Bisnis

Galau! Pagi Naik, Kini Kabar Brexit Bikin Harga Emas Turun – CNBC Indonesia

Galau! Pagi Naik, Kini Kabar Brexit Bikin Harga Emas TurunFoto: Emas Batangan dan Koin dalam brankas Knowledgeable Aurum di Munich, Jerman pada 14 Agustus 2019. (REUTERS/Michael Dalder)

           <div>

               <strong>Jakarta, CNBC&nbsp;Indonesia -&nbsp;</strong>Harga emas dunia melemah memasuki perdagangan sesi Amerika Serikat (AS) Selasa (15/10/19) setelah sempat menguat di sesi Asia.

Pada pukul 20: 38 WIB, emas melemah 0,37% ke stage US$ 1.486,71/troy ons di pasarregion, melansir files Refinitiv. Di sesi Asia, logam mulai ini sempat menguat 0,33% ke stage US$ 1.497,74/troy ons.

Kabar akan adanya kesepakatan Brexit membuat emas melemah di perdagangan sesi AS. Jika kesepakatan Brexit, atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa, tercapai maka kemungkinan terjadi resesi di Negeri Ratu Elizabeth akan menipis.

Loading...

Sentimen pelaku pasar kini membaik sehingga berani masuk ke aset berisiko. Akibatnya, emas yang menyandang space aset aman (safe haven) menjadi tertekan.

Baca Juga:  Jokowi Pastikan Harga Gas Tak Naik, Harga Saham PGN Terbang - CNBC Indonesia

Ketika risiko terjadinya resesi meningkat, maka saat itu aset-asetsafe havenmenjadi plan investasi para pelaku pasar untuk mengamankan kekayaannya. Kabar adanyadealBrexit datang dari sikap optimistis negosiator Uni Eropa, Michel Barnier.

“Tim kami sedang bekerja keras, pekerjaan dimulai lagi hari ini, perundingan ini sangat intens di akhir pekan lalu, juga kemarin, karena kesepakatan semakin sulit, semakin dan semakin sulit, tetapi terus terang, masih mungkin tercapai di pekan ini” kata Barnier sebagaimana dilansirCNBC Worldwide.

Sementara itu di perdagangan sesi Asia tadi pagi, emas menguat akibat hubungan Amerika Serikat dengan China yang merenggang.

Presiden AS Donald Trump dan Wakil Perdana Menteri China Liu He pada Jumat pekan lalu di Washington mengumumkan jika perundingan kedua negara berhasil mencapai kata sepakat dan akan dilakukan dalam beberapa fase. Menurut Trump “kesepakatan fase satu yang sangat substansial” sudah berhasil dicapai, sebagaimana dilansirCNBC Worldwide.

Trump menambahkan “fase dua akan dimulai segera” setelah fase pertama ditandatangani.

Baca Juga:  Syarat-syarat UMKM Mengajukan KUR - CNN Indonesia

Tetapi, Senin kemarinCNBC Worldwideyang mengutip sumber terkait melaporkan China ingin adanya perundingan tambahan sebelum menandatangani kesepakatan fase pertama. Negeri Tiongkok dilaporkan ingin AS membatalkan kenaikan bea impor yang rencananya akan berlaku di bulan Desember.

Selain itu, media di China juga belum memberitakan kesepakatan pada Jumat pekan lalu dengan “nada” yang berbeda dengan tak menyinggung soal “kesepakatan” melainkan hanya mengatakan bahwa ada “kemajuan”.

Sementara itu dari Menteri Keuangan AS mengatakan jika kesepakatan tidak ditandatangani, maka bea impor produk China terbaru akan dikenakan pada pertengahan Desember nanti. Tetapi Mnuchin cukup optimis China akan menandatangani perjanjian dagang yang akan dibuat dalam tiga pekan.

Baca Juga:  Kabar Terkini 6 Kilang yang Dibangun Pertamina - detikFinance

Sentimen campur aduk bagi emas tersebut membuat harganya diprediksi tidak akan jauh dari stage psikologis US$ 1.500/troy ons oleh ahli strategi komoditas Saxo Monetary institution, Ole Hansen.

“Kita melihat respon awal yang hangat dari fase satu perjanjian dagang … risiko ambil untung (income taking) di emas belum benar-benar muncul. Kamis masih memperkirakan emas tidak akan jauh dari stage US$ 1.500/troy ons” kata Hansen sebagaimana dilansirCNBC Worldwide.

“Perdagangan emas masihsideways, menunggu penggerak selanjutnya, dan pasar tidak memberikan arah yang jelas” tegas Hansen.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(pap/pap)

           </div>






       </div><br><a href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20191015205612-17-107295/galau-pagi-naik-kini-kabar-brexit-bikin-harga-emas-turun" class="crf_nowrap button purchase" rel="nofollow noopener noreferrer" target="_blank">Sumber</a>

Tags
Loading...

Related Articles

Back to top button
Close