui akun Twitter @ismailfahmi, Rabu (4/9).

High influencer lain yang tergolong dalam satu cluster besar “Expert Free West Papua”, menurutnya antara lain @FreeWestPapua, @PurePapua, @BennyWenda, @suigenerisjen dan  yang terbaru @BenDoBrown.

“Tampak akun-akun influensial yang saling berdekatan karena diamplifikasi olehconsumer-consumeryang sepakat dengan narasi mereka. Akun @VeronicaKoman dan @FreeWestPapua menjadi motor dari cluster ini,” tulis Ismail melalui akun Twitternya.

[Gambas:Twitter]
Sementara itu, menyikapi penetapan station tersangka pada Veronica Koman, Direktur Eksekutif United Liberation Motion for West Papua (ULMWP), Markus Haluk pun ikut bersuara.

Menurutnya perempuan yang menurut sejumlah pemberitaan berasal dari Medan tersebut paling konsisten membela orang-orang Papua.

“Saya hanya mau sampaikan, dia itu kuasa hukum. Dia melaksanakan tugas untuk membela saya, membela orang Papua yang dikepung dengan upaya kriminalisasi,” kata Markus saat dihubungiCNNIndonesia.com.

“Seharusnya tidak bisa pengacara yang membela orang Papua lalu dikriminalisasi, ini tidak beradab. Memang orang Papua tidak punya hak untuk bela diri kah? Tidak punya hak buat punya kuasa hukum kah?” sambung dia lagi.

[Gambas:Video CNN](ika/kid)

              </div>


          </div><br><a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190904183112-20-427577/veronica-koman-dari-lbh-jakarta-ahok-hingga-aktivis-papua" class="crf_nowrap button purchase" rel="nofollow noopener noreferrer" target="_blank">Sumber</a>

Artikel Terkait

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More