Teknologi

Facebook, MIT, dan Microsoft buat aplikasi deteksi Deepfake – tek.id


Untuk membuat aplikasi yang dapat deteksi Deepfake, Facebook menggelontorkan dana sebesar Rp141 triliun dan diserahkan ke inisiasi Deepfake Detection Self-discipline (DFDC).

- Advertisement -
Facebook, MIT, dan Microsoft buat aplikasi deteksi DeepfakeFacbook (Pixabay)

Saat ini, teknologi Deepfake sudah mulai banyak digunakan oleh masyarakat dunia. Para masyarakat dapat membuat sebuah video yang dimodifikasi hanya menggunakan aplikasi yang kini bahkan sudah ada dismartphonepengguna.

Hal ini menyebabkan banyak bermunculan postingan yang sudah dimodifikasi di media sosial. Beberapa media sosial besar, seperti Facebook melihat hal ini sebagai ancaman dan memutuskan untuk bergerak secepatnya.

- Advertisement -

BACA JUGA

419 juta records pengguna Facebook diumbar online

Baca Juga:  LinkAja Resmi Jadi Opsi Pembayaran di Gojek, Segera Hadir di Grab - Tekno Kompas.com

Pengenal wajah Facebook kini dimatikan secara default

Facebook Messenger bakal hadirkan fitur berbagi layar


Mereka melakukan hal tersebut dikarenakan pemilihan presiden Amerika 2020 sudah semakin dekat. Mereka takut akan ada pihak yang tak bertanggung jawab dan membuat kehebohan menggunakan teknologi Deepfake.

Salah satu langkah yang mereka lakukan adalah meminta bantuan dari pihak lain untuk mengidentifikasi video yang beredar di platform mereka. Beberapa pihak yang sudah dikontak oleh Facebook diantaranya adalah Microsoft, MIT dan University of Oxford.

Baca Juga:  Western Digital Rilis SanDisk microSD 1 TB, Harga Rp 8 Jutaan - Tempo.co

Untuk membantu ketiga pihak tersebut, perusahaan yang kini dipimpin oleh Attach Zuckerberg tersebut menggelontorkan dana sebesar USD10 juta atau sekira Rp141 triliun. Uang tersebut didistribusikan ke inisiatif yang disebut sebagai Deepfake Detection Self-discipline (DFDC).

Engadget (6/9/2019) melaporkan, inisiasi Ini bertujuan untuk menciptakan alat yang nantinya akan bersifat originate source. Ini berarti, semua orang akan dapat menggunakan alat tersebut untuk mendeteksi apakah sebuah video sudah diedit menggunakan teknologi Deepfake atau tidak.

Baca Juga:  VIDEO Adu Spesifikasi Oppo Reno 10x Zoom vs Samsung Galaxy S10 Plus, Terungkap Keunggulan Kameranya - Surya

Sayangnya, hingga saat ini masih belum diketahui kapan proyek ini dimulai. Belum diketahui juga kapan secara pasti aplikasi tersebut akan bisa digunakan oleh masyarakat luas.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini:

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close