Bisnis

Duh! Penjualan Mobil Anjlok, Pembiayaan BCA Finance Drop 5% – CNBC Indonesia


Jakarta, CNBC Indonesia– Industri otomotif nasional sedang menghadapi tantangan yang tidak mudah. Lesunya penjualan kendaraan roda empat turut berdampak pada penurunan pembiayaan di sektor multifinance.

- Advertisement -

PT BCA Multifinance mencatatkan penurunan nilai reserving atau pembiayaan. Pada Juni 2019, perseroan mencatatkan pembiayaan baru sebesar Rp 16,36 triliun dari target yang ditetapkan hingga akhir tahun Rp 33 triliun.

Tren penurunan juga sudah terasa sejak tahun lalu. Pada 2018 pembiayaan baru yang disalurkan BCA Finance mencapai Rp 33,34 triliun, lebih rendah dari periode yang sama di tahun 2017 sebesar Rp 33,79 triliun.

Baca Juga:  Merek Mobil Jepang Kucurkan Investasi Puluhan Triliun untuk RI - Detikcom

Masih lesunya permintaan pembiayan kendaraan bermotor (KKB) tidak terlepas dari penjualan mobil yang merosot. Di tengah bergejolaknya harga komoditas, tingginya bunga kredit serta keyakinan konsumen yang tergerus jadi biang kerok penjualan mobil tahun ini mengalami kontraksi yang cukup dalam.

- Advertisement -

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat, volume penjualan mobil Januari. Agustus 2019 tercatat mencapai 660.286 unit. Penjualan tersebut turun 13,5% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 763.444 unit. Bahkan Gaikindo menyebut, target penjualan mobil 1,1 juta tahun ini tidak akan tercapai.

Baca Juga:  Banyak yang Bingung, PLN Buka Suara Soal Kapasitas Listrik Rumah yang Ideal untuk Motor Listrik - Semua Halaman - Grid Motor

“Penjualan mobil tahun ini turun 14% dibanding tahun lalu, pembiayaan baru per September turun 5%,” kata Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim, di Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Namun, anak usaha PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tersebut tidak hanya mengandalkan pembiayaan baru kendaraan, tetapi juga dari pembiayaan mobil bekas. Saat ini, menurut Roni, eksposur pembiayaan perseroan di mobil bekas mencapai 30%, sementaar 70% masih ditopang pembiayaan kendaraan baru.

“Pembiayaan mobil bekas trennya masih stabil,” kata Roni Haslim menambahkan.

Dia meyakini, adanya inisiasi kebijakan makroprudensial oleh Bank Indonesia yang menurunkan DP kendaraan lebih rendah 5% dan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,25% akan berdampak positif bagi industri otomotif nasional, dengan demikian permintaan masyarakat akan pembiayaan di juga meningkat karena kredit yang lebih rendah.

Baca Juga:  Gelar Penjualan Reno2, OPPO Dapat Respon Positif di… - Industry

Namun BCA Finance, tuturnya belum akan menerapkan kebijakan tersebut dan tetap menjaga DP kendaraan di level 20%.

“Sejauh ini kami belum akan menerapkan DP rendah, kami lihat tetap di 20%,” pungkasnya.(hps/hps)

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close