Kesehatan

Hingga Akhir Juli 2019, DKPPKB Bangka Selatan Tangani 40 Kasus DBD – Bangka Pos


Hingga Akhir Juli 2019, DKPPKB Bangka Selatan Tangani 40 Kasus DBD

- Advertisement -

BANGKAPOS.COM, BANGKA– Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Supriyadi mengatakan sampai dengan akhir Juli 2019 pihaknya telah menangani setidaknya 40 kasus Demam Berdarah Degue (DBD).

“Ga ada yang deadly, tapi tetap ada yang menderita penyakit DBD sebanyak 40 orang penderita,” ujar Supriyadi, Rabu (4/9) kepada Bangkapos.com

Baca Juga:  POPULER Chat WA hingga DM IG Membludak Sejak Jadi Staf Khusus Jokowi, Ini Reaksi Angkie Yudistia - Tribunnewsmaker.com

Ia menambahkan jika ke-40 kejadian kasus DBD ini bukanlah termasuk kejadian luar biasa, sehingga upaya penanganannya adalah dengan cara memberikan pengobatan intensif kepada pasien.

- Advertisement -

Peta penyebaran penyakit DBD ini juga hampir tersebar ke seluruh daerah di Basel, dan penderita paling banyak berada di Puskesmas Toboali sebanyak 20 penderita, disusul Puskesmas Air Gegas sebanyak 10 orang, lima orang Puskesmas Simpang Rimba, dua orang di Puskesmas payung, dan untuk Puskesmas Air Bara, Puskesmas Tiram, dan Puskesmas Batu Betumpang masing-masing satu orang.

Baca Juga:  Hingga Pukul 21.00 Demo Ricuh, 6 Ruas Jalan Ditutup, Kereta hingga Bus Transjakarta Terganggu - Kompas.com - Megapolitan Kompas.com

Lebih lanjut ia mengatakan jika dibandingkan Juli tahun kemarin, telah terjadi peningkatan sebanyak dua kasus, dari 38 kasus menjadi 40 kasus.

“Ada peningkatakan kasus DBD, tapi kan ini masih bulan berjalan dan bulum akhir tahun,” tegasnya.

Terkait pencegahan, untuk saat ini DKPPKB lebih terfokus kepada pemberian sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat, dan juga dengan menggalakan pemberantasan sarang nyamuk melalui PKM yang ada di Bangka Selatan serta menganjurkan masyarakat menggalakan Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik).

Baca Juga:  Blue Bird hingga Hotman Paris Naksir Tesla Paling Murah - Detikcom

Sedangkan untuk melakukan pengasapan (foging) belum terlalu diperlukan, dikarenakan untuk pengasapan tersebut diperlukan penelitian lebih lanjut.

(Bangkapos/Muhammad Rizki)

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close