Bisnis

Honda Siap Hadapi Skema PPnBM Baru – Kompas.com – KOMPAS.com


KANAZAWA, KOMPAS.com– Pemerintah Indonesia baru saja mengeluarkan aturan tentang harmonisasi skema Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor di Indonesia.

- Advertisement -

Kebijakan ini disambut baik oleh HondaProspect Motor (HPM) sebagai agen pemegang merek Honda di Indonesia. Yusak Billy, Direktur Inovasi Bisnis dan Penjualan Pemasaran HPM menyatakan, Honda masih menanti aturan turunannya, yang mengatur secara part.

Baca juga:Peraturan Baru PPnBM, Mobil Murah Kena Pajak 3 Persen, Ini Reaksi Toyota

“Secara strategi kita sudah sangat siap mengikuti kebijakan baru tersebut. Namun kita masih menantikan petunjuk teknis (juknis) dari aturan skema PPnBM tersebut,” jelas Yusak Billy saat berbincang denganKompas.com, Sabtu (27/10/2019) di Kanazawa, Jepang, dalam rangkaian Tokyo Motor Display disguise 2019.

- Advertisement -

All New Honda Jazz punya lima varianAzwar Ferdian/Kompas.comAll Fresh Honda Jazz punya lima varian

Baca Juga:  Gara-Gara Honda, Showa, Nissin dan Keihin Akan Hilang, Ini Penggantinya - Semua Halaman - Grid Motor

Tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai PPnBM, peraturan akan berlaku mulai 16 Oktober 2021.

Berdasarkan peraturan yang telah ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 15 Oktober 2019 dan diundangkan 16 Oktober 2019 ini, pengenaan PPnBM tidak lagi berdasarkan pada bentuk bodi kendaraan. Melainkan besaran emisi gas buang yang dihasilkan atau konsumsi bahan bakar.

Baca Juga:  Polygon hingga Wimcycle Terancam! Sepeda RI Dihantam Produk China - detikFinance

Teknologi hybrid Honda Sport i-MMDAzwar Ferdian/Kompas.comTeknologi hybrid Honda Sport i-MMD

Billy, sapaan akrabnya, melanjutkan, nantinya bila juknis sudah keluar, maka Honda akan menyiapkan strategi termasuk produk yang bisa dipasarkan di Indonesia, misalnya model terbaru yakni kendaraan rendah emisi baik itu model hybrid atau electrical stout.

Selain itu, harga LCGC (mobil murah ramah lingkungan) dalam hal ini Honda Brio, juga bisa naik harga apabila aturan ini diterapkan pada 2021 mendatang.

Baca juga:Evolusi All Fresh Honda Jazz, dari Agresif Menjadi Kalem

Baca Juga:  Dukung Ibu Kota Baru, Telkomsel Perkuat Kerja Sama Korporasi... - SINDOnews.com

“Tidak masalah bila LCGC naik harga 3 persen, karena yang naik bukan cuma Brio, LCGC merek lain juga pasti naik harga. Hanya, kita yakin bila produk Honda bakal bisa memenuhi syarat batas emisi yang ditentukan,” jelas Billy.

Billy melanjutkan, jika 2021 itu sudah semakin dekat. Honda sangat berharap Pemerintah Indonesia bisa segera merilis aturan turunannya, agar produsen kendaraan bermotor bisa segera menyiapkan produk kendaraan yang kompatibel dengan aturan tersebut.

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close