Info Berita Terupdate

Program Kerja Ahok-Djarot Memimpin Jakarta Era 2017-2022

Cagub no urut 2 Basuki Tjahaja Purnama yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat mempunyai Visi, Misi dan Program yang sangat terperinci dari semua sisi, dimulai dari Reformasi Birokrasi yang mengutamakan pelayanan secara Profesional dan dipercaya. Secara umum kinerja dari Pak Ahok sudah tidak bisa di ragukan Lagi, semua Program Kerja di masa Jabatanya sebagai Gubernur DKI Jakarta dia sudah menandakan kemajuan yang pesat, salah satu yang bisa kita lihat pengaturan Penduduk Jakarta sudah di atur sedemikian rupa sehingga Pemerintah sanggup mengatur dan menata kota, Lihat Jakarta sudah tidak ada isu BANJIR lagi hingga dengan ketika ini. Berikut yaitu Visi, Misi dan Program kerja lengkap Ahok-Djarot periode 2017-2022.
V I S I

JAKARTA sebagai etalase kota Indonesia yang modern, tertata rapi, manusiawi, dan fokus pada pembangunan insan seutuhnya dengan kepemimpinan yang higienis , transparan, dan profesional.


M I S I
  1. Mewujudkan pemerintahan yang bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), terbuka, dan melayani warga.
  2. Menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar warga, yaitu jaminan kesehatan, jaminan pendidikan, hunian yang layak, materi pangan yang terjangkau, transportasi publik yang ekonomis, dan lapangan pekerjaan serta perjuangan supaya seluruh warga berkesempatan memperoleh kehidupan yang lebih baik sehingga Indeks Kebahagiaan kota Jakarta menjadi salah satu yang tertinggi di antara kota-kota di dunia.
  3. Menciptakan sumber daya insan yang tangguh lahir dan batin, kompeten, dan berdaya saing global dengan Indeks Pembangunan Manusia yang setara dengan kota-kota maju di dunia.
  4. Menata kota sesuai perubahan zaman untuk mendukung kemajuan ekonomi, keberlangsungan lingkungan, dan kehidupan sosial budaya warga.
  5. Membangun kehidupan kota yang berbasis teknologi dan berinfrastruktur kelas dunia dengan warga yang berketuhanan, berbudaya, bergotong royong, berwawasan, toleran, partisipatif, dan inovatif.
REFORMASI BIROKASI
Menjadikan birokrasi Pemerintah Daerah (Pemda) Jakarta sebagai institusi pelayan masyarakat yang semakin profesional dan dipercaya.
  • Menyederhanakan proses pengurusan perizinan dan dokumen kependudukan dengan:
  • 1) mengurangi persyaratan yang tidak krusial namun memberatkan,
  • 2) menggabungkan proses pengurusan beberapa izin dengan penerbitan secara simultan, dan
  • 3) meminimalisasi kesulitan warga dalam pengurusan izin dengan mengakibatkan birokrasi lebih proaktif melalui acara jemput bola, seperti
  •  a) izin keliling
  •  b) AJIB (antar jemput izin bermotor) dan
  •  c) izin online,
  • 4) memakai aplikasi berbasis IT supaya seluruh 500-an perizinan dan semua pengurusan dokumen kependudukan sanggup dilakukan secara online,
  • 5) pembuatan sertifikat kelahiran dan maut sanggup dilakukan pribadi di rumah sakit.
  • Menciptakan database perizinan terpadu dengan peta spasial yang terbuka bagi seluruh warga untuk menghindari sengketa izin dan penerbitan izin yang tumpang tindih.
  • Meningkatkan kinerja birokrasi dengan mendorong implementasi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) yang membuka sistem rekrutmen bagi pegawai non-PNS.
  • Menyempurnakan penggunaan Indikator Kinerja (KPI) dalam rangka menilai dan mengevaluasi kinerja birokrasi secara terukur sebagai dasar dalam melaksanakan lelang jabatan, rotasi, mutasi, dan demosi, dan penentuan besaran Tunjangan Kinerja Daerah (TKD).
  • Rotasi, mutasi, dan demosi pegawai dilakukan dengan transparan melalui lelang terbuka, dan aneka macam pertimbangannya tercatat dalam sistem kepegawaian (SIMPEG).
  • Meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja birokrasi dengan rasionalisasi jumlah pegawai melalui seleksi penerimaan yang lebih ketat, objektif dan terbuka, dan penegakan disiplin yang lebih terukur.
  • Mempercepat waktu dan kualitas respon birokrasi dalam sistem pengaduan masyarakat sebagai alat utama untuk pencegahan KKN dan mendorong perbaikan kinerja birokrasi dengan mengakibatkan respon terhadap pengaduan sebagai salah satu KPI.
  • Mewajibkan setiap pejabat Pemerintah Daerah untuk menciptakan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setiap tahun.
  • Melanjutkan dan memperkuat kerja sama dengan KPK, kepolisian, kejaksaan, PPATK, BPK, dan BPKP dalam rangka pemberantasan KKN.
  • Melanjutkan keterlibatan auditor profesional dalam proses penyisiran anggaran untuk meminimalisasi penyalahgunaan dan pemborosan anggaran.
  • Menyempurnakan sistem perencanaan terpadu (mulai dari e-musrenbang hingga dengan e-budgeting) sehingga proses perencanaan semakin terkendali dan sempurna sasaran.
  • Meningkatkan pendapatan daerah dengan cara memudahkan pembayaran pajak secara online dan pemberian hukuman yang tegas bagi wajib pajak yang tidak patuh.
  • Menerapkan biaya pemanfaatan aset milik Pemerintah Daerah dengan harga yang layak dan kompetitif di pasaran dan memperbaiki sistem pencatatan aset supaya seluruh aset terinventarisasi dan terkelola dengan baik.
  • Meningkatkan transparansi anggaran melalui sistem IT yang gampang diakses publik, termasuk membuka detail kegiatan yang direncanakan, komponen yang akan dibeli, dan harga satuan barang dengan tujuan supaya masyarakat sanggup proaktif mengawasi penganggaran.
  • Melaksanakan amanat Undang-Undang dengan menjamin pelayanan pendidikan berkualitas gratis selama 12 tahun bagi siswa-siswi tidak bisa dengan melanjutkan acara Kartu Jakarta Pintar (KJP) sehingga seluruh bawah umur dari keluarga tidak bisa bisa memperoleh terusan pendidikan.
  • Melalui acara KJP angka putus sekolah akan dipertahankan di bawah 0.5% untuk Sekolah Menengan Atas dan 0.1% untuk Sekolah Menengah Pertama dan SD; dan angka partisipasi murni wajib berguru 12 tahun akan ditingkatkan dari angka di bawah 60% hingga 90%.
  • Mewajibkan penggunaan KJP secara non-tunai supaya sempurna sasaran, terkontrol, dan gampang dievaluasi secara terjadwal dengan pendataan yang semakin lengkap.
  • Meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah milik Pemerintah Daerah melalui training guru dengan bekerja sama dengan instansi pendidikan unggul, dengan indikator nilai rata-rata Uji Kompetensi Guru >75 dan peringkat PISA masuk dalam 30 besar kota dunia.
  • Melanjutkan rehabilitasi bangunan sekolah-sekolah milik Pemerintah Daerah sebanyak 785 sekolah, sehingga 100% sekolah negeri ditunjang fasilitas pendidikan yang layak sesuai standar nasional dan berbasis IT.
  • Pembentukan SMKN berdikari yang dikerjasamakan dengan dunia perjuangan dan institusi lain untuk melahirkan sumber daya insan (SDM) yang sanggup pribadi berkarya di dunia kerja dan berkompetisi dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
  • Pemberian tunjangan (TKD) guru, kepala sekolah, dan tenaga pendidik yang berbasis kinerja untuk memberi insentif bagi tenaga pendidik yang berkualitas.
  • Rotasi guru dan kepala sekolah untuk peningkatan dan pemerataan kualitas sekolah dengan menempatkan tenaga pendidik berkinerja terbaik di medan tersulit.
  • Memberikan derma pendidikan perguruan tinggi tinggi bagi siswa-siswi tidak bisa untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri.
PENDIDIKAN
Menjamin terusan pendidikan untuk seluruh warga dan meningkatkan kualitas pendidikan di Jakarta supaya setara dengan kota-kota maju di dunia.
  • Jaminan kesehatan bagi 100% warga dengan prosedur BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) kelas 3 dan mendorong keanggotaan BPJS warga melalui lurah dan Dinas Kesehatan, melalui kerja sama lurah dengan BPJS dan PTSP untuk memastikan seluruh perusahaan mendaftarkan pegawainya mempunyai BPJS Pekerja Penerima Upah (PPU), dan dengan pemberian BPJS PBI kepada bayi yang gres lahir.
  • Melaksanakan acara Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH) yang menjamin ketersediaan 1 dokter bagi setiap 5.000 warga untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan acara preventif dan promotif kesehatan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien terminal melalui pengobatan paliatif dengan prosedur dokter keluarga.
  • Meningkatkan kategori 44 Puskesmas menjadi Rumah Sakit Umum Kecamatan (RSUK) dan 5 RSUK menjadi RSUD kelas C.
  • Membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumber Waras dengan pengobatan khusus penyakit kanker, jantung, otak dengan pemanis sebanyak 2.000 tempat tidur, meningkatkan pengakuan rumah sakit bertaraf internasional (akreditasi JCI) sejumlah minimal tiga RSUD, pembentukan pelayanan seorang hebat di setiap RSUD dengan mengoptimalkan kinerja tenaga kesehatan yang sudah ada, serta meningkatkan kerjasama dengan pihak swasta melalui pembinaan, pengawasan, dan pengendalian RS Swasta.
  • Menambah fasilitas intensive care NICU dan PICU minimal sejumlah tiga kali lipat dari jumlah yang ada.
  • Peningkatan pelayanan kesehatan dengan perbaikan waktu tunggu rawat jalan menjadi kurang dari 60 menit.
  • Membuat syarat kebersihan dan sertifikasi BPOM yang dievaluasi secara terjadwal oleh Dinas Kesehatan serta menjadi pecahan pengurusan izin perjuangan bagi pemilik perjuangan masakan maupun pedagang kaki lima.
  • Ketersediaan ambulans gratis bagi warga dengan penambahan armada 100 ambulans dengan sasaran waktu tunggu 15 menit.
  • Meningkatkan jumlah dan kualitas tenaga kerja kesehatan dengan membuka sistem rekrutmen terbuka sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan, serta menjalankan sistem sertifikasi yang setaraf dengan kota-kota maju di dunia.
Menjamin terusan kesehatan untuk seluruh warga dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Jakarta supaya setara dengan kota-kota maju di dunia.
  • Meningkatkan kiprah BUMD dalam mendukung ekonomi daerah dan mempercepat acara pembangunan prioritas di bidang ketahanan pangan, penyediaan hunian layak, infrastruktur, dan transportasi.
  • Menjamin ketersediaan 9 materi pokok di lokasi dan dengan harga yang terjangkau bagi warga dengan mendorong peranan BUMD memotong rantai distribusi yang panjang, salah satunya melalui pelaksanaan Operasi Pasar oleh BUMD di lokasi padat penduduk secara rutin.
  • Memperbaiki kesehatan finansial dan meningkatkan performa BUMD melalui pemilihan manajemen yang profesional, peningkatan corporate governance, dan pengawasan BUMD berbasis IT supaya BUMD memperkuat pendapatan anggaran daerah.
  • Menciptakan sistem kerja sama yang transparan dan menguntungkan kedua belah pihak untuk memfasilitasi lebih banyak kerja sama antara Pemerintah Daerah dengan tubuh perjuangan (KPBU) untuk membiayai pembangunan Provinsi DKI Jakarta.
  • Menyediakan subsidi materi pangan bagi pemegang KJP supaya ada peningkatan gizi siswa-siswi Jakarta dengan sasaran konsumsi daging sebesar 1,5 kg/bulan/anak.
  • Menciptakan ekosistem yang menunjang kerja sama dan mendukung pertumbuhan kewirausahaan di Jakarta dengan penyediaan co-working space dengan fasilitas pendukung di 5 wilayah kota manajemen dan penyederhanaan izin perjuangan kecil dan menengah.
  • Melanjutkan revitalisasi pasar tradisional dan pembangunan pasar berair modern menyerupai di kota-kota maju di dunia.
  • Memperkuat daya saing pedagang kecil dengan mendorong training sertifikasi untuk pedagang kecil, melanjutkan pemberian kredit yang terjangkau bagi UMKM yang diintegrasikan dengan lokasi binaan, serta penyediaan lokasi perjuangan untuk pedagang-pedagang kecil di lokasi-lokasi yang strategis.
EKONOMI
Menjadikan Pemerintah Daerah sebagai salah satu pemain drama ekonomi utama untuk menuntaskan persoalan-persoalan ekonomi.
  • Melanjutkan acara kebijaksanaan daya ikan / peternakan dengan sistem bagi hasil 80% bagi warga dan 20% bagi Pemerintah Daerah dengan penyediaan fasilitas oleh Pemerintah Daerah untuk memenuhi kebutuhan masakan pokok. Setelah banyak pelaku perjuangan berhasil, 20% akan dialokasikan untuk koperasi yang dibentuk.
  • Membangun pasar perkulakan di Pasar Induk Kramat Jati untuk sembako murah dengan keanggotaan khusus bagi lapisan warga yang membutuhkan, menyerupai pemegang KJP dan warga bergaji UMP.
  • Melakukan acara pemberdayaan warga rusun melalui training dan job fair supaya warga rusun sanggup berkontribusi secara produktif kepada perekonomian daerah.
PENANGGULANGAN BANJIR
Membebaskan Jakarta dari masalah banjir menahun yang disebabkan oleh banjir kiriman, air pasang, dan distribusi pedoman air hujan yang tidak merata.
  • Mendorong percepatan penyediaan Ruang Terbuka Biru (RTB) sebesar 5% dengan menuntaskan pembangunan 17 waduk dan 9 embung untuk menambah tampungan air: Waduk: Jagakarsa, Rawa Minyak, Pinang Ranti, Pondok Rangon 1, Kampung Rambutan, Cilangkap, Marunda, Lebak Bulus, Cilandak Marinir, Brigif, Kampung Rambutan 1, Cimanggis, Sunter Hulu, Pondok Rangon 2, Rawa Lindung, Kamal Longstorage, dan Pondok Rangon Embung: Cipedak, Lebak Bulus 3, Lapangan Merah, Kramat Jati, Haji Dogol, Sejuk Raya, Penganten Ali, Cendrawasih, Sunter Jaya.
  • Melanjutkan acara pengembalian fungsi sungai dan kali yang sudah banyak ditempati hunian liar dan acara relokasi warga ke rumah susun; mewajibkan lurah dan camat untuk memastikan tidak ada bangunan liar di atas seluruh saluran air di Jakarta, serta menuntaskan normalisasi sungai melalui acara JEDI.
  • Menambah kapasitas pompa air dua kali lipat dari kapasitas ketika ini untuk mempercepat surutnya genangan dan tindakan preventif banjir, terutama di daerah-daerah yang rendah, erat dengan pedoman sungai, cekungan, dan daerah Pantai Utara.
  • Melanjutkan pembangunan tanggul laut (NCICD A) di sepanjang pantai utara (Pantura) Jakarta untuk menuntaskan banjir akhir air pasang.
  • Menghubungkan seluruh saluran air di Jakarta untuk mendistribusikan air hujan secara merata, serta membangun sistem pengawasan saluran air untuk mempercepat penanganan genangan dan banjir.
  • Otomatisasi pintu-pintu air dan pompa sesuai dengan ketinggian air, curah hujan, dan kondisi saluran air yang terkait.
  • Memperbanyak biopori dan sumur resapan melalui gerakan menabung air secara berkelanjutan.
  • Pembangunan waduk di hulu sungai melalui pemberian hibah untuk waduk kepada Pemerintah Daerah sekitar Jakarta untuk mengatur debit air yang masuk Jakarta.
PENATAAN KOTA
Mewujudkan kota yang semakin nyaman bagi warga.
  • Mengendalikan pembangunan ke arah Selatan sebagai daerah resapan dan mendorong pembangunan ke arah Timur dan Barat, pembatasan intensitas pembangunan di lokasi-lokasi tertentu untuk memperlambat laju penurunan muka tanah, dan memunculkan sentra-sentra ekonomi dan kebudayaan untuk mempercepat pengembangan ekonomi kota yang ditunjang dengan penyediaan infrastruktur yang sesuai.
  • Melaksanakan pembangunan rumah susun sebanyak 50.000 unit untuk menampung warga yang terkena relokasi dalam rangka program-program prioritas menyerupai normalisasi sungai, refungsi ruang terbuka hijau (RTH), dsb dan mendorong pemindahan warga ke bangunan vertikal di lokasi-lokasi padat penduduk melalui bagan konsolidasi lahan untuk menyediakan ruang terbuka yang memadai.
  • Membangun rumah susun yang terintegrasi dengan pasar tradisional, terminal, gelanggang olah raga (GOR), sekolah, dan waduk di aneka macam lokasi di Jakarta yang diperuntukkan bagi warga kelas menengah ke bawah, dan membangun apartemen sewa murah di pusat kota yang terjangkau bagi warga kelas menengah untuk mengurangi kemacetan antar kota.
  • Percepatan penyediaan RTH sebesar 30% (20% publik dan 10% swasta) dari luas kota melalui acara pembelian lahan oleh Pemerintah Daerah untuk mengembalikan fungsi lahan sebagai RTH dan melanjutkan pembangunan 500 RPTRA untuk memenuhi jumlah minimal RPTRA sebanyak tiga per kelurahan.
  • Mengganti seluruh Penerangan Jalan Umum (PJU) dengan penerangan pandai sebanyak 120.000 LED (smart lighting) berbasis IT untuk penghematan biaya listrik Pemerintah Daerah dan mempermudah pengawasan.
  • Melanjutkan reklamasi untuk mewujudkan Jakarta sebagai water front city sekaligus merevitalisasi daratan dan perairan Jakarta Utara melalui bagan subsidi silang.
  • Mendorong pemasangan reklame LED, pelebaran trotoar sepanjang 2.700 kilometer yang menunjang kenyamanan pejalan kaki dan ramah bagi penyandang disabilitas dimulai dari daerah Sudirman-Thamrin sebagai pusat kota dan ikon Jakarta.
  • Mendorong perbaikan trotoar dan Jembatan Penyeberangan Orang /Multifungsi (JPO/JPM) di seluruh Jakarta untuk meningkatkan kenyamanan pejalan kaki.
  • Membangun sistem ducting di aneka macam wilayah Jakarta dengan mengakibatkan pembangunan ducting sebagai syarat izin pembangunan gedung supaya pengaturan kabel utilitas sanggup dilakukan dengan baik.
  • Membangun dan merevitalisasi daerah permukiman padat penduduk sesuai kearifan lokal, terintegrasi dengan pembangunan sarana taman, tempat olahraga, dan pengelolaan sanitasi masyarakat.
  • Membangun dan menata perkampungan nelayan yang sehat dan higienis serta terintegrasi dengan tempat pelelangan ikan dan pengembangan daerah wisata.
TRANSPORTASI
Membebaskan Jakarta dari kemacetan dengan mendorong perbaikan transportasi publik dan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi.
  • Menyelesaikan pembangunan MRT Tahap 1 supaya beroperasi di tahun 2019, memulai konstruksi Tahap 2 rute Bundaran HI – Ancol Timur sepanjang 13,5 kilometer di tahun 2019, dan konstruksi East-West Tahap 1 rute Ujung Menteng-Kembangan sepanjang 27 kilometer di tahun 2020.
  • Meningkatkan pelayanan transportasi bus dengan penambahan jumlah armada sebanyak 3.000 bus, penambahan rute TransJakarta serta penerapan fleet management berbasis IT untuk mencapai 1 juta penumpang/hari.
  • Mengintegrasikan seluruh operator bus dalam Transjakarta supaya standar pengelolaan dan pelayanan bus di seluruh rute bisa bersaing dengan kota-kota maju di dunia serta bisa dievaluasi terjadwal dengan indikator yang terukur.
  • Peremajaan angkutan umum kecil (angkot) dengan bus sedang yang beroperasi di daerah pemukiman padat penduduk dan terintegrasi dengan Transjakarta.
  • Membangun jaringan 7 koridor LRT dalam kota sepanjang 110 kilometer, dimulai dengan rute Kelapa Gading-Velodrome sepanjang 6 kilometer untuk Asian Games 2018.
  • Menciptakan sistem respon cepat kemacetan berbasis IT dengan penempatan petugas di titik-titik rawan macet.
  • Mengimplementasikan Electronic Road Pricing (ERP) di jalan-jalan utama guna mengurai kemacetan dan mendorong masyarakat memakai transportasi publik.
  • Mendorong terimplementasinya sistem transportasi di Kawasan Jabodetabek melalui integrasi jalur lintas aneka macam moda transportasi publik dengan sistem single ticketing.
  • Melanjutkan sasaran realisasi pembangunan 45 flyover dan underpass di Jakarta dalam rangka percepatan pencapaian road ratio sebesar 11% dan mengurangi perlintasan sebidang.
  • Pengembangan fungsi terminal sebagai Transit-Oriented Development (TOD) untuk mendorong penggunaan angkutan umum, dimulai dari pengembangan TOD untuk terminal tipe A menyerupai Kampung Rambutan dan Pulo Gebang.
  • Merevitalisasi 1.413 halte bus untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dengan penambahan fasilitas, ruang tunggu, dan toilet.
  • Memasang Terminal Elektronik Parkir (TPE) di seluruh gedung milik Pemerintah Daerah dan ruas jalan strategis untuk menuntaskan masalah parkir liar dan meningkatkan pemasukan daerah.
  • Meningkatkan pelayanan bus sekolah gratis dengan menambah luas area pelayanan dengan penambahan armada sebesar 2 kali lipat.
  • Membangun sarana park and ride untuk menuntaskan masalah parkir liar dan memudahkan warga untuk memakai angkutan umum.
  • Mengoperasikan bus lower deck dan bus tingkat gratis di jalur-jalur wisata dan komersil.
OPTIMALISASI TEKNOLOGI
Memaksimalkan penggunaan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan Pemerintah Daerah dan kenyamanan hidup warga.
  • Mewujudkan Jakarta Smart City dengan penyempurnaan pusat kendali Jakarta / command center, penyediaan data berbasis teknologi untuk pengambilan kebijakan, dan pembuatan aplikasi-aplikasi untuk pelayanan publik dan kenyamanan masyarakat.
  • Mendorong penggunaan kartu JakartaOne untuk mengintegrasikan aneka macam pelayanan publik dan kegiatan komersial, dan memperbanyak transaksi keuangan non-tunai; di mana data-data yang diperoleh melalui penggunaannya menjadi informasi penting untuk merumuskan kebijakan yang selaras dengan kondisi masyarakat Jakarta dan pelaksanaannya semakin sempurna sasaran.
  • Meningkatkan keamanan dan ketertiban kota dengan pengawasan terpadu melalui pemasangan 8.000 CCTV di titik-titik yang rawan masalah kota (kriminalitas, kemacetan, genangan/banjir, tawuran, sampah, dll).
  • Membangun sistem layanan telepon gawat darurat (emergency call center) 112 yang aksesibel 24/7, cepat tanggap, dan satu pintu melayani kebutuhan masyarakat untuk derma ambulans / paramedik, pemadam kebakaran dan kepolisian dan menciptakan aplikasi gawat darurat yang terintegrasi dengan layanan 112.
  • Mendorong investasi pembangunan Fiber Optic (FO) supaya infrastruktur teknologi Jakarta setara dengan kota-kota maju di Asia Tenggara.
  • Menjamin ketersediaan terusan WiFi gratis bagi warga di aneka macam area publik.
  • Menyediakan co-working space dengan fasilitas pendukung bagi pengusaha bidang IT, menyerupai pelaku startup, untuk mendukung perkembangan iklim ekonomi digital.
  • Mengembangkan Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata unggulan dengan pembangunan infrastruktur, fasilitas kebijaksanaan daya ikan yang bekerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) dan Sekolah Tinggi Perikanan (STP), dan mendorong pembangunan resort bertaraf internasional.
  • Menjamin ketersediaan moda transportasi publik yang terjangkau ke Kep. Seribu, salah satunya dengan penyediaan kapal yang terintegrasi dalam Transjakarta dengan metode pembayaran rupiah/mil.
  • Melanjutkan acara revitalisasi Kota Tua dan fasilitas penunjang yang menjadi salah satu daya tarik utama wisata dan pusat budaya dan sejarah Jakarta.
  • Merevitalisasi Kawasan Museum Bahari hingga Muara Angke dengan Restoran Apung untuk olahan masakan laut guna mengakibatkan daerah tersebut sebagai salah satu destinasi wisata dengan mengembalikan fungsi daerah sebagai pusat budaya dan pendidikan bahari.
  • Menjadikan Taman Impian Jaya Ancol sebagai taman hiburan bertaraf internasional dan terjangkau bagi warga yang pengelolaannya dikerjasamakan dengan operator taman hiburan dari negara maju.
  • Menjadikan kantor walikota, lurah, dan camat sebagai tempat hiburan masyarakat secara reguler dengan pengelolaan PKL yang tertata rapi dan pertunjukan seni di final pekan.
  • Mendorong pembangunan pusat kebudayaan terpadu yang menampilkan aneka macam macam budaya daerah-daerah di Indonesia.
  • Mengadakan kompetisi seni di RPTRA yang diperuntukkan bagi warga sekitar dengan tema lomba berkaitan dengan acara Pemda.
  • Menyediakan rumah cagar budaya sebagai pusat kebudayaan bagi komunitas lokal untuk menjadi tempat berkumpulnya pegiat dan penikmat seni.
PARIWISATA & KEBUDAYAAN
Menjadikan Jakarta sebagai kota destinasi pariwisata utama di Indonesia dan Asia Tenggara, dan mengakibatkan pariwisata sebagai salah satu penggagas utama perekonomi Jakarta.
  • Menjadikan daerah wisata Kampung Betawi di Setu Babakan menjadi destinasi wisata unggulan sebagai pusat kebudayaan Betawi.
  • Membangun dan merevitalisasi GOR untuk setiap cabang olahraga dengan retribusi yang kompetitif atau kerja sama dengan pihak ketiga supaya pengelolaan GOR berdikari dan berkualitas.
  • Mendukung klub-klub olaharaga dengan pemberian insentif kepada klub yang telah berhasil membina atlet memenangkan kejuaraan tingkat regional, nasional, dan internasional.
  • Menjadikan Lapangan Banteng sebagai pusat olahraga warga kota yang sanggup beroperasi selama 24/7 lengkap dengan fasilitas olahraga penunjang yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga.
  • Mewujudkan Taman Margasatwa Ragunan (TMR) sebagai kebun hewan kelas dunia yang dikelola secara transparan dan profesional serta terjangkau bagi seluruh warga.
  • Mendorong kerja sama komunitas seni lokal dengan promotor ekspo bertaraf internasional untuk menghasilkan kerja sama pertunjukan seni tingkat dunia di Jakarta.
  • Mendorong pelaksanaan pasar malam di beberapa ruas jalan Jakarta yang bebas kendaraan, dimulai di daerah Kemang dan Sabang, dengan PKL yang tertata rapi dan terjangkau bagi warga sehingga menjadi daya tarik turis lokal dan mancanegara.
  • Mengintegrasikan sekolah bidang pariwisata dengan industri pariwisata dan budaya untuk mewujudkan Jakarta sebagai destinasi wisata dan budaya.
  • Melanjutkan keberlangsungan acara pagelaran seni tiap final pekan di Gedung Kesenian Jakarta.
SOSIAL
Menjamin keberlangsungan hidup warga yang berkebutuhan khusus.
  • Meningkatkan seluruh infrastruktur dan fasilitas publik, menyerupai halte, museum, toilet umum, dan trotoar supaya ramah bagi penyandang difabel.
  • Mendorong pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) supaya jumlahnya mencukupi kebutuhan seluruh siswa-siswi Jakarta yang berkebutuhan khusus.
  • Meningkatkan kiprah lurah untuk mengidentifikasi bawah umur berkebutuhan khusus supaya derma Pemerintah Daerah dalam bidang transportasi dan pendidikan sanggup mengakomodasi kebutuhan mereka.
  • Menjamin ketersediaan panti sosial dengan fasilitas dan pelayanan yang semakin baik.
  • Menciptakan aplikasi berbasis IT untuk menghubungkan warga yang ingin membantu dengan bawah umur berkebutuhan khusus dalam bidang pengembangan,
  • pendidikan, pelatihan, dan rehabilitasi.
  • Mengintegrasikan panti bina laras dengan RSUD Duren Sawit untuk menyediakan pelayanan pengobatan lebih berkualitas.
  • Melanjutkan pembangunan panti jompo terpadu berkonsep villa lanjut usia (lansia) di daerah Ciangir, Tangerang, dengan fasilitas hotel berbintang.
  • Menciptakan sistem distribusi derma sosial darurat secara non-tunai supaya sempurna sasaran dan sesuai kebutuhan warga.
  • Mengoperasikan layanan bus khusus penyandang disabilitas, warga lanjut usia, dan warga di RPTRA tiap final pekan.
LINGKUNGAN HIDUP
Mewujudkan kota yang berkesinambungan dan ramah lingkungan.
  • Membuat sistem pengelolaan sampah yang menyeluruh dan terpadu dari pengangkutan sampah di rumah warga hingga pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
  • Membangun pengelolaan sampah (insinerator) di tiga lokasi strategis dengan kapasitas total mencapai 3.000 ton/hari dengan teknologi yang sudah terbukti di negara maju.
  • Memberikan insentif untuk pembangunan green building dengan sistem pengelolaan limbah secara mandiri.
  • Membangun fasilitas pendukung untuk menerapkan sistem zero waste di seluruh rusunawa milik Pemda.
  • Menerapkan regulasi pemberian insentif bagi masyarakat untuk melaksanakan daur ulang dan pengurangan volume sampah.
  • Bekerja sama dengan bank sampah yang dikelola oleh masyarakat dalam pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
  • Mendorong integrasi PAM dan PAL untuk menawarkan layanan satu pintu atas kebutuhan air dan pengolahan limbah.
  • Mendorong pengelolaan IPAL di bangunan pemerintah, swasta, dan rumah tangga berbasis komunal (sanitasi masyarakat) terutama di lingkungan padat penduduk.
  • Mengendalikan pengambilan air tanah guna menahan laju penurunan muka tanah.
  • Menegakkan hukum standar kelayakan kendaraan bermotor melalui uji KIR secara lebih ketat.
  • Melakukan penertiban pembakaran sampah liar secara rutin, terutama di daerah pemukiman warga.
  • Mendorong penggunaan Bahan Bakar Gas (BBG), salah satunya melalui standar penyediaan pipa gas di rumah susun dan penggunaan BBG untuk transportasi publik.
  • Mempercepat ekspansi pembangunan hutan dan taman kota di lokasi-lokasi strategis.
  • Mendorong pelaksanaan dan memperluas area Car Free Day yang diadakan setiap final pekan.
  • Mewujudkan daerah larangan merokok di daerah yang diamanatkan oleh perda (Perda).
  • Mewujudkan kota yang berkesinambungan dan ramah lingkungan.
Dibuat di Jakarta, 4 Oktober 2016
Calon Gubernur DKI Jakarta 2017-2022
Basuki Tjahaja Purnama Djarot Saiful Hidayat
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017-2022


Sumber https://mastimon.blogspot.com

Loading...

Loading...
Tags

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.

Close