Kesehatan

Hindari Kecanduan Gadget di Kalangan Milenial, Ini Strategi Kemenpora – WinNetNews

Hindari Kecanduan Gadget di Kalangan Milenial, Ini Strategi KemenporaKonferensi pers Opening Ceremony Southeast Asia Cyber Enviornment (SEACE) 2019 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Jum’at (8/11). [Foto: Khalied Malvino/Winnetnews.com]

Winnetnews.com –Maraknya ber-plan ria di kalanganmilenialbisa menimbulkan efek atau dampak negatif dan postifi bagi kesehatan dan kejiwaan penggunaplan. Terlebih, generation digitalisasi danteknologisemakin maju dan mendukung merambahnya recreation online yang membuat anakkecanduanplan.

Dari segi positif, kemajuan teknologi merupakan bukti berkembangnya generation digitalisasi di Indonesia. Apalagi penyedia courageous semakin bervariasi, seperti munculnya transportasi online yang terintegrasi menjadibound hailing,online browsing, hingga eSports yang kini banyak diminati kalangan milenial.

Loading...

Namun, kemajuan teknologi itu juga dapat berdampak negatif, misalnya membuat penggunanya kecanduan. Menyikapi hal tersebut,Kementerian Pemuda dan Olahraga(Kemenpora) menilai dukungan keluarga menjadi satu-satunya cara untuk meningkatkan prestasi anak, khususnya di bidang olahraga dan teknologi.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olaharaga Kemenpora,Yuni Poerwantimenekankan, dukungan keluarga merupakan faktor utama untuk meminimalisir kaum milenial di ruang lingkup yang lebih luas.

Menurutnya, kecanduan plan di kalangan milenial harus bisa dikelola dengan baik. Ada baiknya jika orang tua di rumah lebih banyak berperan dalam mengawasi anak yang hobi bermain plan.

“Saya gak mau kalau anak saya kecanduan plan, tapi gak bermanfaat. Caranya ya keluarga harus membentengi, bukan dengan melarang anak bermain plan. Yang kita kontrol itu saat anak kita fokus terhadap gadgetnya, ya kita ajak ngobrol. Jadi, yang dibutuhkan itu fungsicontrollingdari orang tua terhadap anak,” papar Yuni kepadaWinnetnews.comusai Opening Ceremony Southeast Asia Cyber Enviornment (SEACA) 2019 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Jum’at (8/11).

Pelaksana Tugas (Plt)Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi OlahragaKementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)
Yuni Poerwanti usai konferensi pers Opening Ceremony Southeast Asia Cyber Enviornment (SEACE) 2019
di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Jum’at (8/11). [Foto: Winnetnews/Sofia Citradewi]

Yuni menambahkan, teknologi kini semakin merambah hingga ke usia anak Sekolah Dasar (SD) terutama di segi pendidikan. Ia menyebut, di tiap SD yang taraf ekonomi maju, sudah banyak menggunakan media belajar plan.

“Tapi apa kita tahu itu plan baik atau buruk di sekolah dalam hal pemanfaatannya? Apa benar digunakan untuk belajar atau bukan? Tapi kita bisa pastikan si anak bisa melihat dunia lebih luas melalui plan itu,” lanjutnya.

Menyoal batasan usia sebagai bentuk tanggungjawab operatorrecreation onlinedalam pendataan di platform sesuai imbauan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Yuni mengungkapkan bagi anak-anak maupun orang dewasa yang sudah kecanduan plan yang tidak tersalurkan, dipastikan dapat berdampak buruk di masa depannya.

“Nah, makanya ini ada turnamen yang cukup bagus, artinya UniPin sebagai sarana yang bisa menyalurkan para milenial yang sudah kecanduan recreation online dapat memberikan nilai positif karena ada dampak baiknya di situ. Misalnya, si anakngikutkompetisi recreation online yang mengasah otak, kayak kemarin di Bali ada kompetisi berhitung. Anak Indonesia itu ya ternyatamenangan yo.Berhitung cepat itu kan bagus untuk mengasah otak ya,” bebernya.

Yuni menilai batasan usia di eSports, tidak menjadi persoalan karena seharusnya atlet eSports sudah dibina sejak usia muda. Hal ini dapat berdampak positif bagi anak yang fokus di bidang eSports dalam mengarahkan minatnya.

“Oh aku mau fokus di satu recreation online dan sampai khatam, misalnya. Itu semua pastinya kan perlu latihan.Sport sciencedi eSports ini harus ada ke depannya karena penting untuk perkembangan otak dan fisik si anak,” tandasnya.

Baca Juga:  Aktivitas Fisik Rutin Bantu Hindari Penyakit Berbahaya - BeritaSatu

Sumber

Tags
Loading...

Related Articles

Back to top button
Close