Kesehatan

Ternyata, Bayi Juga Bisa Alami Anemia – 1Health


Masalah anemia bisa menjadi masalah yang serius jika tidak ditangani. Penyakit ini pun juga bisa menyerang siapa saja, bahkan pada seorang bayi, terlebih pada bayi prematur. Lalu, bagaimana seorang bayi bisa terkena anemia? “Penyebab tersering seorang bayi bisa terkena anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi (Fe). Bayi yang dilahirkan cukup bulan mempunyai cadangan Fe yang cukup sampai usia 6 bulanan, sedangkan pada bayi prematur cadangannya hanya bisa bertahan sampai usia 2-3 bulan,” jelas dokter spesialis anak, Dina Garniasih.

- Advertisement -

Penyebab anemia pada bayi yang baru lahir, juga bisa disebabkan karena hilangnya sel-sel darah merah karena perdarahan, penghancuran sel-sel darah merah karena adanya ketidakcocokan golongan darah atau karena penyakit yang diturunkan dari sang ibu misalnya, thalassemia atau penyakit sel sikel dan adanya gangguan pembentukan sel darah merah.

Baca Juga:  Ternyata, Suzuki Sudah Lama Jual dan Produksi Kei Car di Indonesia - VIVA - VIVA.co.id

Gejala yang paling terlihat jika seorang bayi yang terkena anemia adalah bayi tampak pucat atau lesu. Pada anak yang lebih besar gejalanya dapat berupa gangguan perkembangan motorik atau bahasa, kurang konsentrasi, dan prestasi sekolah yang menurun. Cara penanggulangannya tergantung penyebab anemia itu sendiri. Jika kehilangan darah terjadi selama proses persalinan segera diberikan transfusi darah. Tetapi, jika penyebabnya karena penghancuran sel darah merah berlebih maka harus dilakukan transfusi pergantian. Pada kasus anemia karena kekurangan zat besi dapat diberikan suplemen zat besi.

Baca Juga:  Studi Baru Campak Ungkap Efek Samping Hapus Sistem Kekebalan Tubuh - Trubus.id

Untuk pencegahan anemia pada anak di antaranya adalah memberikan ASI eksklusif. Meskipun kandungan zat besi dalam ASI rendah akan tetapi tingkat penyerapannya tinggi. Untuk pencegahan pada bayi yang lahir cukup bulan maka setelah usia 6 bulan segera diberikan makanan tambahan yang kaya zat besi, dan jika diperlukan diberikan sumplemen zat besi. Penyerapan zat besi dapat ditingkatkan dengan pemberian diet C.

- Advertisement -

Anemia pada bayi dan anak akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan yang menjadi terhambat. Selain itu dampak lainnya dapat menyebabkan penurunan intelegensi dan mengalami keterbatasan aktivitas oleh kondisi anak, yaitu pucat, lemah, letih dan lesu. Dampak buruk anemia jika sudah berat dapat menyebabkan gangguan fungsi jantung.

Baca Juga:  Sebanyak 5.723 Warga Sumut Terinfeksi DBD - INDONESIAINSIDE.ID

“Kondisi kesehatan ibu juga sangat berpengaruh terhadap terjadinya anemia pada bayi. Untuk itu ketika ibu sedang mengandung, selain harus memakan makanan yang bergizi, dianjurkan untuk ibu mengonsumsi suplemen zat besi, asam folat dan diet B12, serta melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur ke dokter,” tambah Dina.

Konsultasi: dr. Dina Garniasih, SpA, dari Siloam Hospitals Lippo Village

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close