Bisnis

Fed Intervensi Pasar Uang Lagi! Kamis Ini Suntik Rp 1000 T – CNBC Indonesia


Jakarta, CNBC IndonesiaFederal Reserve Monetary institution of Contemporary York pada hari Kamis (19/9/19) ini akan kembali menyuntikkan miliaran dana ke pasar uang Amerika Serikat (AS). Ini akan menjadi hari ketiga berturut-turut penyuntikan dana dilakukan.

- Advertisement -

Langkah ini bertujuan agar Federal Reserve mampu mengontrol pergerakan suku bunga jangka pendek dan untuk menjaga agar biaya pinjaman tidak melonjak di atas kisaran target Fed.

Dalam sebuah pernyataan pada Rabu malam, The Fed Contemporary York mengatakan akan kembali melakukan operasi perjanjian pembelian kembali hingga US$ 75 miliar atau lebih dari Rp 1.000 triliun untuk menyediakan lebih banyak likuiditas ke sistem.

Baca Juga:  Bidik Pasar Menengah Atas, Motorola Siapkan Ponsel 5G Premium - HARIANACEH.co.id

Jumlah yang ditawarkan hari ini sama seperti operasi repo yang dilakukan pada hari Selasa dan Rabu.

- Advertisement -

Sebelumnya AFP mengabarkan bahwa Fed menyuntikkan likuiditas ke pasar keuangan karena suku bunga pinjaman antar monetary institution di AS sangat tinggi, di atas suku bunga acuan The Fed.

Langkah monetary institution sentral AS kemarin merupakan yang pertama kali terjadi dalam 10 tahun terakhir atau sejak krisis keuangan terjadi. Mengutip CNN, tingkat suku bunga pada perjanjian pembelian kembali in a single day mencapai 5% pada hari Senin, menurut knowledge Refinitiv.

Baca Juga:  Kondisi Pasar Forex Kini Bisa Otomatis Dipantau Melalui AI Marketwatch - Nusantaratv.com

Angka itu naik dari 2,29% pada akhir pekan lalu dan jauh di atas kisaran target yang ditetapkan pada bulan Juli oleh Federal Reserve, yaitu 2% hingga 2,25%. Lonjakan berlanjut Selasa, dengan tingkat in a single day mencapai level tertinggi di 10% sebelum The Fed NY menjalankan operasinya.

Kejadian langka ini menunjukkan bukti ketegangan yang muncul di pasar keuangan dan menimbulkan kekhawatiran bahwa The Fed bisa kehilangan cengkeramannya pada suku bunga jangka pendek.

Baca Juga:  Busyet! 5G Baru Mulai, Huawei Sudah Riset Untuk 6G - CNBC Indonesia


Belum diketahui apa yang menyebabkan tekanan di pasar in a single day, atau berapa lama itu akan bertahan. Namun, Jim Bianco CEO Bianco Compare, mengatakan di Twitter bahwa jika itu bertahan lebih dari satu atau dua hari, maka jelas akan menjadi masalah.

[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close