Beranda » Berita Terkini » Hampir Semua Kehidupan di Bumi Musnah 2 Miliar Tahun Lalu, Ini Penyebabnya – Hitekno.com – hitekno.com

Hampir Semua Kehidupan di Bumi Musnah 2 Miliar Tahun Lalu, Ini Penyebabnya – Hitekno.com – hitekno.com

by Jefri Kurniawan
Hampir Semua Kehidupan di Bumi Musnah 2 Miliar Tahun Lalu, Ini Penyebabnya – Hitekno.com – hitekno.com

Ilustrasi pohon mati. (Pixabay/ Foto-Rabe)

Hitekno.com –Kepunahandinosaurus pada 65 juta tahun lalu merupakan salah satu kepunahan terbesar yang pernah terjadi di muka Bumi. Namun tunggu dulu, terdapat peristiwa dahsyat yang ternyata menghapus hampir semuakehidupan di Bumi.

Seperti yang telah diketahui, makhluk hidup membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup.

Namun terlalu banyak oksigen justru pernah memusnahkan lebih dari 90 persen kehidupan di Bumi.

Peneliti berhasil mengungkapkannya berkat sampel barit, batuan mineral yang berusia lebih dari 2 miliar tahun lalu.

Baca Juga:  Isco Tumbang, Hampir Selusin Pemain Real Madrid Cedera - Bolasport.com

Batuan yang ditemukan di subarctic Belcher Islands, Kanada, memiliki kandungan kimia yang bisa mengungkapkan kondisi kehidupan 2 miliar tahun lalu.

Ilustrasi atmosfer Bumi. (Pixabay/ Simon Steinberger)
Ilustrasi atmosfer Bumi. (Pixabay/ Simon Steinberger)

Malcolm Hodgskiss, seorangilmuwansekaligus kandidat profesor di Stanford College mengatakan bahwa kandungan kimia di batuan kuno bisa digunakan untuk mengungkapkan suasana kehidupan ketika batu itu pertama kali terbentuk.

Penelitian ini difokuskan pada sebuah fenomena yang disebut “Gargantuan Oxidation Occasion”.

Miliaran tahun lalu, hanya mikro-organisme yang dapat bertahan di Bumi.

Ketika mereka berfotosintesis, mereka mengubah komposisi kimia atmosfer yang menciptakan sejumlah besar oksigen.

Baca Juga:  Hampir 6 Bulan, Lambretta Akhirnya dikirim ke Konsumen - Kompas.com - Otomotif Kompas.com

Akhirnya mereka tidak bisa bertahan karena “kekenyangan oksigen” melanda semua kehidupan yang ada.

Batuan mineral barit ditemukan di subarctic Belcher Island, Kanada. (Jurnal PNAS)
Batuan mineral barit ditemukan di subarctic Belcher Island, Kanada. (Jurnal PNAS)

Dikutip dariCNN, ilmuwan memperkirakan bahwa 80 hingga 99,5 persen organisme mati pada akhir fenomena Gargantuan Oxidation Occasion.

Ada terlalu banyak dari mereka, dan mereka menghasilkan terlalu banyak oksigen. Bahkan perkiraan kami, jumlah kehidupan yang terhapus melebihi kepunahan dinosaurus yang terjadi sekitar 65 juta tahun lalu,” kata Hodgskiss.

Baca Juga:  Muncul nama-nama baru calon menteri Jokowi, siapa saja? - Investasi Kontan

Ilmuwan itu menjelaskan bahwa penelitiannya masih relevan dengan kondisi planet hari ini.

Itu karena saat ini Bumi masih rentan terhadap perubahan atmosfer.

Ilustrasi mikro-organisme. (Pixabay/ Pete Linforth)
Ilustrasi mikro-organisme. (Pixabay/ Pete Linforth)

Lautan yang memanas dapat mengganggu ekosistem bawah laut yang juga mengancam fotosintesis organisme di dalamnya.

Seperti yang telah diketahui, fotosinstesis organisme laut seperti fitoplankton menyumbang lebih dari 50 persen oksigen di atmosfer Bumi.

Penelitian mengenai terhapusnya kehidupan di Bumi pada 2 miliar tahun lalu sangat berguna agar ilmuwan tetap memperhatikan perubahan atmosfer untuk keberlangsungan masa depan.

Sumber

Artikel Terkait

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More