Beranda » Bisnis » Harga CPO Naik! Permintaan Naik, Produksi RI & Malaysia Turun – CNBC Indonesia

Harga CPO Naik! Permintaan Naik, Produksi RI & Malaysia Turun – CNBC Indonesia

by Derian Wiranto
0 views
Harga CPO Naik! Permintaan Naik, Produksi RI & Malaysia Turun – CNBC Indonesia


Jakarta, CNBC Indonesia –Harga komoditas minyak sawit mentah (CPO) perlahan-lahan mulai merangkak naik seiring dengan adanya kemungkinan peningkatan permintaan global disertai dengan penurunan pasokan di Malaysia dan Indonesia.

Setelah terjerembab pada 3 Oktober lalu, harga CPO perlahan tapi pasti mulai naik. Pada pukul 10.41 WIB, CPO kontrak berjangka diperdagangkan di harga 2.201 ringgit/ton di Bursa Malaysia Derivatif.

Harga CPO terpatau naik tipis sekali 0,04%. Beberapa studi yang dilakukan oleh lembaga global memprediksikan bahwa harga CPO akan mengakhiri keterpurukannya mulai tahun depan.

Baca Juga:  Spesifikasi dan Harga Oppo A1k - Tribun Jateng

Melansir dari Refinitiv, Fitch memprediksikan bahwa harga CPO akan berada di level 2.300 ringgit per ton, sementara Public Funding Monetary institution meramalkan harga yang lebih tinggi yaitu di level 2.400 ringgit per ton.

Optimisme ini menyusul adanya katalis dari sisi permintaan maupun pasokan yang berpotensi besar menurunkan stok di dua negara produsen sawit terbesar di dunia yaitu Malaysia dan Indonesia.

Baca Juga:  Update Harga HP Samsung, Xiaomi, Mulai dari Rp 800 Ribuan hingga Puluhan Juta Rupiah, Ada yang Turun - Tribun Jambi

Dalam laporannya, Public Funding Monetary institution menyebutkan inventori/stok berpotensi menipis akibat melambatnya pertumbuhan produksi. Dari sisi permintaan, peningkatan konsumsi biodiesel dan penguatan permintaan produk minyak sawit dari China dan India akan mendorong harga untuk melambung.

Ada kemungkinan musim kering yang sekarang melanda ini baru berdampak pada produksi di tahun 2020. Ini yang menyebabkan perlambatan produksi.

Public Funding Monetary institution memprediksi bahwa stok akan turun menjadi 2 juta ton hingga pertengahan tahun di 2020. Sementara stok di Indonesia akan turun menjadi 3 juta ton tahun depan.

Baca Juga:  Pakai Cairan Anti Bocor Ban Motor Malah Gampang Bocor, Kok Bisa? Begini Kata Ahlinya - Semua Halaman - Motor Plus

Sentimen lain yang juga cukup membawa angin segar bagi CPO datang dari APBN Malaysia. Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi global, Malaysia akan menerapkan kebijakan anggaran yang ekspansif guna menjaga permintaan domestik tahun depan.

(TIM RISET CNBC INDONESIA)(twg/twg)

Sumber

Artikel Terkait

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More