Bisnis

Kisah Miliarder Termuda Dunia Kepergok Menipu dan Bangkrut – detikInet


Jakarta– ‘The Inventor: Out for Blood in Silicon Valley’ adalah movie dokumenter yang menceritakan kisah dramatis sosok bernamaElizabeth Holmes. Pernah menjadi miliarder termuda dunia dalam usia 19 tahun (dalam hitungan dolar AS), Holmes mengalami kejatuhan yang luar biasa parah.

Holmes meroket ke puncak kejayaan berkat perusahaan startupTheranosyang berkecimpung dalam uji darah. Teknologi yang mereka punya memang terdengar mengesankan, di mana cukup mengambil sedikit sampel darah, kondisi kesehatan pasien bisa terpantau.

Loading...

Tahun 2014, Theranos jadi startup unicorn bernilai miliaran dolar. Holmes dipuja di mana-mana, menjadi miliarder wanita termuda sejagat. Sayang, berbagai skandal kemudian terungkap dan Holmes pun mengalami kejatuhan. Begini riwayat singkatnya disarikan dari berbagai sumber.

Holmes lahir pada 3 Februari 1984 di Washington. Sang ibu, Noel, adalah team di Kongres dan ayahnya bekerja di perusahaan energi Enron sebelum pindah ke lembaga pemerintah seperti USAID. Saat Holmes masih muda, keluarganya pindah ke kota Houston.

Ia sudah ambisius sejak muda, terlihat pada surat untuk ayahnya ketika baru 9 tahun. “Apa yang sungguh kuinginkan dalam kehidupan ini adalah menemukan sesuatu yang baru, sesuatu yang tidak diketahui manusia mungkin dilakukan,” tulisnya, dikutipdetikINETdari Business Insider.

Baca Juga:  Kisah Pilu Dewi: Ditinggal Suami Saat Hamil, Anak Meninggal hingga Dibawa Paksa Ojek Online - Kompas.com - KOMPAS.com

Di masa remajanya, Holmes sudah mulai berbisnis dengan menjual instrument komputer. Ia lalu berhasil masuk jurusan teknik kimia di Stanford. Dan saat masih awal kuliah, dia menerima beasiswa senilai USD 3.000 untuk melakukan proyek riset.

Dia tercatat pernah magang di Genome Institute di Singapura. Selain karena berotak encer, Holmes diterima di sana karena bisa berbahasa mandarin yang dipelajarinya kala muda.

Baca Juga:  Suzuki APV Banjir Pesanan, Penjualan Tahun Ini Meningkat, Tak Kalah Sama Ertiga - Otomania.com

Suatu hari, ia berkata pada profesornya, Channing Robertson, bahwa dia ingin mendirikan perusahaan. Dengan restu sang guru panutan, Holmes pun mendirikan Precise Time Remedies yang kemudian diubah namanya menjadi Theranos.

Holmes lantas topple out dari Stanford untuk serius merintis Theranos di ruang bawah tanah sebuah rumah. Mannequin bisnis Theranos adalah menjalankan uji darah dengan teknologi sendiri yang membutuhkan hanya sedikit sampel. Tes ini diklaim Holmes dapat mendeteksi kondisi medis seperti kanker dan kolesterol tinggi.

Theranos lantas meraup pendanaan dari investor kakap seperti Draper Fisher Jurvetson dan Larry Ellison. Tak tanggung-tanggung, mereka mengumpulkan lebih dari USD 700 juta. Pada investor, Holmes meminta syarat bahwa teknologinya tidak bisa dibuka dan dia yang akan memutuskan apapun soal perusahaannya.

Baca Juga:  Kisah Messi Murka pada Villa Semasa di Barcelona - CNN Indonesia

Theranos pun beroperasi seakan diam-diam. Holmes bahkan pernah menuntut tiga mantan karyawan Theranos karena diklaim menyalahgunakan rahasia perusahaan. Dia terinspirasi Steve Jobs idolanya yang sangat mementingkan kerahasiaan. Bahkan seperti Jobs, Holmes mulai memakai kaos hitam dan tidak pernah liburan.

Nama Holmes makin dikenal, ia banyak diliput media. Sering pula hadir di match bergengsi seperti TED Talk di mana ia sepanggung dengan Bill Clinton dan Jack Ma. Pihak luar banyak yang tertarik pada Theranos. Salah satunya retail Walgreens yang membuka pusat uji darah dengan teknologi Theranos.

Halaman Selanjutnya: Awal Kejatuhan Theranos (fyk/krs)

Sumber

Tags
Loading...

Related Articles

Back to top button
Close