Beranda » Berita Terkini » Pemimpin Hong Kong Dikabarkan Akan Umumkan Pencabutan RUU Ekstradisi – detikNews

Pemimpin Hong Kong Dikabarkan Akan Umumkan Pencabutan RUU Ekstradisi – detikNews

by Bahri Mupti
Pemimpin Hong Kong Dikabarkan Akan Umumkan Pencabutan RUU Ekstradisi – detikNews


Hong Kong
Pemimpin Hong Kong,Carrie Lam, dikabarkan akan segera mengumumkan pencabutanrancangan undang-undang (RUU) ekstradisisecara resmi. RUU ekstradisi ini menjadi pemicu unjuk rasa besar-besaran selama tiga bulan terakhir yang membawaHong Kongke dalam krisis berkepanjangan.

Seperti dilansirReuters, Rabu (4/9/2019), laporan soal pengumuman pencabutan RUU ekstradisi ini disampaikan oleh media-media lokal. Seorang sumber pemerintahan Hong Kong mengonfirmasi laporan tersebut kepadaReuters.

Aksi protes di Hong Kong yang dimulai sejak pertengahan Juni lalu, awalnya memprotes pembahasan RUU ekstradisi yang mengizinkan ekstradisi tersangka ke China daratan yang pengadilannya dikendalikan oleh Partai Komunis. Semakin ke sini, aksi protes itu meluas menjadi tuntutan untuk reformasi demokrasi.

Baca Juga:  Grab dikabarkan akan akuisisi DANA, apa yang akan dilakukan GoPay? - Kontan


Tidak diketahui secara jelas apakah pengumuman yang rencananya akan disampaikan pada Rabu (4/9) waktu setempat ini, akan membantu mengakhiri unjuk rasa besar-besaran di Hong Kong. Kantor Pemimpin Eksekutif Hong belum memberikan komentar atas laporan ini.

Pencabutan RUU ekstradisi secara resmi dan permanen merupakan salah satu tuntutan demonstran Hong Kong selama ini. Beberapa waktu lalu, Lam menyatakan bahwa RUU ekstradisi ‘sudah mati’ namun dia tidak secara tegas menyatakan RUU itu sudah dicabut.

Baca Juga:  Trump Rusak Mood Investor, Harga Emas Antam Naik Rp6.000/gram - CNBC Indonesia

Hong Kong yang bekas koloni Inggris, dikembalikan ke China tahun 1997, di bawah components ‘satu negara, dua sistem’ yang menjamin kebebasan bagi seluruh warga Hong Kong. Kebebasan berunjuk rasa dan memiliki sistem hukum independen yang berlaku di Hong Kong, tidak dinikmati oleh warga China daratan.

Pengajuan RUU ekstradisi dianggap publik Hong Kong sebagai agenda terselubung China untuk mencampuri sistem hukum di kota berstatus Wilayah Administrasi Khusus itu.

Baca Juga:  Manajer Dikabarkan Hilang Tenggelam, Wuling Tunggu Pemeriksaan Polisi - Otomania.com

(nvc/ita)

Sumber

Artikel Terkait

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More