Beranda » Bisnis » Duh! Banjiri Pasar RI, Baja Impor Kuasai 50% – CNBC Indonesia

Duh! Banjiri Pasar RI, Baja Impor Kuasai 50% – CNBC Indonesia

by Aldy Putra
0 views
Duh! Banjiri Pasar RI, Baja Impor Kuasai 50% – CNBC Indonesia


Jakarta, CNBC Indonesia –Penetrasi produk-produk baja impor masih mendominasi pasar Indonesia. Pada tahun lalu, baja impor menguasai separuh lebih pangsa pasar baja.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) Silmy Karim dalam paparannya berjudul “Strategi Industri Baja untuk Menjadi Bagian dari Charge Chain Industri Otomotif Nasional” Rabu (4/9)
Silmy mengatakan konsumsi baja nasional pada tahun 2018 sebesar 15,1 juta ton, angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 11,03% dari tahun sebelumnya.Rinciannya antara lain berasal dari produksi domestik 10 juta ton, impor 7,6 juta ton, dipotong ekspor 2,6 juta ton.

“Walaupun konsumsi meningkat, volume impor masih cukup tinggi dengan pangsa pasar mencapai 50,3%,” kata Silmy.
Ia mengatakan produksi baja di dalam setelah dikurangi ekspor (rep produksi) hanya mendapat pangsa pasar sebesar 49%. Menurutnyapangsa pasar baja impor masih sangat tinggi memang ironis, padahal utilisasi kapasitas industri baja lokal masih relatif rendah di kisaran 35-66%. 
“Perlindungan terhadap industri baja nasional sebagai mother of substitute dari membanjirnya produk baja impor perlu dilakukan baik melalui tariff barrier maupun non tariff barrier,” katanya.
Selama ini baja impor yang masuk ke pasar antara lain jenis HRC, CRC, WR Carbon, Bar Carbon, Bar Alloy, Share Carbon, Carbon Steel, Alloy Steel dan lainnya.
Ia mengatakan porsi impor produk baja paduan semakin meningkat setiap tahunnya akibat adanya praktik circumvention (pengalihan pos tarif). Pada 2018 volume impor mencapai 6,07 juta ton dimana porsi baja paduan sebanyak 2,85 juta ton atau 47%.

“Kenaikan ini tidak hanya terjadi pada produk baja hulu seperti HRC/P, CRC/S dan WR, tetapi juga pada produk hilir seperti Lined Sheet yang saat ini kondisinya cukup mengkhawatirkan karena volume impornya sangat tinggi,” katanya.

(hoi/hoi)

Baca Juga:  Garap Pasar Arloji Pintar, Huawei Dukung Hidup Lebih Sehat dan Modern - Info Komputer

Sumber

Artikel Terkait

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More