Bisnis

Harga Emas Naik Lagi, Bisa Sampai ke Level Berapa? – CNBC Indonesia

Foto: Emas Batangan dan Koin dalam brankas Pro Aurum di Munich, Jerman pada 14 Agustus 2019. (REUTERS/Michael Dalder)

           <div>


                   <strong>Jakarta, CNBC Indonesia -</strong>Harga emas kembali menguat pada perdagangan Kamis (7/11/10) melanjutkan kinerja positif Rabu kemarin. Dua hari yang lalu, optimisme akan ditandatanganinya kesepakatan dagang Amerika Serikat (AS) dengan China membuat harga emas anjlok sekitar 1,7%.

Namun kini kabar yang menyebutkan kemungkinan ditundanya penandatangan kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China membuat emas kembali dilirik pelaku pasar.

- Advertisement -

Rabu kemarin, pejabat senior di pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan kepadaReutersjika penandatanganan kesepakatan dagang bisa ditunda hingga Desember karena diskusi mengenai detil kesepakatan masih berlangsung. Demikian juga dengan pembahasan tempat penandatangan yang masih belum ditentukan.

Baca Juga:  3 Ranpur Pindad Terbaru di Defile HUT TNI, Ini Spesifikasinya - Tempo.co

- Advertisement -

Akibat mundurnya penandatangan tersebut, pelaku pasar cenderung berhati-hati dan mengantisipasi kemungkinan gagalnya kesepakatan kedua negara. Kehati-hatian tersebut mendorong investor kembali mengalihkan sebagian investasinya ke aset-aset aman seperti emas.

“Ini (penundaan penandatanganan kesepakatan dagang AS-China) menambah kehati-hatian. Perundingan dagang menunjukkan langkah maju, di saat yang sama isu-isu yang rumit belum dibahas, jadi para investor kini dalam modewait and survey,” kata John Sharma, ekonom di National Australia Bank, sebagaimana dilansirCNBC International.

“Saat ini, tidak ada banyak perubahan (pada arah pergerakan emas), kita perlu menunggu beberapa faktor eksternal, entah itu geopolitik atau ekonomi yang akan membawa emas keluar darifluctuate trading,” tambah Sharma.

Baca Juga:  Tukang Pel Hingga Customer Service Bandara Soetta Digantikan Robot - detikFinance

Dalam beberapa pekan terakhir, harga emas diperdagangkan di rentang US$ 1.475-1.518/troy ons. Bahkan saat monetary institution sentral AS (Federal Reserve/The Fed) memangkas suku bunga pada pekan lalu, logam mulia ini tidak mampu naik lebih tinggi dari US$ 1.515/troy ons.

Pemangkasan suku bunga oleh The Fed dapat berdampak positif bagi harga emas yang dibanderol dengan dolar AS. Saat suku bunga dipangkas, dolar AS cenderung melemah, dan harga emas akan menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga permintaannya bisa meningkat.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 8.000 - Kompas.com - KOMPAS.com

Namun, nyatanya emas masih belum mampu naik kencang lagi. Hal ini tidak lepas dari kemungkinan suku bunga di AS tidak akan dipangkas lagi. Saat suku bunga dipangkas menjadi 1,5-1,75%, Gubernur The Fed Jerome Powell mengindikasikan suku bunga tidak akan dipangkas lagi, kecuali jika perekonomian Paman Sam kembali memburuk.

Dengan pernyataan tersebut, fokus investor tentunya tertuju pada kesepakatan dagang AS-China. Tercapai atau tidaknya penandatangan kesepakatan dagang kedua negara dapat menentukan bagaimana perekonomian AS nantinya.

           </div>



       </div><br><a href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20191107134636-17-113447/harga-emas-naik-lagi-bisa-sampai-ke-level-berapa" class="crf_nowrap button purchase" rel="nofollow noopener noreferrer" target="_blank">Sumber</a>

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close