Bisnis

Masih Ada Kesenjangan 4G antara Kota dan Desa di Indonesia – Tekno Kompas.com


KOMPAS.com– Jaringan seluler 4GLTE sudah hadir di Indonesiasejak akhir 2014. Namun, ketersediaannya masih belum merata di semua daerah. Antara perkotaandan desa, misalnya, masih ada kesenjangan soal koneksi 4G.

- Advertisement -

Menurut data terbaru dari perusahaan riset jaringancell, OpenSignal, daerah perkotaan berpenduduk padat di Indonesia lebih mudah menjangkau jaringan web4G ketimbang daerah pedesaanyang penduduknya lebih sedikit.

OpenSignal mengunakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengklasifikasi daerah-daerah berdasarkan kepadatan penduduk.

Baca juga:Ketersediaan 4G di Indonesia Tinggi, Tapi Kecepatannya Rendah

- Advertisement -

Hasilnya, daerah perkotaan berpenduduk lebih dari 1.000 jiwa per kilometer persegi mendapatkan koneksi 4G sebanyak 89,7 persen dari complete waktu terhubung ke jaringan (ketersediaan,availability4G).

Baca Juga:  Satgas Waspada Investasi Akan Gandeng Kedubes RI Berantas Fintech Ilegal - Kompas.com - KOMPAS.com

Sementara daerah berpenduduk paling jarang, yakni 50 jiwa per kilometer persegi, hanya bisa menjangkau 4G hingga 76 persen dari complete waktu terhubung ke jaringan. Selisih kedua jenis daerah mencapai 13 persen.

Apabila angkaavailability3G dan 4G digabungkan, maka selisih antara daerah kota dan desa berkurang menjadi 10,3 persen, menurut penjelasan OpenSignal dalam keterangan tertulis yang diterimaKompasTekno, Minggu (17/11/2019).

Grafis kesenjangan koneksi jaringan 4G di Indonesia dari data yang ditemukan OpenSignal.OpenSignalGrafis kesenjangan koneksi jaringan 4G di Indonesia dari data yang ditemukan OpenSignal.

Di perkotaan perpenduduk padat, pelanggan seluler terhubung ke layanan 3G atau 4G sebanyak 96,3 persen dari complete waktu koneksi. Untuk desa dengan penduduk lebih jarang, angkanya berkisar di 86 persen.

Baca Juga:  Mobil Baru Menteri Kabinet Indonesia Maju Siap Dikirim Minggu Depan - Detikcom

OpenSignal mengatakan bahwa pemerataan teknologi seluler bukan hanya perkara teknis, tapi juga ekonomi. Sebab, secara bisnis, operator seluler akan lebih mengutamakan jaringan di daerah perkotaan yang padat penduduk karena lebih menguntungkan secara komersil.

Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Di beberapa negara tetangga seperti Filipina dan Malaysia juga ditemukan kesenjanganavailabilityteknologi seluler yang lebih kurang sama antara kota dan desa.

Baca juga:Telkomsel Unggul di Kecepatan, Smartfren Pimpin Ketersediaan 4G

Posisi Indonesia dalam hal ini sebenarnya masih lebih baik dibanding dua negara itu. Di Filipina, kesenjangan availability4G antara perkotaan dan pedesaan mencapai 14 persen. Di Malaysia bahkan mencapai 40 persen, menurut OpenSignal.

Baca Juga:  Suzuki Jual Mobil Teringan, Lebih Murah dari Skutik 250 Cc - CNN Indonesia

Kabar baik lainnya, OpenSignal mengatakan jaringan 3G di Indonesia sudah semakin matang. Teknologi 4G pun sudah banyak memfasilitasi penggunasmartphone.

Turut disebutkan bahwa sebanyak 95 persen populasi menggunakan ponsel untuk mengakses web. Hal ini didorong oleh investasi jaringan yang strategis dan refarming frekuensi (800 MHz dan 900 MHz), didukung pula oleh strategi spektrum dan kebijakan investasi pemerintah.

Baca Selengkapnya>>>

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close