Bisnis

Sri Mulyani Pangkas Anggaran Subsidi Energi Rp12,6 Triliun – CNN Indonesia


CNN Indonesia | Jumat, 06/09/2019 13: 50 WIB

- Advertisement -

Sri Mulyani Pangkas Anggaran Subsidi Energi Rp12,6 TriliunMenteri Keuangan Sri Mulyani. (CNN Indonesia/Hesti Rika).

Jakarta, CNN Indonesia — Menteri KeuanganSri Mulyanimengubah alokasi anggaransubsidi energi, baik Bahan Bakar Minyak (BBM), gas elpiji 3 kilogram, maupun listrik, padaRAPBN 2020. Perubahan itu mengakibatkan anggaran subsidi energi turun Rp12,6 triliun menjadi Rp124,9 triliun dari sebelumnya Rp137,5 triliun.

Perubahan ini dilakukan atas kesepakatan hasil pembahasan dengan Banggar DPR, dengan rincian subsidi BBM turun Rp115,6 miliar dan subsidi LPG turun Rp2,6 triliun.

- Advertisement -

Kemudian, ada penurunan kurang bayar kewajiban subsidi energi pemerintah tahun lalu sebesar Rp2,5 triliun, sehingga total anggaran subsidi BBM dan LPG turun Rp5,2 triliun. Lalu, ada penurunan anggaran subsidi listrik Rp7,4 triliun.

Baca Juga:  The Fed Pangkas Suku Bunga, Harga Emas Naik Tipis - CNBC Indonesia

Menurut Sri Mulyani, perubahan anggaran subsidi energi terjadi karena perkembangan ekonomi global, sehingga pemerintah perlu mengubah kembali asumsi makro yang sudah ditetapkan sebelumnya. Misalnya, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Oils Designate/ICP).

“Anggaran subsidi turun akibat penurunan asumsi ICP, lifting minyak dan gas, serta penurunan cost restoration. Kemudian, ada penajaman sasaran pelanggan golongan 900 VA untuk subsidi listrik,” ujar Sri Mulyani di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (6/9).

Asumsi ICP, sambung dia, berubah dari US$65 per barel menjadi US$63 per barel. Ini terjadi karena ada perubahan pergerakan harga minyak mentah dunia di pasar internasional.

Baca Juga:  KABAR PASAR 6 SEPTEMBER: Produk Reksa Dana Kian Marak, Sushi Tei Gugat Balik Mantan Dirut - Bisnis.com

Kemudian, asumsi lifting minyak berubah dari 734 ribu menjadi 755 ribu barel minyak per hari. Namun, asumsi lifting gas tetap sesuai proyeksi awal sebesar 1,19 juta kiloliter setara minyak per hari.

Lalu, cost restoration juga turun dari US$11,58 miliar menjadi US$10 miliar. “Ini sudah diputuskan di Komisi VII lalu diteruskan di Panja Anggaran,” jelasnya.

Kendati anggaran subsidi energi turun, namun mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu memastikan peran negara dalam memberi subsidi kepada masyarakat tetap sama. Sebab, anggaran subsidi turun semata-mata bukan karena ada pengurangan jumlah penerima subsidi, namun hanya karena perubahan asumsi makro.

Baca Juga:  Beredar Lagi, Tawaran Investasi Surat Utang Hanson International (MYRX) - Kontan

“Jadi tidak ada pengurangan dalam artian bahwa ada penurunan dan tidak setinggi hitungan di awal. Tapi ini tidak menurunkan apa-apa, hanya implikasi dari asumsi,” tekannya.

Sementara Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani menambahkan penurunan subsidi energi sejauh ini belum mengubah arah kebijakan tarif energi dari pemerintah, seperti harga BBM, LPG, dan listrik. “Belum ada perubahan,” imbuhnya singkat.
[Gambas:Video CNN](uli/bir)

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close