Beranda » Bisnis » Divestasi Anak Usaha PT Medco Energy Mundur Tahun Depan – Bisnis Tempo.co

Divestasi Anak Usaha PT Medco Energy Mundur Tahun Depan – Bisnis Tempo.co

by Dendi Priatna
0 views
Divestasi Anak Usaha PT Medco Energy Mundur Tahun Depan – Bisnis Tempo.co


TEMPO.CO,Jakarta– Rencana PT Medco Energi Global Tbk (MEDC) membawa dua anak usaha, yakni PT Medco Strength Indonesia (MPI) dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), melantai di bursa sulit terealisasi tahun ini.

Pendiri PT Medco VitalityArifin Panigoro memastikan rencana divestasi tidak mungkin terjadi pada 2019 mengingat waktu yang terbatas. “Nggak mungkin tahun ini kan tinggal berapa bulan lagi. Semua mundur ke tahun depan,” ujarnya seusai mengikuti Sarasehan Migas Nasional ke-2 yang digelar Aspermigas, Kamis, 10 Oktober 2019.

Baca Juga:  Anak Usaha Jiwasraya Berisiko, BUMN Harus Siap Rugi - CNN Indonesia

Terkait rencana IPO AMNT, Arifin mengatakan hal itu hanyalah salah satu opsi divestasi. Dia pun tidak menutup kemungkinan adanya opsi merger dengan perusahaan lain sebagai langkah divestasi.

Rencana IPO AMNT telah mengemuka sejak lama. Bahkan, beberapa waktu lalu, sempat beredar kabar bahwa entitas itu mengincar dana segar US$ 600 juta lewat penawaran umum perdana saham.

Baca Juga:  Usai divestasi, simak rekomendasi saham Vale Indonesia (INCO) dari analis berikut - Investasi Kontan

“Belum tentu (IPO) belum tentu. IPO salah satu opsi tapi kan backdoor itemizing juga bisa. Tahu-tahu kita merger dengan perusahaan siapa gitu, atau Medco sendiri yang masuk kan kami sudah melantai juga,” ujarnya.

Sebelumnya Presiden DirekturMedcoEnergi Internasional Hilmi Panigoro mengatakan AMNT tengah fokus melakukan pengembangan fase ke-7 Tambang Batu Hijau serta pembangunan smelter.

Baca Juga:  Garap Desain Terminal 4 Bandara Soetta, AP II Libatkan Penumpang - Kompas.com - KOMPAS.com

Dari records yang dihimpun, Tambang Batu Hijau AMNT telah menyelesaikan Tahap 6 Ekstraksi Ore. Pada 2016, lokasi itu telah memproduksi 288,5 Mlbs tembaga dan 397,4 Koz emas.

Adapun, pengembangan fase ke-7 telah dimulai pada 2017. Manajemen memproyeksikan fase ke-7 akan mengekstraksi cadangan tembaga sebanyak 4.473 Mlbs dan emas sebanyak 4.125 Koz emas.

Sumber

Artikel Terkait

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More