Berita Terkini

Turki dan Rusia Akan Segera Mulai Patroli Bersama di Suriah – CNN Indonesia

Turki dan Rusia Akan Segera Mulai Patroli Bersama di SuriahIlustrasi gempuran serangan Turki Ke Suriah. (Zein Al RIFAI / AFP)

               Jakarta, CNN Indonesia --<span><a href="https://www.cnnindonesia.com/tag/turki" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span><strong>Turki</strong></span></a></span>menyatakan akan segera memulai patroli bersama<span><a href="https://www.cnnindonesia.com/tag/rusia" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span><strong>Rusia</strong></span></a></span>di wilayah perbatasan<span><strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/tag/suriah" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span>Suriah</span></a></strong></span>. Patroli tersebut untuk memastikan keamanan warga di perbatasan.

Pasukan kedua negara akan memulai patroli menyusul tenggat waktu penarikan mundur pasukan Kurdi di perbatasan Turki-Suriah berakhir pada Selasa (29/10) kemarin.

Namun tidak dijelaskan detail kapan waktu patroli dimulai. “Segera,” kata Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar lewat siaran stasiun televisiNTVseperti dikutipAFP, Rabu (30/10).

Baca Juga:  Pasukan AS Ditarik dari Suriah, Trump Minta Turki dan Kurdi Pikirkan Sendiri Situasinya - Kompas.com - Internasional Kompas.com

Rusia memastikan bahwa pasukan YPG Kurdi telah mundur sejauh 30 kilometer dari perbatasan sesuai kesepakatan antara Ankara dan Moskow.

Kesepakatan Rusia dan Turki itu dicapai setelah pembicaraan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin di resor Laut Hitam, Sochi pada Selasa (22/10) lalu.

Dalam perjanjian itu, Turki dan Rusia sepakat untuk bekerja sama menjaga agar pasukan Kurdi tidak masuk ke dalam zona sepanjang 120 kilometer di perbatasan Suriah.

Baca Juga:  Golkar ke Fadli Zon: Jangan Underestimate Ahok! - Detiknews

[Gambas:Video CNN]

Erdogan mengaku akan kembali bertemu Rusia untuk membahas situasi di Suriah pada Rabu ini. “Tujuan kami di sana (di Suriah) hanya satu yakni membersihkan
kelompok-kelompok teror,” kata dia.

Turki meluncurkan serangan besar-besaran ke wilayah yang dikuasai Kurdi di timur laut Suriah pada Rabu (9/10). Serangan ini pun memicu kecaman internasional.

Turki dan Rusia Akan Segera Mulai Patroli Bersama di SuriahFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian

Turki menganggap kelompok Kurdi adalah separatis dan teroris, karena ingin membuat negara sendiri di wilayah timur dan selatan dekat perbatasan Suriah dan Irak. Maka dari itu mereka memutuskan menyerang kelompok Kurdi.

Baca Juga:  Padahal Turki Anggota G20, Kok Bisa Resesi Ya? - CNBC Indonesia

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebenarnya memberikan lampu hijau serangan Turki. Namun setelah dikritik Kongres, Trump berbalik mengecam Turki.

Ia pun mengirimkan wakilnya untuk menginisiasi gencatan senjata antara Turki dan Kurdi. Selama gencatan senjata itu, pasukan Kurdi harus mundur dari perbatasan Suriah dengan Turki

Turki menyatakan tak akan memulai kembali gempuran ke pasukan Kurdi di Suriah setelah perjanjian gencatan senjata berakhir pada Rabu (23/10).(dea)

              </div>


          </div><br><a href="https://www.cnnindonesia.com/internasional/20191030071447-134-444002/turki-dan-rusia-akan-segera-mulai-patroli-bersama-di-suriah" class="crf_nowrap button purchase" rel="nofollow noopener noreferrer" target="_blank">Sumber</a>

Tags
Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker