Beranda » Berita Terkini » Nonton It Chapter 2 Waspada Coulrophobia, Apa Itu? – VIVA – VIVA.co.id

Nonton It Chapter 2 Waspada Coulrophobia, Apa Itu? – VIVA – VIVA.co.id

by Derian Wiranto
Nonton It Chapter 2 Waspada Coulrophobia, Apa Itu? – VIVA – VIVA.co.id


VIVA – Banyak orang tentu sepakat bahwa sosok Pennywise atau tokoh utama dalam movieIT: Chapter 2sangat menyeramkan. Dengan senyum menyeringai dan tatapan mata yang tajam, sosok Pennywise sukses menjadi teror bagi banyak orang. 

Secara umum, sebagian orang memang memiiki ketakutan atau fobia tersendiri terhadap badut. Fobia tersebut dikenal dengan istilahCoulrophobia, berarti ketakutan yang terus-menerus dan tidak rasional terhadap badut. 

Seperti dilansir dari situsFearof.winkata ini bisa berasal dari bahasa Yunani ‘Kolon’ yang berarti jangkungan atau pejalan kaki yang sering digunakan oleh badut. Kata badut berasal dariCloyne, ClodatauColonus– seorang penduduk desa pedesaan, petani, yokel atau seseorang yang tidak memiliki akal sehat.

Baca Juga:  One Piece Chapter 955 Tidak Akan Rilis, Ini Sebabnya - Greenscene

Seorang yang memilikiCoulrophobicmelaporkan perasaan “terguncang dan trauma” saat melihat atau bahkan hanya memikirkan badut. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh rumah sakit di Inggris menunjukkan bahwa mendekorasi bangsal anak-anak dengan gambar badut sebenarnya menjadi bumerang ketika lebih dari 250 anak-anak (dalam kelompok usia 4 hingga 16) melaporkan tidak menyukai gambar tersebut.

Bukan hanya anak-anak yang menderita ketakutan ini, banyak juga orang dewasa mengalami gangguan kecemasan, khususnya dewasa paruh baya. Berbagai media, new dan movie sepertiITdiduga sebagai faktor penyumbang utama dalam histeria massa atau rasa takut pada badut. 

Baca Juga:  Bau Kaki Mengganggu, Yuk Singkirkan dengan Cara Sederhana - Health Akurat

Lantas apa yang menyebabkan seorang mengalami Coulrophobia?

Seperti yang dinyatakan di atas, representasi badut jahat di media adalah kontributor besar untuk menanamkan fobia ini pada orang dewasa muda atau yang berpikiran cemas. Badut dan pelawak mungkin telah ada selama ribuan tahun.

Psikolog percaya bahwa, seperti dalam kasus fobia spesifik lainnya, ketakutan terhadap badut bisa berakar dalam pada masa kanak-kanak, terutama karena anak-anak di bawah usia 4 tahun sangat reaktif terhadap tipe tubuh yang akrab dan wajah yang tidak dikenal. 

Baca Juga:  Lampard Tak Menyangka Chelsea Menang Telak Atas Southampton - Bola.com

Untuk mengatasi fobia terhadap badut dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti fobia lain yakni secara bertahap bersentuhan dengan objek ketakutan seseorang sehingga ia memiliki respons yang lebih terkontrol terhadap objek itu, dalam hal ini badut. Untungnya,Coulrophobiatidak memengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang karena fobia umumnya dapat menghindari situasi (sirkus, pesta ulang tahun, dan lain-lain).

Namun, jika fobia mengganggu kehidupan profesional atau pribadi seseorang, yang terbaik adalah mencari konseling psikoterapi untuk itu. Ini termasuk metode seperti NLP atauNeuro-linguistic programming, Hypnotherapyatau Desensitisasi bertahap atau sistematis yang dilakukan dengan bantuan terapis terlatih.

Sumber

Artikel Terkait

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More