Bisnis

Ini Alasan Penjaga Lintasan KA Tidak Menolong Kendaraan yang Mogok di Rel – Suara.com


Suara.com –Penjagalintasankereta apitidak bisa turut menolong kendaraan yangmogokdirelkereta.

- Advertisement -

Terdapat beberapa tugas dan kewajiban penjaga lintasan kereta api saat terjadi rintang jalan di pintu dan lintasan.

Hal tersebut terungkap dalam unggahan foto yang dibagikan oleh pengguna twitter @semangkasegar, Sabtu, (14/09/2019).

Ini dia kenapa petugas jaga tidak bisa considerable tolong kendaraan yang mogok di rel kereta,” tulisnya.

- Advertisement -

Dalam foto tersebut terlihat beberapa poin larangan dan kewajiban petugas jaga.

Baca Juga:  Berpotensi delisting, BEI beri peringatan kepada Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) - Investasi Kontan
Ini Alasan Penjaga Lintasan KA Tidak Menolong Kendaraan yang Mogok di Rel. (twitter.com/semangkasegar)
Ini Alasan Penjaga Lintasan KA Tidak Menolong Kendaraan yang Mogok di Rel. (twitter.com/semangkasegar)

Jika terjadi rintang jalan (kendaraan mogok) di JPL.

Petugas Jaga Dilarang:

1. Ikut membantu mendorong kendaraan yang mogok tersebut.

2. Membantu atas perintah dan permintaan siapapun guna keperluan kendaraan yang mogok.

Petugas Jaga Harus:

1. Segera lari ke arah datangnya kereta api sejauh mungkin (usahakan 500 m) dengan mengibarkan semboyan 3 (menghentikan kereta api).

2. Segera catat data-data kendaraan yang mogok setelah kereta api berhenti.

Perlintasan kereta api. (Suara.com/Agus H)
Perlintasan kereta api. (Suara.com/Agus H)

Larangan dan tugas penjaga lintasan kereta api ini juga telah dikonfirmasi kebenarannya.

Baca Juga:  Mengharukan! Ini Alasan Sebenarnya Juan Mata Bertahan di Manchester United - Bola.net

Terkait hal tersebut benar adanya, karena jika terjadi rintang jalan (kendaraan mogok) di perlintasan kereta api, petugas yang berjaga mempunyai tugas pokok untuk mengamankan operasional perjalanan kereta api saja,” tulis Twitter resmi Kereta Api Indonesia @KAI121.

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close