Kesehatan

Pemkot Makassar tak anggarkan lagi pendanaan penanggulangan HIV/AIDS – Antara Bengkulu


Makassar (ANTARA) –Pemerintah Kota Makassar tak menganggarkan lagi pendanaan penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS pada anggaran perubahan 2019 maupun untuk APBD Pokok 2020, bahkan lembaga yang menanganinya, KPA akan demisioner.

- Advertisement -

“Kondisi ini sangat memprihatinkan, karena permasalahan HIV/AIDS ini tidak kalah pentingnya dengan permasalahan terorisme yang dianggap sebagai bahaya laten,” kata mantan Wakil Wali Kota Makassar yang juga Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS/HIV (KPA) Makassar H Syamsu Rizal MI di Makassar, Selasa.

Pada diskusi tematik yang mengangkat “Penanggulangan HIV/AIDS” itu, Syamsu Rizal yang akrab disapa Deng Ichal mengimbau semua pihak agar memiliki kepedulian terhadap isu HIV/AIDS, karena ini akan berkaitan dengan generasi penerus dan SDM yang harus menghadapi masalah world ke depan.

Baca juga:Perhatian keluarga dibutuhkan agar ODHA mampu bertahan
Baca juga:JIP: tokoh masyarakat berperan sosialisasi penanganan HIV/AIDS

- Advertisement -

Baca Juga:  Sup Buatan Sendiri Mampu Melawan Malaria - VOA Indonesia

Karena itu semua pihak harus mengambil peran aktif, termasuk media dalam membantu menyosialisasikan pencegahan HIV/AIDS di lapangan.

“Ini tentu menjadi otokritik bagi saya yang pernah jadi Ketua Harian KPA,
bukan kita mau dibilang, dari sekarang kita lindungi keluarga dan lingkungan kita dengan mengambil bagian untuk membantu menanggulangi kasus HIV/AIDS,” katanya.

Sementara itu Direktur Yayasan Gaya Celebes Muh Akbar Alim mengatakan, keberpihakan pemerintah terhadap persoalan HIV/AIDS menjadi pertanyaan besar jika tidak knowledgeable anggaran dan lembaga KPA yang melakukan fungsi koordinasi dan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

Baca Juga:  Yuk, Kenali Warna Feses Bayi - 1Health

Padahal dalam perkembangan kasus HIV/AIDS di lapangan terus meningkat dari tahun ke tahun dan kini sudah hampir 13 ribu kasus di Sulsel. Dari jumlah itu, 10 ribu kasus diantaranya terjadi di Kota Makassar. Di Sulsel sendiri berada pada urutan ke-6 dari 10 besar kasus terbanyak HIV/AIDS secara nasional.

Sementara itu, Lembaga Persaudaraan Korban Makassar (LPKNM) Farid Satria mengatakan, lembaganya selama ini dalam melakukan tugas pendampingan, pendataan dan sosialisasi bahaya HIV/AIDS membutuhkan kemitraan dan peran pemerintah setempat selaku pengambil kebijakan.

Baca Juga:  PSM Vs PSIS: Sang Pecetak Gol di Makassar Absen, Awas Bruno Silva - Tribun Timur

Selama ini, kata dia, selain membangun kemitraan dengan lembaga donor, juga KPA dan lembaga terkait lainnya seperti Yayasan Yasmib dan Fitra, termasuk kelompok populasi kunci.

Baca juga:Tiada kata terlambat bertobat bagi penderita HIV/AIDS

Baca juga:Menkes RI : HIV/AIDS bisa ditekan dengan rutin konsumsi Antiretroviral


 

Mantan Wakil Wali Kota Makassar H Syamsu Rizal MI (tengah) di sela Diskusi Bulanan PKBI dan lembaga pemerhati kasus HIV/AIDS yang mengusung tema “Penanggulangan HIV/AIDS” di Makassar, Selasa (15/10/2019). ANTARA/Suriani Mappong

Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close