Beranda » Berita Terkini » Kerap Sakit Kepala Setelah Makan? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya – Kompas.com – Sains Kompas.com

Kerap Sakit Kepala Setelah Makan? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya – Kompas.com – Sains Kompas.com

by Derian Wiranto
Kerap Sakit Kepala Setelah Makan? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya – Kompas.com – Sains Kompas.com


KOMPAS.com –Tubuh membutuhkan persediaan energi yang cukup sebagai bahan bakar guna mendukung segala aktivitas fisik.

Idealnya, sumber makanan menyediakan sejumlah energi yang bisa langsung digunakan maupun disimpan terlebih dahulu oleh tubuh.

Ketika Anda belum makansama sekali, atau terakhir makan beberapa jam yang lalu, otomatis persediaan dan cadangan energi di dalam tubuh menurun.

Kondisi ini tentu akan membuat kadar gula darahmenurun. Padahal, gula darah diandalkan sebagai sumber energi dari berbagai sel-sel tubuh.

Namun, rasa pusingdan sakit kepala juga bisa muncul setelah makan. Istilah pusing setelah makan, dalam dunia medis disebutvertigo postprandial.

DilansirClinical News As of late, ada lima hal yang menyebabkan seseorang memilikivertigo postprandial atau pusing setelah makan.

Penyebab

1. Gula darah rendah

Orang yang merasa pusing sebelum makan dikarenakan kadar gula darah turun. Nah, ketika kita sudah makan, kadar gula darah akan naik, dan pusing tadi perlahan hilang.

Namun, beberapa orang justru mengalami penurunan gula darah setelah makan. Dalam dunia medis, hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Kebanyakan penderita diabetes dan pradiabetes sangat mungkin mengalami hipoglikemia reaktif karena tubuh mereka memproduksi terlalu banyak insulin.

Meski begitu, ada juga orang tanpa diabetes yang berpeluang mengalami hipoglikemia reaktif. Sebagai contoh, orang yang baru saja menjalani operasi biasanya dapat mencerna makanan dengan lebih cepat dan hal ini membuat tubuh lebih susah menyerap glukosa.

Baca Juga:  Ojol 'Gundala' Gaspol Punya Trik Lawan Grab dan Gojek - CNN Indonesia

Kekurangan enzim pencernaan tertentu juga dapat menurunkan gula darah. Karena itu, pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengidentifikasi diabetes dan prediabetes pada mereka yang berisiko.

2. Tekanan darah rendah

Seseorang dapat mengalami penurunan tekanan darah secara tiba-tiba, atau istilah medisnyahipotensi postprandial.

Orang dengan tekanan darah tinggi lebih mungkin untuk mengalami gejala ini karena tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pengerasan dan penyumbatan di arteri.

Perubahan-perubahan ini membuat darah lebih sulit untuk mengalir ke otak dan sistem pencernaan. Berkurangnya aliran darah ke otak inilah, yang dapat menyebabkan pusing.

Orang dewasa dengan penyakit parkinson dan orang dengan gangguan sistem saraf mungkin juga lebih rentan terhadap hipotensi postprandial.

Dalam banyak kasus, mengobati tekanan darah tinggi dapat membantu mengurangi rasa pusing setelah makan.

Minum lebih banyak air sebelum makan merupakan salah satu contoh penanganan. Anda juga bisa membiasakan diri makan dengan porsi lebih sedikit, misalnya enam kali makan dengan porsi kecil daripada tiga kali makan dengan porsi besar.

3. Obat diabetes

Beberapa obat diabetes termasuk insulin dapat menyebabkan pusing karena obat ini menurunkan glukosa darah dalam jumlah banyak. Jika Anda mengkonsumsi obat ini tepat sebelum makan, Anda akan merasakan pusing setelahnya ketika obat ini mulai bekerja.

Ketika Anda memiliki penyakit diabetes dan sering merasa pusing setelah makan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter agar mereka mengganti obat atau mengambil dosis yang lebih rendah, atau menyesuaikan jadwal makan.

Baca Juga:  Calon Striker Anyar Man United Dinilai Mirip Ibrahimovic - Kompas.com - KOMPAS.com

4. Makanan, minuman, dan alkohol

Sensitivitas makanan dapat menyebabkan beberapa orang merasa pusing atau mual. Obat-obatan dan bahan kimia tertentu, termasuk kafein dan alkohol juga dapat menyebabkan pusing setelah makan.

5. Berdiri setelah makan

Kebanyakan orang duduk saat makan dan akan berdiri setelah selesai, bukan? Hal inilah yang menyebabkan beberapa orang mengalami penurunan tekanan darah secara tiba-tiba.

Keadaan ini terjadi bukan karena makanan itu sendiri, melainkan perubahan posisi duduk ke berdiri yang mendadak.

Beberapa risiko lain di antaranya:

  • Gangguan sistem saraf
  • Dehidrasi
  • Rendahnya gula darah
  • Masalah jantung yang membuat sulitnya jantung untuk memompa darah saat seseorang berdiri
  • Obat-obatan untuk tekanand arah tinggi
  • Hamil
  • Paparan panas yang berlebihan
  • Infeksi demam
  • Diabetes
  • Pembuluh darah yang tersumbat
  • Anemia
  • Pendarahan di dalam tubuh, seperti di perut

Akan tetapi jika Anda hanya sesekali mengalami penurunan tekanan darah, minum lebih banyak air dapat membantu. Jika tidak, penting untuk menemui dokter untuk memastikan tidak ada hal serius terjadi.

Kapan harus ke dokter

Rasa pusing yang dialami setelah makan biasanya bukan karena seseorang memiliki kondisi medis yang serius. Bisa saja hal ini terjadi karena kadar gula darah atau tekanan darah sedang rendah. Makanan yang kita konsumsi juga bisa menjadi salah satu pemicu.

Baca Juga:  Wapres: Ini Kali Pertama Pejabat Negara Diserang dengan Tikaman - Kompas.com - Nasional Kompas.com

Wanita yang sedang hamil dan mengalami rasa pusing juga bisa membaik setelah melahirkan. Namun, jika rasa pusing berkepanjangan dan mengganggu aktivitas sehari-hari disarankan untuk ke dokter.

Ada juga stroke iskemik, yaitu tekanan darah yang sangat rendah dan dapat memotong suplai darah ke otak. Hal ini dapat mengancam jiwa seseorang jika terjadi. Gejala stroke ini adalah:

  • Mati rasa atau merasa lemah di satu sisi wajah atau tubuh
  • Ketidakmampuan untuk tersenyum atau menggerakkan mulut secara customary
  • Wajah kuyu
  • Sulit berjalan
  • Masalah penglihatan

Karena itu, jika Anda terus merasakan pusing setelah makan, Anda diharuskan untuk berkonsultasi ke dokter.

Baca juga:Penyakit Psoriasis, dari Penyebab, Gejala hingga Penanganannya

Pencegahan

Hal -hal dibawah ini dapat membantu untuk mengurangi rasa pusing setelah makan:

  1. Minum lebih banyak air sebelum dan selama makan.
  2. Menghindari alkohol, kafein, dan makanan tinggi sodium karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
  3. Duduk atau berbaring selama 30-60 menit setelah makan.
  4. Makanlebih sedikit dari biasanya. Beberapa orang menemukan bahwa makan setiak 2-3 jam dapat membantu mengurangi rasa pusing pasca makan.
  5. Memiliki gaya hidup yang sehat, melakukan olahraga secara teratur dan makan makanan dengan nutrisi yang cukup. Selain itu, menjaga berat badan agar tetap sehat dapat menurunkan risiko rasa pusing. (Farren Sahertian)

Sumber

Artikel Terkait

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More