Beranda » Olahraga » Sukses 3 Kali Juara Dunia, Duet Ahsan / Hendra Menuju Legenda Baru Bulutangkis? – Bola.com

Sukses 3 Kali Juara Dunia, Duet Ahsan / Hendra Menuju Legenda Baru Bulutangkis? – Bola.com

by Dendi Priatna
Sukses 3 Kali Juara Dunia, Duet Ahsan / Hendra Menuju Legenda Baru Bulutangkis? – Bola.com


Jakarta – Usia mereka memang sudah tidak lagi muda. Hendra Setiawan, genap berusia 35 tahun pada tahun 25 Agustus lalu. SementaraMuhammad Ahsan, pasangannya, hanya empat tahun lebih muda.

Maka itu, salah satu ganda putra terbaik Indonesia ini dijuluki The Daddies, alias “bapak-bapak”. Kebetulan, keduanya memang berstatus sebagai bapak. Hendra punya tiga orang anak dari sang istri, Sandiana Arief. Sedangkan Ahsan, dari pernikahannya dengan Christine Novitania, memiliki dua orang anak.

Tapi, jangan tanya aksi mereka dicourt, lapangan bulu tangkis. Di usia yang sudah tidak muda lagi,Ahsan/Hendramasih mampu membuktikan diri sebagai ganda putra terbaik di dunia.
Paling akhir, mereka sukses meraih medali emas di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 yang digelar di Basel, Swiss. Di partai puncak, tepat di hari ulang tahun ke-35 Hendra, mereka mengalahkan pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi: 25-23, 9-21, dan 21-15.
Sebelumnya, di semifinal,Ahsan/Hendramengalahkan rekannya sesama ganda putra Indonesia, yang usianya jauh di bawah mereka: Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Pasangan dengan kombinasi usia 24 dan 23 tahun itu mereka hantam 21-16, 15-21, dan 21-10.
Bagi Ahsan/Hendra, ini medali emas ketiga aliashattrickmereka di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis. Sebelumnya, pada tahun 2013 dan 2015, pasangan ini juga tampil jadi kampiun di nomor ganda putra dengan memenangi medali emas.
Maka itu, di Kejuaraan Dunia ini,Ahsan/Hendrapunya rekor langka. Mereka jadi ganda putra pertama yang tidak pernah mengalami kekalahan sepanjang sejarah mengikuti ajang ini.

Baca Juga:  Jadwal Siaran Langsung Liga Champions di SCTV Pekan Ini - Bolalob

Khusus bagi Hendra, ini merupakan gelar juara dunia keempatnya. Sebab, selain bersama Ahsan, pada 2013 dan 2015, Hendra juga pernah memenangkan ajang ini saat berpasangan dengan Markis Kido pada 2007.
Dengan begitu, Hendra pun menyamai rekor legenda bulu tangkis Indonesia, Liliyana Natsir yang pernah empat kali bergelar juara dunia untuk nomor ganda campuran. Empat gelar itu didapat Butet, panggilan Liliyana pada 2005 dan 2007 bersama Nova Widianto serta 2013 dan 2017 berpasangan dengan Tontowi Ahmad.
“Mereka (Ahsan/Hendra) memang punya mental juara! Pasangan yang luar biasa,” ujar pelatih kepala ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi.

Menuju Legenda

Sinar Ahsan/Hendra memang begitu terang di tahun 2019 ini. Total, hingga Agustus ini, pasangan yang kini menduduki posisi kedua peringkat dunia ini telah tujuh kali tampil di partai closing.
Ya, sebelum jadi yang terbaik di Kejuaraan Dunia, sepanjang 2019 Ahsan/Hendra sempat juga tampil di partai puncak Indonesian Grasp, All England, Singapore Originate, Original Zealand Originate, Indonesia Originate, dan Japan Originate. Mereka jadi juara di Original Zealand Originate dan All England Originate.
Sebelumnya, Ahsan/Hendra juga pernah mencatat prestasi fenomenal saat tampil di delapan closing pada 2013. Lalu, pada 2014 dan 2015, mereka berturut-turut tampil di lima dan empat partai closing.
Tak heran, jika keduanya pun disebut-sebut tengah meniti jalan untuk menjadi legenda baru bulu tangkis Indonesia.
“Tidak menyangka (bisa mencetak sejarah). Kami hanya berjuang. Hasilnya kami tidak tahu juga, sekarang masih banyak pemain juga, tapi kami tetap berusaha yang terbaik,” kata Ahsan setelah bertanding, melalui rilis dari PBSI.
“Yang pasti, gelar ini untuk seluruh rakyat Indonesia yang baru merayakan hari kemerdekaan,” ujar Ahsan lagi.

Baca Juga:  De Gea dan Kepa Akan Terus Dirotasi di Timnas Spanyol - detikSport

Sejak 2012

Ahsan/Hendra sendiri baru dijodohkan pada tahun 2012. Sebelumnya, Hendra lama berpasangan dengan Markis Kido, sejak 2000. Sedangkan Ahsan bertandem dengan Bona Septano.
Tak perlu menunggu lama, setahun kemudian mereka langsung jadi juara dunia usai mengalahkan pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen. Ketika itu, Kejuaraan Dunia digelar di Guangzhou, Tiongkok.
Dua tahun kemudian, Ahsan/Hendra semakin mengukuhkan posisi sebagai salah satu ganda putra terbaik di dunia. Di Kejuaraan Duni 2015 yang digelar di Jakarta, di closing mereka mengalahkan Liu Xiaolong/Qiu Zihan dari Tiongkok.
Pada 2017, keduanya sempat berpisah. Hendra tak turun gelanggang, sementara Ahsan meraih medali perak Bersama Rian Agung Saputro di Kejuaraan Dunia yang digelar di Glasgow, Skotlandia.
Baru, tahun lalu, keduanya kembali dipasangkan.

Baca Juga:  Kunci Sukses Smartfren Sampai Miliki 22 Juta Pelanggan - detikInet

Fokus Olimpiade

Kini, setelah kembali bergelar juara dunia, fokus Ahsan/Hendra adalah Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Untuk itu, mereka masih harus bekerja keras karena perjalanan masih panjang.
Ya, perburuan tiket Olimpiade melalui kualifikasi meman masih berlangsung cukup lama, hingga pertengahan tahun depan. Ahsan/Hendra pun menyadari apa pun masih bisa terjadi.
“Pertandingan masih banyak, apa saja masih mungkin terjadi. Yang terpenting kami selalu jaga motivasi, karena targetnya memang ingin tampil di Olimpiade,” ujar Ahsan. “Kami hanya berharap bisa terus bermain konsisten.”

Disadur dari:Liputan6.com (Edu Krisnadefa/Elin Yunita/Irna Gustiawan, Published 28/08/2019)

Hendra/Ahsan Raih Emas di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019

Sumber

Artikel Terkait

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More