Bisnis

Transaksi GoFood Capai 50 Juta Per Bulan di Asia Tenggara – Kompas.com – KOMPAS.com

Chief Food Officer Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo (kedua kanan) dan Executive Director of Consumer Insight Nielsen Singapura, Garick Kea (tengah) memberikan penjelasan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (19/9/2019).KOMPAS.COM/MURTI ALI LINGGAChief Food Officer Gojek Crew, Catherine Hindra Sutjahyo (kedua kanan) dan Govt Director of Consumer Insight Nielsen Singapura, Garick Kea (tengah) memberikan penjelasan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (19/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com –Manajemen platform layanan pesan antar, GoFoodmengklaim menjadi layanan terbaik di Indonesia dan Asia Tenggara. Saat ini GoFood unggul dari pemain lainnya yang menawarkan layanan sejenis.

- Advertisement -

Chief Food Officer Gojek Crew, Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan, tren transaksidi GoFood mengalami kenaikan signifikan dalam enam bulan terakhir yang mencapai 50 juta per bulan.

“Dalam enam bukan terakhir, tercatat jumlah transaksi GoFood meningkat dua kali lipat mencapai lebih dari 50 juta transaksi di seluruh Asia Tenggara setiap bulannya,” kata Catherine dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Baca Juga:  Deteksi Oli Mesin yang Terkena Fuel Dilution, Bisa Pakai Hidung - GridOto.com

Catherine menilai, kehadiran Drag-Food dengan sejumlah layanan membuat konsumen tidak perlu repor ketika ingin makanan atau minuman karena cukup memesan lewat aplikasi. 

- Advertisement -

Baca juga:Gojek Bakal Ekspansi Bisnis GoFood dan GoPay

Ia menambahkan, selama empat tahun beroperasi kini GoFood sudah menguasai sekitar 75 persen pangsa pasar dibandingkan pemain lainnya.

Kini GoFood memiliki lebih dari 400.000 merchant, di mana 96 persen mitranya ialah pelaku kuliner sektor bisnis kecil dan rumahan atau UMKM.

Baca Juga:  Sepi Sentimen, Harga Emas Antam Mager Aja di Rp 708.000/gram - CNBC Indonesia

Berdasarkan hasil riset Nielsen, membuktikan masih ada 42 persen konsumen urban di kota besar yang belum menggunakan layanan pesan-antar makanan dalam tiga bulan terakhir.

Sementara itu, Govt Director of Consumer Insight Nielsen Singapura, Garick Kea mengungkapkan, hasil penelitian perilaku pengguna layanan pesan-antar makanan di Indonesia tipikal pembeli siap santap.

 Baca juga:Drag-Food Competition Cetak Rekor MURI Sebagai Jaringan Pujasera UMKM Terbanyak

Ada sejumlah faktor membuat masyarakat di Indonesia suka memesan makanan atau minuman lewat aplikasi Drag-Food, salah satunya kerena tidak ingin kehilangan waktu. Selain itu juga karena menu pilihan makanan/minum maupun restoran lebih banyak.

Baca Juga:  BCA Bidik Transaksi Rp 1 Triliun Selama Gelar BCA Expo - Kompas.com - KOMPAS.com

“Industri pesan-antar makanan mempunyai potensi pertumbuhan yang besar. Persepsi positif konsumen terhadap Gojek juga membuat posisi mereka berada di tempat uang menguntungkan,” kata Garick.

Garick menambahkan, riset tentang tren atau lanskap konsumen Indonesia ini dilakukan di tujuh kota besar yang dinilai dapat mewakili kebiasaan masyarakat. Riset dilakukan berbasis online yang membutuhkan 25 menit saja.

“Tiga alasan teratas salam menyukai Drag-meals, pertama layanan pesan antar makan yang dapat diandalkan/dipercaya; enawarkan berbagai pilihan menu; dan Pelopor layanan pesan antar makanan di Indonesia,” sebutnya.

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close