Kesehatan

Ini Penyebab dan Faktor Risiko Gagal Jantung – SINDOnews.com

loading…

JAKARTA– Gagal jantung seperti yang dialami mendiang Presiden Republik Indonesia ketiga, Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie sering berkembang setelah kondisi lain merusak atau melemahkan jantung. Namun, jantung tidak perlu dilemahkan untuk menyebabkan gagal jantung. Ini juga bisa terjadi jika jantung menjadi terlalu kaku.

- Advertisement -

Pada gagal jantung, ruang pompa utama jantung (ventrikel) menjadi kaku dan tidak terisi dengan baik di antara detak jantung. Dalam beberapa kasus gagal jantung, otot jantung menjadi rusak dan melemah, dan ventrikel meregang (melebar) ke titik di mana jantung tidak dapat memompa darah secara efisien ke seluruh tubuh.

Baca Juga:  Pemerhati Masalah Aids Ajak Warga Tidak Kucilkan ODHA di Lembata - Pos Kupang

Seperti dilansirMayoclinic, seiring waktu, jantung tidak dapat lagi mengikuti tuntutan authentic yang diberikan untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Fraksi ejeksi merupakan ukuran penting dari seberapa baik jantung memompa dan digunakan untuk membantu mengklasifikasikan gagal jantung dan memandu pengobatan.

Pada jantung yang sehat, fraksi ejeksi adalah 50 persen atau lebih tinggi. Artinya lebih dari setengah darah yang mengisi ventrikel dipompa keluar dengan setiap denyut. Tetapi gagal jantung dapat terjadi bahkan dengan fraksi ejeksi authentic. Ini terjadi jika otot jantung menjadi kaku karena kondisi seperti tekanan darah tinggi.

- Advertisement -

Gagal jantung dapat melibatkan sisi kiri (ventrikel kiri), sisi kanan (ventrikel kanan) atau kedua sisi jantung. Umumnya, gagal jantung dimulai dengan sisi kiri, khususnya ventrikel kiri, ruang pemompa utama jantung.

Baca Juga:  Ayah Peminum Alkohol, Bayi Berisiko Alami Cacat Jantung - Bisnis.com

Penyakit arteri koroner, serangan jantung, tekanan darah tinggi, katup jantung rusak, kerusakan otot jantung, miokarditis, cacat jantung sejak lahir hingga ritme jantung yang tidak authentic merupakan salah satu dari kondisi yang dapat merusak atau melemahkan jantung dan dapat menyebabkan gagal jantung.

Selain itu, satu faktor risiko tunggal cukup untuk menyebabkan gagal jantung. Faktor risiko tersebut meliputi diabetes, beberapa obat diabetes, obat-obatan tertentu, sleep apnea, penyakit jantung valvular, virus, konsumsi alkohol, konsumsi tembakau dan kegemukan.

Baca Juga:  Penyebab Bau Mulut Pada Penderita Diabetes - MalangTODAY

BJ Habibie tutup usia pada 11 September 2019 pukul 18.05 WIB. BJ Habibie meninggal di usia 83 tahun akibat penyakit gagal jantung yang diidapnya. Sejak 1 September, BJ Habibie mendapatkan perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Selama masa perawatan, BJ Habibie ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal.

(nug)

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close