Bisnis

Tertarik Investasi P2P Lending? Simak Tips Berikut – Kompas.com – KOMPAS.com


JAKARTA, KOMPAS.com– Dengan adanya teknologi, investasikini kian mudah. Selain itu, instrumen investasi pun kini kian beragam.

- Advertisement -

Salah satu instrumen investasi yang patut dilirik adalah search for to question (P2P) lending, atau pinjaman on-line.

Meski kerap mendapat sorotan pemberitaan lantaran maraknya kasus pelanggaran berupa cara penagihan pinjaman on-line ilegal yang tidak etis, namun justru banyak pinjaman on-line ethical yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan imbal hasil yang menarik.

Sebagai informasi, dalam fintech P2P lending, pihak yang menginvestasikan dananya kepada debitur disebutlender, sedangkan pihak yang meminjam dana disebutborrower.

- Advertisement -

Baca juga:4 Pointers Aman Lakukan Pinjaman On-line Melalui Fintech

Adapun fintech P2P lending sendiri memiliki beragam jenis dan mengusung berbagai konsep, mulai dari jenis P2P lending untukuser mortgage, ada pula yang untukcommercial mortgage.

Untuk yangcommercial mortgage,jenis bisnis yang didanai pun beragam, ada yang UMKM, kemudian mengusung isugirls empowermentuntuk mendanai ibu-ibu rumah tangga yang ingin membangun usaha, hingga mendanai perusahaan kelas menengah atas dengan minimal pinjaman Rp 75 juta.

Baca Juga:  Bernilai Investasi Rp 23 Triliun, Jasa Marga Sebut Tol Probowangi Butuh Dukungan Finansial - GridOto.com

Tentu saja, dengan beragamnya jenis fintech P2P lending, menjadikan platformtersebut menjadi menarik untuk menjadi salah satu instrumen investasi. Jika Anda merupakan investor pemula yang masih coba-coba, simak beberapa pointers berikut:

1. Pilih platform yang sudah terdaftar dan berizin

Setia bulan, OJK bakal merilis daftar penyelenggara fintech P2P lending yang berizin dan terdaftar. Di dalam daftar tersebut, Anda bisa mencari aplikasi apa saja yang sekiranya aman untuk menjadi platform investasi pilihan Anda.

Pasalnya, di platform mengunduh aplikasi seperti Google Play banyak sekali aplikasi P2P lending ilegal yang tidak berada di bawah pengawasan OJK. Aplikasi-aplikasi itulah yang membuat kasus penagihan tidak etis marak beberapa waktu lalu.

Per facts OJK di Agustus 2019, sudah ada 127 perusahaan fintech P2P lending yang terdaftar di OJK, dengan 7 di antaranya sudah berizin.

Baca juga:Banyak Aduan soal Pinjaman On-line, Ini Komentar OJK

Baca Juga:  Penyaluran Beras BPNT Tak Capai Target, Gudang Bulog Penuh Lagi - Bisnis Tempo.co

2. Riset dan pilih konsep platform yang paling Anda minati

Proses riset menjadi penting. Karena, dengan banyaknya melakukan riset, maka Anda bisa menentukan preferensi platform yang paling pas.

Misalnya saja, Karina, salah satu karyawan swasta di Jakarta, dia saat ini menjadi lender di platform P2P lending Amartha.

Tak hanya mengidentifikasi platform dengan membandingkan antara satu aplikasi P2P lending dengan yang lain, namun juga antar instrumen.

“Ada dua alasan utama aku make investments di P2P lending, pertama karena yieldnyan (imbal hasil) lebih tinggi clearly, kedua karena konsep yang ditawarkan tempat aku make investments, di Amartha. Yieldnya setelah diidentifikasi dari berbagai instrumen lain investasi P2P lending menawarkan yield paling gede untuk jangka pendek, 1 tahun,” ujar dia.

Baca juga:Milenial Mau Mulai Investasi? Begini Langkahnya

3. Diversifikasiinvestasi

Senior Vice President Company Communication Akseleran Rimba Laut mengatakan, diversifikasiaset menjadi hal penting ketika melakukan investasi.

Bisa jadi, diversifikasi dilakukan di dua pendanaan yang berbeda di dalam satu platform, maupun diversifikasi investasi melalui beragam instrumen investasi.

Baca Juga:  Vespa GTS Super Tech 300 Meluncur, Produk Terbaik di Indonesia, Lebih Canggih dan Bertenaga - Otomotifnet

“Kami tetap menyarankan tiap lender yg ingin inevestasi di akselerasn sebaiknya melakukan diversifikasi portofolio pinjaman. Misal ada dana Rp 1 juta, jangan diinvest di satu marketing campaign tapi dipecah,” ujar dia.

Diversifikasi aset investasi menjadi penting sebagai salah satu langkah pencegahan risiko.

Tentu saja, platform yang dipilih harus sesuai dengan tujuan, baik untuk jangka pendek, panjang, dan menengah.

Maizal, pekerja media di Jakarta, misalnya, karena baru awal, dana yang dia investasikan di P2P lending masih di bawah Rp 1 juta. Selain itu, dia mengandalkan instrumen investasi lain seperti reksa dana.

Sementara Karina, selain P2P lending, dirinya juga berinvestasi di tabungan greenback AS, dan asuransi unit hyperlink.

Bagaimana? Berminat untuk berinvestasi di P2P lending?

Baca juga:Ibu Muda Mau Mulai Investasi, Ini 3 Langkahnya

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close