Kesehatan

Ini Tujuh Mitos dan Fakta tentang Kanker – INDONESIAINSIDE.ID


Oleh: Ade Lukmono

- Advertisement -

Indonesiainside.id, Semarang –Files dari The World Cancer Observatory (Globocan) menunjukkan pada 2018, terdapat 18,1 jutakasus kankerdi dunia dengan angka kematian mencapai 9,6 juta orang. Dalam records tersebut menyebutkan, 1 dari 8 pria dan 1 dari 11 wanita meninggal karena kanker.

Namun demikian, kesadaran masyarakat mengenai pencegahan maupun penanganan kanker masih dirasa kurang. Bahkan banyak beredar mitos yang justru malah menyesatkan masyarakat mengenai kanker ini.

Dua dokter spesialis kanker dari Parkway Cancer Center, Dr. Poh Beow Kiong dan Dr. Richard Quek menangkap beberapa mitos dan fakta yang beredar di masyarakat. Adapun beberapa mitos dan fakta tersebut antara lain;

- Advertisement -

1. Genetik

Penyakit kanker adalah penyakit genetik. Orang yang keluarganya tidak memiliki riwayat kanker, maka keturunannya tidak mungkin terkena kanker. Menurut Dr. Poh Beow Kiong, ini adalah mitos. Orang bisa saja terkena kanker meskipun dalam keluarganya tidak ada riwayat kanker, namun kemungkinannya lebih kecil dibandingkan orang yg memiliki garis keturunan pernah terkena kanker. “Jika di dalam keluarga terdapat riwayat kanker, yang bisa dilakukan adalah menjaga gaya hidup, menjaga makanan dan mengurangi stres,” paparnya.

Baca Juga:  Mitos Tekno Makin Besar Megapiksel Tak Jamin Kamera HP Makin Bagus Teknologi • 1 menit yang lalu - CNN Indonesia

Dia menambahkan, siapapun bisa terkena kanker, terutama yang memiliki gaya hidup dan makanan yang kurang sehat. Kemampuan sel tubuh memperbaiki diri akan semakin buruk seiring bertambahnya usia. Hal ini yang memperbesar kemungkinan seseorang terkena kanker.

2. Anak Muda Tidak Bisa Terkena Kanker

Kanker bisa menyerang siapapun, termasuk anak muda. Saat ini, sel kanker sudah mengalami mutasi genetik. Namun ahli kesehatan belum mengetahui secara pasti penyebab sel kanker bisa melakukan mutasi genetik hingga bisa menyerang anak muda di bawah 30 tahun. Yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker adalah menjaga pola hidup sehat.

3. Berjemur di Bawah Matahari

Berjemur di bawah matahari bisa mengakibatkan kanker kulit. Kanker kulit biasanya terjadi di negara yang penduduknya sengaja berjemur untuk mendapatkan kulit gelap. Di Australia, banyak terjadi kasus kanker kulit karena daerahnya yang sangat terik.

“Di Indonesia cenderung jarang terjadi karena kebanyakan orang Indonesia justru menghindari matahari dan memilih berteduh, berbeda dengan orang kulit putih yang malah mencari matahari untuk membakar kulit,” kata Canhope Semarang Supervisor, Dr. Meidy Tanzil.

4. Biopsi Sebarkan Kanker

Baca Juga:  4 Mitos dan Fakta Diabetes, Nasi Penyebab Utama Diabetes? - Tempo

Mitos ini sangat perlu ditangkal. Selain kanker ginjal di mana jarum biopsi tidak diperlukan sebelum operasi, biopsi bisa dilakukan dengan mudah dan aman untuk hampir seluruh kanker tanpa perlu khawatir bahwa kanker akan menyebar. Dr. Quek menegaskan, biopsi adalah langkah pertama yang paling penting dalam pengobatan kanker.

“Jika kita tidak tahu apa yang kita hadapi, kemungkinannya adalah kita diberikan pengobatan yang salah,” ungkap Quek.

Dalam kasus lain seperti kanker prostat, biopsi dengan bantuan Magnetic Resonance Imaging (MRI) telah menggantikan biopsi yang dibantu dengan ultrasound. Dengan begitu hasil yang ditunjukkan bisa menjadi lebih akurat bagi ahli urologi untuk menarget condo prostat yang perlu dibiopsi.

5. Kemoterapi Merusak Sel Tubuh yang Sehat

Usai melakukan kemoterapi, beberapa sel tubuh yang sehat akan ikut rusak. Namun akan lebih parah jika tidak dilakukan langkah kemoterapi. Bagian sel tubuh yang ikut rusak adalah sel tubuh yang regenerasinya sangat cepat, seperti rambut dan kuku. Tidak jarang, orang yang melakukan kemoterapi akan mengalami kerontokan rambut kemudian.

Namun saat ini ada langkah untuk mengurangi efek samping tersebut, yaitu dengan imunoterapi. Imunoterapi dilakukan dengan cara disuntik untuk menguatkan imunitas tubuh untuk melawan sel kanker, berbeda dengan kemoterapi yang tujuannya adalah langsung mematikan sel kanker.

Baca Juga:  Obat Asam Urat, Diabetes Efektif Atasi Penyakit Jantung - HARIANACEH.co.id

Dr Quek menegaskan, imunoterapi hanya bisa dilakukan dengan injeksi. Tidak ada imunoterapi tidak ada yang berbentuk obat minum.

6. Hindari Gula

Konsumsi gula dapat memberi makan sel kanker. Meskipun menghindari gula sepenuhnya, secara umum tubuh manusia tetap menghasilkan gula dari makanan, otot dan lainnya. Oleh karena itu, pengidap kanker diminta untuk menkonsumsi gula secukupnya.

7. Jantung Tidak Bisa Terserang Kanker

Normalnya, sel tubuh akan mati kemudian melakukan regenerasi secara berkala. Namun sel kanker adalah sel yang tidak bisa mati. Satu-satunya organ tubuh yang tidak bisa terkena kanker adalah jantung. Hal ini dikarenakan jantung tidak akan melakukan regenerasi ketika selnya rusak. Orang yang sel jantungnya rusak, akan terkena serangan jantung.

Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan adalah pewarna rambut yang rupanya bisa memicu kanker. Masyarakat, terutama wanita diminta tidak terlalu sering mengecat rambut. Kebiasaan merokok juga bisa memicu kanker.

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close