Beranda » Bisnis » Kebijakan Ekonomi Tak Populer Jokowi Pasca Pemilu yang Tuai Kritik – Kompas.com – KOMPAS.com

Kebijakan Ekonomi Tak Populer Jokowi Pasca Pemilu yang Tuai Kritik – Kompas.com – KOMPAS.com

by Ulpatul
1 views
Kebijakan Ekonomi Tak Populer Jokowi Pasca Pemilu yang Tuai Kritik – Kompas.com – KOMPAS.com

<img alt=”Konsumsi Listrik Naik – Warga memasukkan nomer token untuk mengisi pulsa prabayar pada meter listrik di rumahnya di Kelurahan Cinangka, Sawangan, Kota Depok, Senin (28/4/2014). Cuaca panas di musim pancaroba membuat konsumsi listrik naik karena tingginya frekuensi penggunaan pendingin ruangan dan mesin pompa air. Kondisi ini membuat beban puncak sistem kelistrikan Jawa, madura, dan Bali, mencapai rekor tertinggi sebesar 22.974 megawatt.

Kompas/Iwan Setiyawan (SET)

28-04-2014

DIMUAT 29/4/14 HAL 18 *** Local Caption *** Konsumsi Listrik Naik – Warga memasukkan nomer token untuk mengisi pulsa prabayar pada meter listrik di rumahnya di Kelurahan Cinangka, Sawangan, Kota Depok, Senin (28/4). Cuaca panas di musim pancaroba membuat konsumsi listrik naik karena tingginya frekuensi penggunaan pendingin ruangan dan mesin pompa air. Kondisi ini membuat beban puncak sistem kelistrikan Jawa, madura, dan Bali, mencapai rekor tertinggi sebesar 22.974 megawatt.

Baca Juga:  Ekonomi Dunia di Ambang Resesi, Bagaimana Nasib RI? - CNBC Indonesia

Kompas/Iwan Setiyawan (SET)

28-04-2014

” data-src=”https://asset.kompas.com/crops/YG7B4vh_hP1J0B8eZeYTbB1J4cc=/0x0:780×390/750×500/data/photo/2015/09/13/1630013010-foto01-Copy96780x390.JPG”>KOMPAS/IWAN SETIYAWANKonsumsi Listrik Naik – Warga memasukkan nomer token untuk mengisi pulsa prabayar pada meter listrik di rumahnya di Kelurahan Cinangka, Sawangan, Kota Depok, Senin (28/4/2014). Cuaca panas di musim pancaroba membuat konsumsi listrik naik karena tingginya frekuensi penggunaan pendingin ruangan dan mesin pompa air. Kondisi ini membuat beban puncak sistem kelistrikan Jawa, madura, dan Bali, mencapai rekor tertinggi sebesar 22.974 megawatt.

Kompas/Iwan Setiyawan (SET)

28-04-2014

DIMUAT 29/4/14 HAL 18 *** Native Caption *** Konsumsi Listrik Naik – Warga memasukkan nomer token untuk mengisi pulsa prabayar pada meter listrik di rumahnya di Kelurahan Cinangka, Sawangan, Kota Depok, Senin (28/4). Cuaca panas di musim pancaroba membuat konsumsi listrik naik karena tingginya frekuensi penggunaan pendingin ruangan dan mesin pompa air. Kondisi ini membuat beban puncak sistem kelistrikan Jawa, madura, dan Bali, mencapai rekor tertinggi sebesar 22.974 megawatt.

Baca Juga:  Ekonomi Hong Kong alami resesi? Ini buktinya - Kontan

Kompas/Iwan Setiyawan (SET)

28-04-2014

 JAKARTA, KOMPAS.com –Pemerintah baru-baru ini mengeluarkan kebijakan yang bisa jadi mimpi buruk bagi sebagian masyarakat.

BPJS Kesehatan yang selama ini diandalkan masyarakat kelas menengah ke bawah untuk menikmati subsidi layanan medis, tarifnya akan naik.

Tak berhenti sampai di situ, tak berapa lama kemudian, pemerintah mengumumkan dicabutnya subsidi listrik untuk pelanggan 900 VA pada 2020.

Kebijakan ini diambil di akhir periode pertama Jokowi, pasca penetapan dirinya sebagai presiden terpilih untuk kedua kalinya.

Baca Juga:  Lagi, Amerika Serikat Keok dari China di Bidang Ini! - VIVA - VIVA.co.id

Baca juga:Ini Besaran Iuran BPJS Kesehatan Mulai 2020

Padahal, sebelum Pemilu berlangsung, pemerintah terkesan menahan diri untuk mengeluarkan kebijakan tidak populer.

Bahkan, Jokowi pernah menganulir pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan pada Oktober 2018 lalu.

Saat itu, Jonan mengumumkan rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.
Jokowi mengatakan, rencana tersebut memang ada, namun urung dilakukan.

Sebab, setelah dihitung-hitung, kenaikan harga BBM ternyata tidak memberikan keuntungan signifikan bagi Pertamina jika harga BBM jenis top class dinaikkan menjadi Rp 6.900- Rp 7.000 per liter.

Kebijakan pemerintah di penghujung periode pertamanya itu pun menuai berbagai kritik. Bahkan, muncul gerakan sarkastik yang nampak di media sosial.

Sumber

Artikel Terkait

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More