Bisnis

Reksa Dana Saham Sedang Hancur Lebur, Lalu Investasi di Mana? – CNBC Indonesia


Jakarta, CNBC Indonesia– Investasi di instrumen reksa dana saham masih mencatatkan imbal hasil negatif sepanjang tahun berjalan. Hal ini, selaras dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga terkoreksi pada periode yang sama.

Records perdagangan BEI mencatat, hingga petang ini, Selasa (8/10/2019), IHSG menguat 0,40% ke level 6.024,86. Secara 300 and sixty five days up to now, IHSG masih minus 2,74%.

Para manajer investasi masih merekomendasikan untuk investasi di instrumen reksa dana, meski pasar sedang bergejolak karena tekanan eksternal seperti perang dagang AS-Eropa, perlambatan ekonomi world dan katalis domestik.

Baca Juga:  Biar Tak Terjebak di Saham Delisting, Begini Saran Analis - Kontan

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto menjelaskan ada potensi pasar saham kembali menguat menjelang akhir tahun ini. Apalagi, menjelang akhir tahun, tren penurunan suku bunga acuan diproyeksikan memberi katalis positif bagi reksa dana pendapatan tetap.

Kinerja reksa dana Panin Asset Management masih membukukan kinerja positif sepanjang tahun berjalan dengan imbal hasil di kisaran 4,38% hingga 9,18%. Namun, untuk reksa dana saham, rata-rata imbal hasilnya negatif di kisaran -2.08% hingga -7,54%.

Baca Juga:  Ini 10 Saham Paling Diminati Investor Asing pada 7 November 2019 - Bisnis.com

“Reksa dana pasar uang cocok untuk investor dengan profil risiko sangat konservatif, sementara reksa dana pendapatan tetap cocok untuk investor dengan profil konservatif,” kata Rudiyanto, saat dihubungi CNBC Indonesia, Selasa (8/10/2019).

Reksa Dana Saham Sedang Hancur Lebur, Lalu Investasi Dimana?Sumber: Infovesta

Wawan Hendrayana, Head Of Investment Reserach Invofesta Utama berpendapat, jenis reksa dana pendapatan tetap dan pasar uang sangat direkomendasikan di tengah kondisi pasar yang sedang bergejolak. Namun imbal hasilnya memang tidak seagresif di reksa dana saham, investasi reksa dana saham harus diarahkan untuk jangka panjang.

Baca Juga:  Saham BUMN Malaysia di Tol Cikopo Ditawar Astra USD 500 Juta - Bisnis Tempo.co

“Investasi di reksa dana aham memang harus jangka panjang (prolonged time duration), hingga akhir tahun potensi kenaikan sangat terbatas,” pungkas Wawan.

Pilih Saham Atau Reksa Dana ? Ini Caranya
[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)

Sumber

Tags
Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker