Bisnis

Palangkaraya Beruntung Tak Dipilih Menjadi Ibu Kota Baru – ayobandung.com


Kabupaten Penajam Paser Utara-Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur telah dipilih sebagai ibu kota baru Republik Indonesia, menyisihkan Kalimantan Tengah dan Sulawesi Barat. Presiden Joko Widodo sudah menyurati DPR terkait risalah ini.

- Advertisement -

Setelah menerima surat, DPR menggelar Sidang Paripurna dengan agenda utama pembacaan surat presiden tersebut pada 27 Agustus lalu. Berdasarkan tata cara yang berlaku, surat kemudian dibahas pada rapat pimpinan Dewan dan dibawa ke badan musyawarah. Hasil pembahasan di Bamus akan disampaikan ke komisi-komisi .

DPR kelak membentuk panitia khusus bila pemerintah telah menyampaikan RUU pemindahan ibu kota. Menurut Ketua Bappenas Bambang Brodjonegoro, RUU akan disampaikan tahun ini juga.

Bila isu perundangan-undangan ini beres, maka pemerintah akan membentuk badan otoritas seperti di pulau Batam. Badan yang memiliki wewenang kuat dan terdiri dari berbagai instansi serta bekerja dalam satu atap.

- Advertisement -

Pembangunan infrastruktur pertama dimulai tahun depan sedangkan pemerintah akan pindah 2024.  Tak lama kemudian, Jokowi- Ma’ruf Amien akan mengakhiri masa jabatannya, dengan meninggalkan warisan yang dikenang sepanjang masa.

Belum diketahui bagaimana desain ibu kota baru ini. Apakah seperti Putrajaya Kuala Lumpur? Sama dengan Washington DC atau Canberra ACT ( Australian Capital City) yang serba lengkap?

Putrajaya luasnya 35 km dan berisi gedung-gedung pemerintahan yang terpencar di atas bukit. Luas keseluruhan mencapai 46 km persegi. Pembangunan pusat pemerintahan ini dirampungkan dalam waktu enam tahun. Relatif cepat karena medannya tak begitu sulit dan transportasi barang serta jasa relatif lancar. PM Mahathir Muhammad juga berduit walau terganggu resesi.

Pembangunan Ibu Kota Amerika Serikat dan Australia menelan waktu puluhan tahun. Hasilnya tidak mengecewakan. Aspek eksekutif, yudikatif, dan legislatif terwakili. Begitupula tentang kebudayaan, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kesenian.

Baca Juga:  Kenalkan, Ini Direktur Baru Xiaomi Indonesia - WartaEkonomi.co.id

Bila di Canberra jarak dari satu bangunan ke bangunan yang lain berjauhan, maka di Washington DC relatif dekat. Gedung Putih, gedung Congress, Monumen Thomas Jefferson, Tugu Washington, Monumen Perang Vietnam, Lincoln Memorial dan berbagai museum bisa didatangi dengan berjalan kaki. Semua bangunan berkerumuman pada satu kawasan inti yang berbentuk persegi empat panjang yang disebut The National Mall. Sedikit lebih jauh ada JF Kennedy for Performing Arts, gedung indah di tepian sungai Potomac.

Luas Washington DC 177 km. Yang menarik gedung-gedung instansi pemerintah termasuk FBI dan CIA serta lembaga internasional dibuka untuk kunjungan wisata. Alhasil, Washington memiliki citra sebagai ibu kota pemerintahan, budaya, pariwisata, dan pendidikan karena di sana juga ada kompleks universitas ternama seperti Universitas George Washington, National Intelligence College, Universitas Georgetown.

Canberra, seluas 814,2 km persegi sama saja. Kantor-kantor pemerintahan ada satu kawasan. Begitupun pusat bisnis. Adapun Royal Militia College, Duntroon berlokasi di pinggiran menuju Bandara. Pada bulan tertentu di Canbera ada competition bunga, kita dapat melihat mawar warna-warni sebesar piring makan.   

Bangunannya di kedua kota mengandung falsafah tertentu. Gedung Putih misalnya, jauh lebih kecil dan ketinggiannya lebih rendah ketimbang gedung Congress yang besar, megah dan berundak-undak, dimana para wakil rakyat berkantor. Gedung Parlemen di Canberra dapat didaki sampai ke puncaknya, maknanya kepala anggota parlemen di bawah kaki rakyat.

Begitu rinci pembangunan gedung di kedua kota maka Washington DC dan Canberra ACT sah menjadi etalase negara. Mengesankan!

Baca Juga:  Kawasaki Luncurkan Ninja 250 4 Silinder di Tokyo Motor Show 2019 - Detikcom

Empat Tahun!

Ibu Kota baru RI akan berada di kawasan seluas 30 ribu hingga 40 ribu hektar dimana ada puluhan gedung dan segala hal yang harus dimiliki sebuah ibukota atau pusat pemerintahan. Jumlah pegawai dan keluarganya yang akan dipindahkan mencapai 900 ribu sampai 1,2 juta jiwa  Total biaya diperkirakan Rp460 triliun tetapi bisa bertambah lantaran faktor inner maupun eksternal.

Pemindahan ibu kota atau pusat pemerintahan adalah kerja besar dengan segala konsekuensinya. Bila Putrajaya dibangun dalam waktu enam tahun, Penajam-Kutai bisa lebih lama.

Perlu disadari, perencanaan tata ruang dan tata kota memerlukan kecermatan dan ketegasan. Padahal, pengalaman menunjukkan selalu ada kelemahan pada koordinasi, mengabaikan detil perencanaan dan mengenyampingkan peraturan.

Pembangunan bukan sekedar berurusan dengan biaya yang bisa dicari dari BUMN, kantong pemerintah atau swasta. Ada faktor-faktor lain yang memerlukan penanganan ekstra dan koordinasi yang baik. 

Misal, jumlah buruh di Kalimantan, tidak memadai untuk membangun infrastruktur dan gedung-gedung. Dipastikan buruh-buruh bangunan akan datang dari berbagai pulau dan paling banyak dari pulau Jawa. Kedatangan mereka akan diikuti dengan para pedagang formal.

Kehadiran ribuan pendatang memerlukan ketersediaan sandang, pangan, papan dan alat transportasi dalam jumlah yang luar biasa. Seandainya hal ini tidak ditata dengan baik maka akan menimbulkan kondisi lingkungan yang sangat kumuh. Disparitas antara kaya-miskin melebar. Bukan mustahil pula tingkat kriminalitas bertambah.

Aspek-aspek sosial selalu mengikuti kegiatan ekonomi. Aspek ini sering tak terjangkau dengan alasan bukan bidang kami dan sebagainya. Sudah lama dipahami bahwa ilmu ekonomi memiliki keterbatasan, jadi pembangunan ibu kota atau pemerintahan baru memerlukan pendekatan multi disiplin.

Baca Juga:  Bukan Beruntung, Ini Faktor Kemenangan PSS Sleman atas Kalteng Putra - Bolasport.com

Merepotkan

Pembangunan ibu kota atau pusat pemerintahan baru membuka sisi peluang bisnis dan sisi masalah yang belum pernah terjadi sebelumnya, karena pemerintah hanya memiliki pengalaman dalam pemekaran kecamatan menjadi kabupaten dan kabupaten menjadi provinsi. Atau paling jauh pengembangan pulau Batam. Artinya, jumlah biaya, skala pembangunan serta dampak negatifnya lebih terbatas.

Tidak berlebihan bila kawasan yang terletak di kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, Gunung Mas, dan Pulang Pisau beruntung tak terpilih sekalipun Provinsi Kalimantan Tengah punya latar belakang sejarah yang kuat. Paling tidak karena akan terbebas dari implikasi negatif yang tidak terduga dan berkepanjangan.

Tinggal bagaimana mengembangkan produk perkebunan agar bernilai tambah. Membangun basis ekonomi untuk memasok kebutuhan ibu kota baru. Mengembangkan lembaga-lembaga pendidikan yang berkualitas. Membangun masyarakat yang rukun dan agamis.

Kalteng dengan Ibu Kota Palangkaraya yang dirancang Bung Karno dewasa ini, ber-Indeks Kebahagian 70,85 atau di urutan 22 dari 34 provinsi. Lebih baik dari indeks Kebahagian Jawa Barat yang berada di peringkat ke 29 dengan 69,58. Maluku Utara di posisi pertama dengan 75, 68 poin.

Betapa nyaman tinggal di Palangkaraya. Banyak tempat beribadah. Lalu lintas serba lancar sekalipun ada acara akbar di Bundaran Besar. Pegawai negeri hanya perlu waktu singkat untuk sampai di kantor.  Kalau tak ada kerjaan, bisa makan gorengan dengan sambal petis di jalan Ahmad Yani. Apa lagi yang mau dicari?

Farid Khalid

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close