Beranda » Berita Terkini » Tiga Rekomendasi Sarapan untuk Anak dari Pakar Gizi – Liputan6.com

Tiga Rekomendasi Sarapan untuk Anak dari Pakar Gizi – Liputan6.com

by Masasih.id
0 views
Tiga Rekomendasi Sarapan untuk Anak dari Pakar Gizi – Liputan6.com


Liputan6.com, Jakarta –Memastikan anak-anak memulai hari dengan sarapan yang sehat, jadi hal yang tak mudah. Durasi yang pendek untuk menyiapkan makanan, ditambah si Kecil belum semangat untuk makan, dan orangtua juga sibuk berkejaran dengan waktu.

Akhirnya, makanan instan tinggi lemak dan gula jadi pilihan utama. Kebiasaan sarapan tak sehat ini berkaitan erat dengan risiko penyakit diabetes, jantung, dan penyakit lainnya di kemudian hari saat mereka dewasa.

Baca Juga:  5 FAKTA Kecelakaan Bus Kramat Djati di Tol Sumo, Berikut Kronologi dan Update Daftar Korban - Surya

Lalu apa menu sarapan praktis dan sehat untuk anak? Ahli gizi British Dietetic Affiliation (BDA) dan ahli eating regimen anak, Aisling Pigott, menyarankan tiga menu ini. Cepat disiapkan dan kaya gizi.
1. Sereal
Jika sereal adalah hal yang paling disukai anak, cari yang rendah gula dan kadar seratnya tinggi. Ada juga yang yang kadar gulanya rendah, untuk itu selalu baca informasi gizi dalam kemasan.
“Sereal terbaik adalah yang berbasis bahan gandum. Padukan dengan susu dan potongan buah segar, cukup jadi bahan bakar anak untuk memulai hari,” ujar Pigot, seperti dikutip dariHuffington.

Baca Juga:  Rekomendasi Destinasi Belanja Keperluan Anak Lebih Mudah dan Murah - Fimela.com

Menu Sarapan Pagi untuk Anak

2. Bubur gandum dan buah
Pigott mengatakan sarapan yang perfect terdiri dari karbohidrat, protein dan buah-buahan dan sayuran.
“Sarapan seimbang yang sangat sehat adalah gandum (tanpa tambahan), susu dan buah di atasnya, seperti pisang atau buah beri,” katanya.
Tidak harus rumit menyiapkannya. Menu tersebut merupakan pilihan bagus dan akan membuat anak tetap berenergi sampai siang.
3. Telur
Jika mencari menu yang kaya protein, olahan telur adalah jawabannya. Bisa membuat omelet atau menjadikannya isian roti.
Jika punya cukup banyak waktu, bisa membuat campuran tahu telur kukus sayuran. Asupan protein yang tinggi akan membuat si kecil kenyang lebih lama dan penting untuk ‘makanan’ otaknya.
Penulis : Cynthia Amanda Male /Dream.co.id

Baca Juga:  Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG 10 Oktober 2019 - Bisnis.com

Sumber

Artikel Terkait

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More