Olahraga

Mencari Posisi Terbaik untuk Dele Alli di Spurs – Panditfootball Indonesia


Dele Alli baru akan memulai musim 2019/2020 bersama Tottenham Hotspur. Gelandang berusia 23 tahun ini tidak bisa bermain sejak pekan pertama karena cedera hamstring yang dideritanya. Ia hanya sempat bermain saat menjadi pengganti Erik Lamela dalam pertandingan melawan Arsenal yang berakhir dengan skor imbang 2-2. Berada di bangku cadangan, Alli tak dimainkan saat Tottenham menang 4-0 atas Crystal Palace.

- Advertisement -

Highlights pertandingan Arsenal 2-2 Tottenham (Highilights)

Pochettino akhirnya kembali memasukkan Dele Alli ke dalam initiating line-up saat Spurs menjalani pekan pertama Liga Champions melawan Olympiakos. Bertandang ke Yunani, Spurs sempat unggul 2-0 melalui penalti Harry Kane dan gol yang dicetak Lucas Moura. Namun keunggulan tersebut tidak berlangsung lama. Olympiakos berhasil menyamakan kedudukan melalui gol yang dicetak Podence dan Valbuena.

Alli bermain selama 73 menit sebelum digantikan oleh Son Heung-min. Ia melepaskan dua tendangan dengan salah satunya mengarah ke gawang, serta 84% akurasi operan selama 73 menit bermain tersebut. Alli juga sebenarnya berkontribusi saat terjadinya penalti di gol pertama Tottenham. Ia memberikan operan kepada Kane yang kemudian dijatuhkan di dalam kotak penalti. Namun tentu saja itu tidak bisa dibilang sebagai sebuah support.

- Advertisement -

Secara umum, beberapa pihak kecewa dengan permainan Alli melawan Olympiakos. Salah satunya adalah mantan gelandang Tottenham, Jermaine Jenas. Jenas merasa Alli belum kembali ke performa terbaiknya pasca cedera yang dialaminya di awal musim. Hal senada dikatakan juga oleh Rio Ferdinand yang mengatakan bahwa Alli harus segera menemukan create terbaiknya jika ingin bersaing di jajaran gelandang top Inggris.

Baca Juga:  Posisi Lima Besar di Depan Mata, Lawan Berjatuhan, Persib Bandung Masih Punya 1 Laga Tunda - Tribun Jabar

Jika kita melihat lebih jauh, performa Dele Alli dari musim ke musim memang cenderung menurun. Alli didatangkan dari MK Dons pada musim panas 2015. Ketika itu, Alli yang masih berusia 19 tahun langsung menarik perhatian Liga Primer Inggris dengan mencetak 10 gol dari 33 penampilannya. Sebuah catatan yang luar biasa bagi pemain muda Inggris di Liga Primer.

Musim berikutnya, penampilan Alli semakin bersinar. Ia menyumbangkan 18 gol bagi Spurs dari 37 penampilannya di Liga Primer Inggris. Performa ini membuat Alli langsung dilirik pelatih tim nasional Inggris, Gareth Southgate dan dipercaya mengisi lini tengah Inggris di Piala Dunia 2018.

Namun musim 2017/18 dan 2018/19 performa Alli justru menjadi menurun. Pada musim 2017/18 Alli hanya mampu menyumbangkan 9 gol dari 36 penampilan. Musim berikutnya semakin mengecewakan, masalah cedera membuatnya hanya mampu bermain dalam 25 pertandingan Liga Primer Inggris bersama Spurs dan hanya menyumbangkan 5 gol.

Cara menyaksikan pertandingan pekan keenam Liga Primer Inggris Leicester Metropolis vs Tottenham Hotspur (klik di sini)

Kondisi ini kontras dengan apa yang ditunjukkan oleh rekan setimnya asal Korea Selatan, Son Heung-min. Son yang juga didatangkan pada musim panas 2015 menunjukkan performa yang konsisten setiap musimnya. Setelah menjalani musim pertamanya dengan beradaptasi permainan Inggris, Son konsisten menyumbangkan lebih dari 10 gol bagi Tottenham pada musim 2016/17 sampai 2018/2019.

Baca Juga:  Drama Perburuan Neymar Berakhir, Barcelona Menyerah - Kompas.com - KOMPAS.com

Hal ini membuat posisi Alli harus bergeser dari sebelumnya. Pochettino tidak lagi menempatkan Alli di belakang Harry Kane yang menjadi posisi favoritnya. Posisi ini lebih sering diisi oleh Son yang menunjukkan performa lebih stabil. Alli harus rela bermain lebih ke belakang atau bermain di sisi kanan atau kiri Tottenham Hotspur.

Pergeseran posisi ini pula yang dianggap banyak pihak menjadi penyebab menurunnya performa Dele Alli. Namun tentu saja Pochettino tidak bisa disalahkan, sudah sewajarnya ia memilih pemain yang paling baik untuk menempati setiap posisi di lapangan. Ketika satu pemain tidak menunjukkan performa yang baik maka akan ada pemain lain yang siap mengisi posisi tersebut.

Memasuki musim 2019/20, posisi Dele Alli semakin tidak menguntungkan. Cedera di awal musim tidak hanya membuatnya tidak bisa bermain pada laga-laga awal, namun juga membuatnya terancam kehilangan posisi reguler di Tottenham Hotspur.

Highlights pertandingan Manchester Metropolis vs Tottenham Hotspur (Highlights)

Son sudah semakin on fire. Dua golnya saat melawan Crystal Palace membuat Pochettino sepertinya akan memilih pemain berusia 27 tahun ini sebagai pendamping Harry Kane di depan. Di lini kedua yang menjadi posisi Dele Alli musim lalu saat dia hanya mampu menyumbangkan 5 gol, Pochettino memiliki opsi 3 pemain, Christian Eriksen, Erik Lamela, dan Lucas Moura. Ketiganya merupakan pemain serba bisa yang mampu bermain di sayap maupun tengah lapangan.

Baca Juga:  Mencari Juru Selamat Bank Muamalat - Bisnis.com

Pada bagian gelandang bertahan, Tottenham baru mendatangkan pemain muda Perancis, Tanguy Ndombele. Selain itu, Harry Winks juga sudah mulai bisa dipercaya mengisi posisi gelandang bertahan Spurs. Terbukti dalam 5 penampilan pertamanya di musim ini, Winks sudah mencatatkan diri sebagai pemain dengan jumlah tekel terbanyak ketiga di Spurs.

Dari sini timbul pertanyaan, di posisi mana Alli akan dimainkan musim ini? Di belakang penyerang sepertinya sudah milik Son. Posisi penyerang sayap dimainkan Moura dan Lamela dengan lebih baik. Begitu pula gelandang tengah yang sudah ada Eriksen, Ndombele, dan Harry Winks.

Highlights pertandingan Tottenham Hotspur vs Crystal Palace (Highlights)

Apakah Alli akan dirotasi dengan pemain lainnya? Mungkin ini opsi terbaik yang bisa didapat Alli. Namun, menit bermain berkurang artinya berkurang juga kesempatannya untuk masuk skuat inti Inggris. Terlebih tim nasional Inggris juga sedang memiliki banyak pemain muda berbakat seperti Mason Mount, Jadon Sancho, Todd Cantwell, dan yang lainnya.

Akhir pekan ini, Tottenham akan bertandang ke markas Leicester Metropolis. Kedua tim sama-sama mengumpulkan poin delapan dengan 2 kali kemenangan, 2 kali imbang, dan 1 kali kalah. Tottenham hanya unggul selisih gol sehingga berada di posisi ketiga, dan Leicester di posisi kelima.

Pertandingan ini dapat Anda saksikan di Mola Polytron Streaming dan Mola Parabola.

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close