Beranda » Bisnis » Meneropong prospek saham-saham yang masuk dalam portofolio reksadana Minna Padi – Kontan

Meneropong prospek saham-saham yang masuk dalam portofolio reksadana Minna Padi – Kontan

by Ulpatul
5 views
Meneropong prospek saham-saham yang masuk dalam portofolio reksadana Minna Padi – Kontan

ILUSTRASI. Investor melintas di depan papan pergerkan saham di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Kamis (28/11). BEI menargetkan total efek yang akan tercatat di 2020 sebanyak 76 efek dan nilai transaksi harian saham sebesar Rp 9,5 triliun.

Reporter:Ika Puspitasari| Editor:Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membubarkan enam produk reksadana manager investasi Minna Padi Aset Manajemen (MPAM). Adapun total nilai dana kelolaan enam reksadana Minna Padi mencapai sekitar Rp 6 triliun.

Dalam proses pembayaran reksadana MPAM ini tentu akan mempengaruhi saham-saham yang masuk dalam portofolio RD MPAM. Pasalnya MPAM harus melepas kembali saham-saham tersebut dalam jangka waktu 60 hari.

Baca Juga:  Catatkan Rugi, Saham SSMS Tertinggal Kenaikan Harga CPO Dunia - CNBC Indonesia

Baca Juga:IHSG tertekan selama sepekan, berikut rekomendasi dari Samuel Sekuritas

Pada penutupan perdagangan Kamis (28/11), salah satu saham yang masuk dalam portfolio MIPAM yakni saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 1,81% ke level 6.775, kemudian PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga melemah 1% ke level 7.400, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga melemah 3,85% ke harga 750 per saham, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) terkoreksi 1,53% ke harga 1.285 per saham, dan PT Wijaya Karya (WIKA) terkoreksi 2,28% ke level 1.790 per saham.

Baca Juga:  Hari Ini, Harga Emas Naik, Berikut Rincian Lengkap Harga Emas - Serambi Indonesia

Head of Investment ResearchInfovesta Utama Wawan Hendrayana memprediksi penurunan harga saham-saham ini akan terjadi dalam kurun waktu satu minggu hingga dua minggu ke depan. Ia mengaku banyak saham-saham blue chips yang terdapat dalam portfolio MPAM sehingga mempengaruhi pasar.

“Memang berpengaruh, tapi tidak terlalu signifikan, nilai transaksinya mencapai sekitar Rp 6 triliun, tapi kan OJK memberi waktu 60 hari sehingga tidak terlalu signifikan,” katanya pada Kontan, Kamis (28/11).

Menurutnya, memang saham-saham dengan tingkat likuiditas yang tinggi akan banyak dijual dan akan mengalami penurunan misalnya saja untuk saham yang masukLQ45danKompas 100.

Baca Juga:  Unilever (UNVR) Berencana Stock Split - Bisnis.com

Baca Juga:Proyeksi IHSG: Ada Peluang Technical Rebound

Dalam kondisi saat ini, sambungnya, investor bisa mengambil kesempatan untuk membeli saham-saham dengan fundamental yang baik di saat harga-harganya melemah.

Ia menganggap saham sektor perbankan masih menarik lantaran ada kemungkinan suku bunga akan kembali dipangkas pada tahun depan. Ia menyarankan investor untuk beli saham perbankan seperti BBNI dengan target harga Rp 8.000.

Baca Selengkapnya>>>

Artikel Terkait

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More