Bisnis

Usai Hat-trick Menguat, Dolar Australia Akhirnya Nyerah Juga – CNBC Indonesia


Jakarta, CNBC Indonesia – Dolar Australia melemah melawan rupiah pada perdagangan Jumat (6/9/19) setelahhat-trickalias menguat dalam 3 hari berturut-turut.

- Advertisement -

Pada pukul 14: 38 WIB, dolar Australia diperdagangkan di stage Rp 9.621,25 atau melemah 0,16% di pasar set, melansir information Refinitiv. Dalam 3 hari sebelumnya, dolar Aussie ini menguat 0,87%, 0,8% dan 0,21%.
Selama sepekan ini, mata uang Negeri Kanguru ini mendapat banyak sentimen positif yang membuatnya naik ke stage terkuat 2 pekan melawan rupiah. Pengumuman kebijakan moneter financial institution sentral Australia (Reserve Monetary institution of Australia/RBA) pada hari Selasa (3/9/19) menjadi awal penguatan dolar Australia.
RBA mempertahankan suku bunga 1%, dan memilih menunggu efek dari pemangkasan suku bunga sebelumnya terhadap perekonomian Australia di kuartal IV-2019.

Ini berarti, RBA di tahun ini tidak akan memangkas suku bunga lagi, yang membuat dolar Australia menguat. Meski demikian, Gubernur RBA Philip Lowe tetap membuka peluang suku bunga dipangkas lagi seandainya ekonomi kembali memburuk.

Baca Juga:  Hat-trick Lawan Bulgaria, Kane Digadang-Gadang Lewati Rekor Rooney - Bolasport.com

Selanjutnya, Biro Statistik Australia melaporkan information pertumbuhan ekonomi Australia di kuartal II-2019 sebesar 0,5% sama dengan pertumbuhan kuartal sebelumnya.

- Advertisement -

Ini artinya tidak ada atau belum ada pelambatan ekonomi seperti yang ditakutkan sebelumnya. Dolar Australia pun berhasil mencetak penguatan tiga hari beruntun hingga Kamis kemarin.

Namun, hari ini sepertinya rupiah lebih perkasa. Files cadangan devisa RI yang meningkat memberi momentum penguatan bagi Mata Uang Garuda.
Monetary institution Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa nasional naik pada Agustus dibandingkan bulan sebelumnya. Cadangan devisa Indonesia tercatat US$ 126,4 miliar. Naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar US$ 125,9 miliar.
Cadangan devisa Agustus merupakan yang tertinggi sejak Februari 2018. Files ini bisa menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan Indonesia, karena ada keyakinan BI punya amunisi yang semakin memadai untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Meski dolar Australia melemah pada hari ini, tetapi secara mingguan Mata Uang Kanguru masih lebih unggul dibandingkan Mata Uang Garuda.

Baca Juga:  Emas Diprediksi Naik 30 Persen Tahun Depan, Beli Dari Sekarang - Suara.com

TIM RISET CNBC INDONESIA 

(pap/tas)

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close