Bisnis

Ngamuk! Emas Melesat 1% ke US$ 1.517/Troy Ons Malam Ini – CNBC Indonesia

Ngamuk! Emas Melesat 1% ke US$ 1.517/Troy Ons Malam Ini Foto: Emas Batangan dan Koin dalam brankas Pro Aurum di Munich, Jerman pada 14 Agustus 2019. (REUTERS/Michael Dalder)

           <div>

               <strong>Jakarta, CNBC Indonesia -&nbsp;</strong>Harga emas dunia melesat nyaris 1% memasuki perdagangan sesi Amerika Serikat (AS) Jumat (25/10/19). Buruknya data ekonomi AS belakangan ini memicu kembali kecemasan akan terjadinya resesi, yang membuat harga emas naik.

Sejak pekan lalu harga emas tertahan di bawah US$ 1.500/troy ons, baru pada Kamis kemarin menembus level psikologis itu. Malam ini, logam mulia itu “mengamuk”, dan melesat 1% ke level US$ 1.517,70/troy ons, sebelum diperdagangkan di level US$ 1.513,81/troy ons atau menguat 0,7% pada pukul 20: 56 WIB, di pasar self-discipline melansir data Refinitiv.

- Advertisement -

Kecemasan akan terjadinya resesi membuat peluang pemangkasan suku bunga di Amerika Serikat (AS) menjadi sentimen yang membuat harga emas mampu menembus level psikologis tersebut.

Baca Juga:  Namanya Kawasaki Z H2, Naked Sport Kawasaki Terbaru yang Pakai Supercharger! - GridOto.com

- Advertisement -

Berdasarkan data piranti FedWatch milik CME Group, pelaku pasar melihat probabilitas sebesar 93,5% monetary institution sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan memangkas suku bunga 25 foundation poin (bps) menjadi 1,5-1,75% pada 30 Oktober (31 Oktober dini hari WIB). Probabilitas itu bertahan di atas 90% setelah rilis data ekonomi AS yang mengecewakan Kamis lalu.

Departemen Perdagangan AS melaporkan pada pesanan barang tahan lama AS turun 1,1% di bulan September secaramonth-on-month(MoM). Sementara, pesanan barang tahan lama inti (tak memasukkan sektor transportasi) turun 0,3% MoM. Penurunan tersebut lebih buruk dari prediksi Forex Manufacturing facility masing-masing pada 0,5% dan 0,2%.

Selain itu, hubungan AS-China yang kembali terlihat merenggang juga membuat pelaku pasar kembali ragu akan ditandatanganinya kesepakatan dagang antara kedua belah pihak. Emas sekali lagi mendapat keuntungan dari hal tersebut.

Baca Juga:  Saham Melesat, Kapitalisasi Pasar Chandra Asri Naik Rp 11 T - CNBC Indonesia

MengutipBloombergyang mendapatkan informasi dari pihak-pihak yang mengetahui masalah tersebut, China berniat untuk meningkatkan pembelian produk agrikultur asal AS senilai US$ 20 miliar dalam waktu satu tahun jika kesepakatan dagang tahap satu dengan AS bisa diteken.

Hal ini jelas berpotensi menimbulkan masalah baru. Pasalnya, AS menyebut bahwa kesepakatan dagang tahap satu dengan China akan memasukkan komitmen dari Beijing untuk menambah pembelian produk agrikultur asal AS senilai US$ 40 miliar hingga US$ 50 miliar per tahun (bukan US$ 20 miliar seperti yang saat ini diberitakan).

Meski demikian, tren penguatan harga emas diprediksi sudah berakhir oleh Capital Economics. Lembaga riset makroekonomi ternama yang berbasis di London ini bahkan memprediksi harga emas akan merosot dua tahun ke depan.

Melansir kitco.com, chief commodities economist di Capital Economics, Caroline Bain memproyeksikan harga emas dunia berada di kisaran US$ 1.350/troy ons di akhir 2020. “Tren kenaikan harga emas sudah berakhir,” ujarnya.

Baca Juga:  Emas Antam Melesat Naik, Ini Harga Koin Dinar Hari Ini - CNBC Indonesia

Untuk tahun 2021, harga emas diprediksi masih akan turun lagi ke kisaran US$ 1.250/troy ons. Sementara untuk akhir tahun ini, harga emas diprediksi akan berada di kisatan US$ 1.500/troy ons. “Di tahun ini, harga emas diuntungkan oleh ketidakpastian ekonomi, peningkatan tensi geopolitik, serta pemangkasan suku bunga di AS” kata Bain.

Capital Economics memprediksi di tahun depan pertumbuhan ekonomi world akan membaik, yang membuat selera terhadap risiko (threat proceed for meals) pelaku pasar meningkat, dampaknya emas tidak akan menarik lagi. Bain mengatakan “investasi terbaik” untuk tahun depan bukan logam mulia.

TIM CNBC INDONESIA (pap/pap)

           </div>






       </div><br><a href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20191025205441-17-110316/ngamuk-emas-melesat-1-ke-us--1517-troy-ons-malam-ini" class="crf_nowrap button purchase" rel="nofollow noopener noreferrer" target="_blank">Sumber</a>

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close