Bisnis

Kalah dengan Produk Impor, Sembilan Perusahaan Tekstil Gulung Tikar – Kompas.com – KOMPAS.com

Ilustrasi: Bahan baku benang sintetis yang akan diolah menjadi tekstil polyester.KOMPAS.com/Sakina Rakhma Diah SIlustrasi: Bahan baku benang sintetis yang akan diolah menjadi tekstil polyester.

JAKARTA, KOMPAS.com –Banjir imporTekstildan Produk Tekstil (TPT) menyebabkan industri tekstildalam negeri menjadi lesu. TPT lokal tidak bisa terserap pasar dalam negeri karena tidak memiliki daya saing jika disandingkan dengan produk-produk impor.

- Advertisement -

Akibatnya, beberapa perusahaan tekstilgulung tikar akibat tidak bisa berproduksi lagi.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat Usman mengatakan, setidaknya ada sembilan perusahaan yang gulung tikar akibat tidak mampu bersaing dengan produk impor.

“Lebih banyak di sektor menengah atau antara, seperti di pemintalan ada satu, banyaknya pertenunan dan rajut,” kata Ade dalam acara Textiles Media Gathering di Menara Kadin, Senin (9/9/2019).

- Advertisement -

Adapun pekerjayang terancam kehilangan pekerjaan sebanyak 2.000 orang.

Baca Juga:  Toyota Raize Versi Lebih Ganteng - Detikcom

Baca juga:Pengusaha Tekstil Keberatan dengan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Sementara itu, dalam kesempatan sebelumnya API Jawa Barat sempat menyampaikan bahwa industri TPT telah merumahkan complete 36.000 karyawan sejak tahun 2018.

Rendahnya daya saing industri TPT dalam negeri salah satunya disebabkan oleh panjangnyalead timeindustri tekstildan produk tekstil.

Diakui oleh CEO Busana Apparel Neighborhood Marimutu Maniwanen,lead timeindustri tekstil Indonesia adalah 120 hari. Sementara, lead time produk fleet model hanya kurang lebih 60 hari saja.

Baca Juga:  Bos Amazon Mulai 'Kepincut' Nadiem Makarim - Republika Online

Lebih lanjut ia menjelaskan, lead time yang terlalu panjang dikarenakan bahan baku industri tektil di Indonesia yang mayoritas masih impor.

Baca juga:Raksasa Tekstil Indonesia Ini Akhirnya Buka Suara soal Gagal Bayar

“Kalau bahan baku kita impor sulit sekali untuk mencapainya, paling bisanya 90 hari. Untuk mencapai 60 hari kita harus punya produk yang seluruhnya dari dalam negeri,” katanya dalam acara Textiles Media Gathering di Menara Kadin, Senin.

Selain itu, hal yang memperlambat lead time industri TPT adalah peraturan di sektor hulu yang kurang fleksibel, seperti energi yang tidak murah. Jika tidak segera dibenahi, bukan tidak mungkin peluang investasi justru beralih ke negara-negara lain seperti Kamboja Myanmar dan Ethiopia.

Baca Juga:  Kijang Innova Diesel Naikan Tekanan Turbo? Pendinginan Jangan Cuma Oli, Pakai Air Juga! - GridOto.com

Sebagai informasi, lead time adalah waktu yang diperlukan selama proses pembuatan garmen hingga distribusinya.(Kenia Intan)

Berita ini telah tayang di Kontan.co.identification dengan judul:Kalah dengan produk impor, sembilan perusahaan tekstil lokal gulung tikar

Sumber

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close