Tekanan darah pagi hari tinggi, normalkah? – ANTARA

  • Whatsapp
Tekanan darah pagi hari tinggi, normalkah? – ANTARA


Jakarta (ANTARA) – Seringkali seseorang mendapati tekanan darah yang cenderung tinggi saat bangun pagi misalnya 130/80 mmHg, padahal tidak mengidap hipertensi (140-159/90-99 mmHg). Apakah ini fashioned?

“Selama jantung sehat, enggak ada kelainan jantung, ada variasi tekanan darah. Pagi atau siang, selama variasi itu tidak lebih dari 140 mmHg,” ujar Anggota Dewan InaSH dr Yuda Turana, SpS(Okay) dalam seminar media yang diselenggarakan Omron Healthcare Indonesia di Jakarta, Kamis.

Loading...

Menurut dokter yang juga mengajar di FKIK UNIKA Atma Jaya, Jakarta itu saat malam seringkali tekanan darah berada pada angka 120/70 mmHg atau sistolik 110 mmHg karena kondisi tubuh yang rileks. Lalu pada pagi hari tiba-tiba tekanan darah naik ke angka 135/85 mmHg.

Baca Juga:  Tidur Kurang dari 6 Jam Sehari Tingkatkan Risiko Terkena Kanker - SINDOnews.com

“Tetapi kalau saat tidur rileks, besok pagi tekanan darah jadi 160 mmHg ini harus hati-hati. Tetapi kalau tadinya 110 mmHg, 130 atau 135 mmHg variasinya itu bagian dari variasi yang kita sebut fashioned,” kata dia.

Serangan fajar ataumorning surgeterjadi saat tekanan darah sistolik lebih dari seharusnya yakni, 135 mmHg atau 140 mmHg. Kondisi ini bisa berakibat buruk pada organ tubuh yang memiliki pembuluh darah, termasuk ginjal.

Baca Juga:  Ketimbang Vitamin C, Mineral Ini Disebut Lebih Efektif Untuk Pengobatan Influenza - Grid.ID

Agar hal ini tak terjadi, Yuda menyarankan terutama para penderita hipertensi memeriksakan tekanan darahnya rutin pada pagi dan malam hari di rumah selain juga di klinik. Pemeriksaan di rumah bisa membantu mendeteksi hipertensi terselubung dan hipertensi jas putih.

Di Indonesia, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2018 menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 34,1 persen dari populasi orang dewasa dan menjadi penyebab utama gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah.

Baca Juga:  Tekanan Kuat Blackhole Bisa Rusak Galaksi - Republika Online

Baca juga:Alasan hipertensi dan diabetes bisa turunkan fungsi otak
Baca juga:Kendalikan hipertensi dengan jaga berat badan dan patuhi pengobatan

Baca juga:Hindari kafein berlebih untuk cegah tekanan darah tinggi

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumber

Loading...

Pos terkait