Bisnis

Mobil Listrik Makin Murah, Bakal Dapat Diskon ‘Off The Road’ – CNN Indonesia

Mobil Listrik Makin Murah, Bakal Dapat Diskon 'Off The Road'Pengisian daya mobil listrik di Indonesia Eletric Motor Level to 2019 yang diselenggarakan di Balai Kartini, Jakarta, Rabu(4/8). (CNN Indonesia/Daniela Dinda)

               Jakarta, CNN Indonesia -- Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kementerian Dalam Negeri (<span><strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/tag/kemendagri" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span>Kemendagri</span></a></strong></span>) bakal merampungkan insentif buat&nbsp;<span><strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/tag/kendaraan-listrik" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span>kendaraan murni listrik</span></a></strong></span>pada tahun depan. Insentif tersebut diatur pada penetapan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) mulai 2020.

Direktur Perencanaan Anggaran Direktorat Jenderal Keuangan Daerah Kemendagri Arsan Latif mengatakan insentif versi Kemendagri tidak diwujudkan dalam nilai rupiah, namun berupa persentase pemangkasan NJKB yakni ketika statusnya masihoff the avenue.

- Advertisement -
Baca Juga:  Mobil Esemka Disindir, Istana Minta Jangan Nyinyir - detikNews

“Memang ada insentif, tapi kebijakannya tidak menyebut rupiah. Ini yang kami diskusikan juga dengan Gaikindo dan AISI (Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI),” kata Arsan saat dihubungi lewat telepon, Selasa (8/10).

Saat konsumen membeli kendaraan sebetulnya ada dua jenis harga yang umum dikenal, yaituoff the avenue (NJKB) danon the avenue.

Kendaraanoff the avenueberarti statusnya belum dikenakan perpajakan jadi belum bisa digunakan di jalan. Sedangkan hargaon the avenueyang kebanyakan ditawarkan vendor merupakan kebalikannya.

- Advertisement -

Komponen perpajakan yang membuat harga kendaraan baru menjadion the avenuesetidaknya ada tiga yang dihitung berdasarkan NJKB. Misalnya di Jakarta saat ini banderol kendaraan baruon the avenuedikenakan tiga komponen pajak yaitu Bea Balik Nama (BBN) sebesar 10 persen, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen, dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) 2 persen.

Baca Juga:  Cari Mobil? Ada Lelang Pajero Hingga Alphard Bekas Milik Terpidana Koperasi Pandawa - KOMPAS.com

“Nah insentifnya jadi dari dasar pengenaan pajak. Tanpa komponen pajak. Insentifnya bukan rupiah, tapi persen,” kata dia.

Arsan mengatakan besar persentase insentif masih digodok Kemendagri bersama pemerintah lain termasuk Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hitung-hitungan insentif yang diberikan juga disebut bukan berdasarkan kapasitas baterai atau kapasitas motor kendaraan listrik.

Insentif ini dijelaskan Arsan berlaku hanya buat kendaraan murni listrik.

Baca Juga:  Dhuuuaar! Mobil Ini Meledak Karena Dipakai Jualan Tahu Bulat - Detikcom

“Jadi masih rapat kami dengan Kemenkeu. Yang penting kendaraannya ini listrik murni bukan hybrid atau semacamnya. Karena kalau hybrid itu masih ada bahan bakarnya,” kata dia.

Arsan menuturkan besar insentif bakal berlaku nasional. Semua kendaraan listrik potongan persentase atau insentifnya akan sama di tiap daerah.(ryh/fea)

              </div>


          </div><br><a href="https://cnnindonesia.com/teknologi/20191008183741-384-437851/mobil-listrik-makin-murah-bakal-dapat-diskon-off-the-road" class="crf_nowrap button purchase" rel="nofollow noopener noreferrer" target="_blank">Sumber</a>

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close