Olahraga

Timnas Basket Putri Tunggu Status WNI Kim Pierre-Louis – detikSport


JakartaTim nasional basket putri Indonesiatengah berupaya naturalisasi pemain Kanada,Kim Pierre-Louis. Dia dipersiapkan untukSEA Video games 2019 Filipina.

- Advertisement -

Selain timnas basket putra, Indonesia juga telah menyiapkan tim puti menuju SEA Video games, yang berlangsung 30 November sampai 11 Desember di Filipina. Khusus, Tim putri dipatok scheme minimal merebut medali.

Guna mencapainya, Timnas putri memperkuat skuatnya dengan merekrut pemain asing sekaligus menaturalisasinya.

Dia adalah Kim, yang bermain untuk Rutronik Stars Keltern di EuroCup ladies folks. Pemain dengan tinggi 183cm ini tercatat sudah mengumpulkan poin dengan rata-rata 10.2 untuk poin skor, 7.3 rebounds, dan 1.2 abet.

- Advertisement -

Saat ini, proses naturalisasinya terus dikebut agar pemain berusia 26 tahun itu bisa ikut didaftarkan. Apalagi, batas entry by name kontingen Indonesia kepada Komite Olahraga Indonesia (KOI) paling lambat 23 September.

Baca Juga:  Valentino Rossi: Fabio Quartararo Bocah Menyebalkan - Liputan6.com

“Saya lihat prosesnya ini sudah 50 persen, tapi ini sudah termasuk cepat. Dulu saya waktu bantu naturalisasi Jamarr Andre Johnson, butuh waktu sekitar 6 bulan untuk sampai di titik Kim saat ini. Sementara Kim baru dua bulan di sini,” kata manajer timnas Chritoper Tanuwidjaja, dalam jumpa persnya, pada Jumat (20/9/2019).

“Tetapi saya juga belum bisa berbicara banyak soal lolosnya atau tidak. Apalagi ini sudah beberapa kali time limit berubah. Lebih baik fokus pembinaan tim, daripada naturalisasinya lolos atau enggak. Toh, naturalisasi ini untuk jangka panjang,” dia menambahkan.

Tuan rumah, melalui Panitia Penyelenggara SEA Video games Filipina (PHISGOC), khususnya cabor basket mengeluarkan aturan baru kepada masing-masing tim peserta. Salah satunya, penggunaan pemain naturalisasi yang tak terbatas pada laga.

Baca Juga:  Hasil FP1 F1 Brasil: Meski Alami Crash, Alexander Albon Tetap Jadi yang Tercepat - GridOto.com

“Maka itu, ekspektasi kami pastinya tetap ingin menang. Ya, kami mau bersaing jangan jadi ketinggalan karena beberapa negara ternyata sudah banyak yang menaturalisasi pemain basketnya demi SEA Video games ini, seperti Thailand dan tuan rumah,” Christoper menjelaskan.

Dibandingkan dengan Filipina dan Thailand, Indonesia khusus Timnas basket putri hanya akan menaturalisasi satu pemain saja. Menurut pria yang karib disapa Itop itu, hal tersebut tak menjadi masalah karena fungsi naturalisasi untuk jangka panjang.

“Aturan ini hanya untuk SEA Video games di Filipina, sementara jika kami main di SEABA, Fiba Asia, atau tournament apapun tetap hanya satu pemain naturalisasi yang bisa diturunkan. Jadi kalau terlalu banyak pemain naturalisasi pun hanya untuk SEA Video games, bagi saya tidak sepadan,” dia menjelaskan.

Baca Juga:  Ini 7 Pemain Baru Timnas Indonesia untuk Lawan UEA - Kompas.com - KOMPAS.com

Kemenpora juga sudah membuat kebijakan yang jelas soal aturan atlet yang boleh diturunkan ke multiajang olahraga itu dengan komposisi 60: 40 persen untuk junior-senior.

“Jadi buat apa jor-joran hanya untuk jangka pendek, sedangkan dari Kemenpora sudah jelas arahannya pembinaan usia muda, begitu pula atlet kami 55 persen adalah usianya muda,” Christopher menegaskan.

Simak Video “Menpora Boyong Pemenang Piala Presiden eSports ke Pelatnas SEA Video games
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/ran)

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close