Bisnis

IHSG Pekan Depan Diprediksi Cerah – Bisnis.com


Bisnis.com,JAKARTA–Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan depan diprediksi cerah akibat meredanya tensi perang dagang China-AS sehingga pergerakannya akan menguji goal di 6.300. 

- Advertisement -

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan dalam sepekan terakhir, pergerakan IHSG dipengaruhi banyak sentimen. Adapun, dalam sepekan, IHSG berada di rentang 5.988 hingga 6.109. IHSG pun mencatatkan pertumbuhan tipis yakni sebesar 0,73% dan ditutup menguat ke 6.105 pada perdagangan Jumat (11/10/2019). 

Dalam sepekan terakhir, pergerakan IHSG cukup fluktuatif dan sempat menyentuh angka di bawah 6.000. Menurut Lanjar, kekhawatiran investor sempat terkerek naik akibat memanasnya tensi perang dagang China-AS.

Lalu, di dalam negeri, IHSG mendapat tekanan dari turunnya cadangan devisa Indonesia. Seperti diketahui, Financial institution Indonesia menyatakan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2019 sebesar US$124,3 miliar atau turun tipis 1,66% dibandingkan dengan periode Agustus yakni US$126,4 miliar.

- Advertisement -

Selain cadangan devisa yang merosot, kekhawatiran investor bertambah akibat naiknya kredit macet financial institution besar di Tanah Air. Hal itu lantas memicu aksi jual saham emiten financial institution-financial institution besar. Terakhir, insiden penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkopolhukam) Wiranto. Tak heran bila IHSG terkapar di zona merah selama empat hari berturut-turut dan aksi asing jual bersih mencapai Rp1,12 triliun.   

Baca Juga:  Hati-hati Dalam Gadaikan Kendaraan Bermotor! Hingga Oktober Sudah Ada 68 Badan Gadai Ilegal! - GridOto.com

Untungnya, pada akhir pekan, IHSG kembali ke zona hijau karena mendapat suntikan optimisme dari kemajuan negosiasi perang dagang China-AS. Lanjar menyebut pekan depan IHSG berpeluang naik menguji goal 6.300 dengan sentimen turunnya tensi perang dagang China-AS serta rilis recordsdata inflasi, aktivitas ekspor-impor serta neraca dagang. 

“Minggu depan berpeluang naik menguji goal 6.300 dengan katalis kesepakatan perdagangan AS-China yang mulai menurunkan kekhawatiran investor pada tensi perdagangan,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Jumat (11/10/2019). 

Di awal pekan, dia memprediksikan pergerakan IHSG di awal pekan depan akan berada di titik increase dan resistance yakni 6.080 hingga 6.140. Secara teknis, indikator stochastic terkonfirmasi golden-pass sejalan dengan momentum indikator RSI yang cenderung positif. Pergerakan selanjutnya, ujar Lanjar, akan menguji pergerakan rerata selama 20 hari dan 2 standar deviasi regresi bearish pattern yang berada di kisaran 6.140. 

Baca Juga:  Tahun Depan, 4 iPhone 5G Akan Dirilis - ayobandung.com

Atas prediksi pergerakan IHSG itu, dia merekomendasikan saham beberapa emiten seperti WTON, MAIN, TPIA, BRPT, INTP dan HMSP. Saham emiten lainnya yakni BBNI, BBTN, BMRI, PGAS, SRIL, ASII, TINS, MEDC, ADHI dan ERAA juga bisa dicermati pada perdagangan awal pekan depan. 

“IHSG demolish out resistance dan bergerak menghampiri goal Sharp Moderate 20 hari secara teknikal,” katanya. 

Kepala Riset Institusi MNC Sekuritas Thendra Crisnanda memprediksi bahwa pergerakan IHSG pada pekan depan akan berada di rentang 6.050 hingga 6.150. Adapun, sentimen yang akan mempengaruhi pergerakan tersebut yakni rilis recordsdata ekonomi China terutama pertumbuhan ekonomi, neraca perdagangan dan inflasi. Lalu, sentimen lain yang turut mempengaruhi yakni recordsdata perumahan dan pengangguran di Amerika Serikat serta rilis recordsdata neraca perdagangan dan pertumbuhan kredit di Indonesia. 

Baca Juga:  Di depan Ahok, Dirut Nicke Widyawati Pidato soal PR Pertamina - CNN Indonesia

Dia mengakui pasar selama sepekan ini cenderung stagnan. Alasannya, investor masih mengamati kelanjutan negosiasi perang dagang China-AS. Kekhawatiran resesi global, tutur Thendra, juga membuat muram investor sehingga pergerakan IHSG cukup dinamis. Di sisi lain, Tanah Air justru kekurangan sentimen positif karena investor menanti pembentukan kabinet baru 2019-2024. 

“IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang 6.050 – 6.150. Sentimen yang mempengaruhi, pertama, rilis recordsdata ekonomi Tiongkok terutama pertumbuhan ekonomi, neraca perdagangan dan inflasi. Kedua, [rilis] recordsdata housing dan pengangguran US. Ketiga [rilis] recordsdata neraca perdagangan dan pertumbuhan kredit Indonesia,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close