Bisnis

Mobil Listrik Makin Murah, Bakal Dapat Diskon ‘Off The Road’ – Detikcom


Jakarta– Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bakal merampungkan insentif buatkendaraan murni listrikpada tahun depan. Insentif tersebut diatur pada penetapan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) mulai 2020.

- Advertisement -

Direktur Perencanaan Anggaran Direktorat Jenderal Keuangan Daerah Kemendagri Arsan Latif mengatakan insentif versi Kemendagri tidak diwujudkan dalam nilai rupiah, namun berupa persentase pemangkasan NJKB yakni ketika statusnya masih off the avenue.

“Memang ada insentif, tapi kebijakannya tidak menyebut rupiah. Ini yang kami diskusikan juga dengan Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) dan AISI (Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI),” kata Arsan seperti dikutip dariCNNIndonesia.com.

- Advertisement -

Saat konsumen membeli kendaraan sebetulnya ada dua jenis harga yang umum dikenal, yaitu off the avenue (NJKB) dan on the avenue. Kendaraan off the avenue berarti statusnya belum dikenakan perpajakan jadi belum bisa digunakan di jalan. Sedangkan harga on the avenue yang kebanyakan ditawarkan diler merupakan kebalikannya.

Baca Juga:  VIDEO: Kejadian 'Memalukan' di Peluncuran Truk Listrik Tesla - CNN Indonesia

Komponen perpajakan yang membuat harga kendaraan baru menjadi on the avenue setidaknya ada tiga yang dihitung berdasarkan NJKB. Misalnya di Jakarta saat ini banderol kendaraan baru on the avenue dikenakan tiga komponen pajak yaitu Bea Balik Nama (BBN) sebesar 10 persen, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen, dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) 2 persen.

Baca Juga:  Mobil Dinas Baru Menteri Jokowi Sudah Siap Dikirim - Kompas.com - Otomotif Kompas.com

“Nah insentifnya jadi dari dasar pengenaan pajak. Tanpa komponen pajak. Insentifnya bukan rupiah, tapi persen,” kata dia.

Arsan mengatakan besar persentase insentif masih digodok Kemendagri bersama pemerintah lain termasuk Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hitung-hitungan insentif yang diberikan juga disebut bukan berdasarkan kapasitas baterai atau kapasitas motorkendaraan listrik.

Insentif ini dijelaskan Arsan berlaku hanya buat kendaraan murni listrik.

Baca Juga:  Saat Jasa Transportasi Online Kian Menjamur... - Kompas.com - KOMPAS.com

“Jadi masih rapat kami dengan Kemenkeu. Yang penting kendaraannya ini listrik murni bukan hybrid atau semacamnya. Karena kalau hybrid itu masih ada bahan bakarnya,” kata dia.

Arsan menuturkan besar insentif bakal berlaku nasional. Semua kendaraan listrik potongan persentase atau insentifnya akan sama di tiap daerah.

Simak Video “Perpres Kendaraan Listrik Siap, Jokowi Tinggal Tanda Tangan
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close