Bisnis

Ini Deretan Investasi ‘Kebal’ Resesi – detikFinance


Jakarta– Banyak kalangan yang menilai bahwa resesi ekonomi pasti akan terjadi. Baru-baru ini, setengah orang superkaya di seluruh dunia memprediksi bahwa resesi terjadi pada tahun 2020. Mereka bahkan sudah bersiap menghadapi resesi.

- Advertisement -

Para orang superkaya ini bisa menghadapi penurunan ekonomi ini dengan memindahkan aset yang berisiko tinggi ke risiko rendah. Apa saja aset yang bisa dimanfaatkan orang-orang kaya saat terjadi resesi?

Baca Juga:  Ini deretan game yang akan diperkenalkan Sony di Tokyo Game Show (TGS) 2019 - Kontan

Peneliti dari INDEF, Bhima Yudhistira mengatakan aset yang bisa dimanfaatkan orang superkaya adalah deposito dan surat utang negara (SUN) yang bertenor jangka pendek.

- Advertisement -

“Jadi persiapkan dana simpanan di aset yang relatif aman misalnya deposito hingga Rp 2 miliar yang dijamin LPS kemudian ada surat utang pemerintah (SUN) yang dijamin Negara dengan tenor pendek,” kata Bhima saat dihubungidetikcom, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Baca Juga:  Industri Baja Nasional Khawatir PHK Massal - Bisnis.com

Menurut Bhima, instrumen-instrumen yang sifatnya mudah dicairkan sangat berguna dan membantu para pemilik modal dalam menghadapi resesi ekonomi.

“Ketika kondisi sedang tidak pasti dan membutuhkan dana emergency maka aset yang cepat cair akan menolong kita,” jelas dia.

Instrumen lainnya yang bisa dimanfaatkan adalah emas. Apalagi, belakangan ini harga emas batangan terus mengalami kenaikan.

“Harga aset yang beresiko tinggi akan menurun tajam. Investor mencari aset yang aman atau disebut flight to quality,” kata Bhima.

Baca Juga:  Berikut deretan smartphone yang akan dirilis September ini - Kontan

“Aset yang aman lainnya seperti emas batangan juga menarik untuk dikoleksi. Kalau lihat beberapa tahun terakhir emas yang paling aman dan harga jualnya bagus,” sambungnya.

Simak Video “Cerita Sukses Nasabah KUR di Simeulue
[Gambas:Video 20detik]
(hek/zlf)

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close