Kesehatan

Pancaroba, Waspada Demam Berdarah! – Pikiran Rakyat


PETUGAS Dinas Kesehatan melakukan pengasapan (fogging).*/ANTARA” width=”640″>

- Advertisement -

PETUGAS Dinas Kesehatan melakukan pengasapan (fogging).*/ANTARA

CIMAHI, (PR).- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mengingatkan masyarakat untuk waspada gangguan kesehatan pada musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Terutama, mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD), tren penyakit yang disebarkan nyamuk aedes aegypti itu biasanya meningkat saat musim pancaroba.

Kepala Dinkes Kota Cimahi drg. Pratiwi mengatakan, untuk mencegah kasus DBD memasuki musim peralihan dari kemarau ke hujan yang paling tepat adalah dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan gerakan 3 M, yakni menguras, menutup dan mengubur.

- Advertisement -

“Lakukan pencegahan dengan PSN,” ujarnya. Sebab, pertumbuhan nyamuk DBD  bisa terjadi di tiap genangan air.

Baca Juga:  FAKTA KESEHATAN: Lemak Sehat tak Bikin Gemuk Selain Alpukat & Kacang-kacangan, Penjelasan Ahli Gizi - Tribun Medan

“Yang penting menjaga kebersihan lingkungan masing-masing, katanya.

Berdasarkan kasus DBD tahun lalu, trennya mengalami peningkatan saat memasuki musim pancaroba. Puncaknya terjadi pada awal tahun 2019 atau saat musim hujan dengan kasus DBD Januari mencapai 349 kasus. Sedangkan, sepanjang Januari-September 2019 information kasus DBD mencapai 873 kasus.

Sebagai upaya pencegahan lainnya, Dinkes Kota Cimahi menyarankan masyarakat menanam tanaman yang bisa mengusir nyamuk seperti bunga lavender, daun siri dan daun mint. Sebab, tanaman-tanaman tersebut diyakini bisa mengusir nyamuk penyebar virus dengue.

Baca Juga:  Waspada! Penyakit Menular Mengintai Saat Musim Penghujan | Lifestyle - Arah

“Kita anjurkan menanam tanaman yang bisa mengusir nyamuk. Contoh bunga lavender, daun siri, daun mint,” katanya.

Pihaknya juga sudah menyediakan abate yang bisa didapatkan masyarakat di 13 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se-Kota Cimahi secara gratis. “Free of price, tinggal ambil di Puskesmas,” ucapnya.

Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Romi Abdurakhman didampingi workers Eka Febriana mengatakan, peningkatan kasus DBD biasanya akibat banyaknya genangan air yang tidak terperhatikan oleh masyarakat sehingga menjadi media untuk tumbuhnya populasi nyamuk.

“Mau musim hujan banyak genangan air, di situ banyak nyamuk baru dan populasi nyamuk meningkat,” katanya.

Baca Juga:  Waspada, Pangan "Sugar Free" Ternyata Pakai Pemanis Buatan - Kompas.com - KOMPAS.com

Untuk mencegah peningkatan kasus DBD, lanjutnya, pihaknya mulai melakukan persiapan. Seperti terus menggalakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). “Kalau pencegahan pasti dilakukan sebelum penularan. Dari mulai sekarang digiatkan lagi PSN,” ujarnya.

Pihaknya sudah memiliki konsep baru dalam melakukan PSN, yakni dengan dengan membentuk kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di setiap rumah. Kadernya dari salah satu anggota keluarga di setiap rumah.

“Strateginya kita minta ke Puskesmas buat percontohan. Setiap kelurahan satu RW dulu jadi percontohan. Nanti kita evaluasi,” katanya.***

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close