Berita Terkini

Ditutup OJK, Siapa Pemilik BPR Calliste Bestari? – CNBC Indonesia


Jakarta, CNBC Indonesia– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) BPR Calliste Bestari yang beralamat di Jalan Raya Denpasar – Tabanan No.7B, Banjar Grokgak Kabupaten Badung, Bali.

Pencabutan izin usaha BPR Calliste Bestari ditetapkan dalam Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-141/D.03/2019 tentang Pencabutan Izin Usaha PT Financial institution Perkreditan Rakyat Calliste Bestari pada tanggal 13 Agustus 2019.

Loading...

Berdasarkan Direktori Perbankan Indonesia 2018 yang diterbitkan oleh OJK, BPR Calliste dimiliki oleh Harso Utomo Suwito dengan kepemiikan 80%. Adapun sisa saham dimiliki oleh Adhie Setiady dan Anton dengan masing-masing 10%.

Baca Juga:  Siapa Orang yang Lebih Mungkin Terkena Diabetes di Indonesia? - Kompas.com - KOMPAS.com

Adhie dan Anton juga ditunjuk sebagai Komisaris, sementara direksi dari BPR ini adalah Trisnaningsih Wulandari sebagai Direktur Utama dan IGP Wiarta Adnyana sebagai Direktur. BPR ini hanya memiliki 1 buah kantor dengan karyawan berjumlah 19 orang.

Sebelum dilakukan pencabutan izin usaha, OJK sudah menetapkan arrangement BPR Calliste sebagai BPR Dalam Pengawasan Intensif (BDPI) karena kinerja keuangan yang memburuk.

Penetapan BDPI tersebut berlaku sejak tanggal 16 Mei 2018 sampai 16 Mei 2019 dan dalam masa tersebut pemegang saham dan pengurus telah diberikan kesempatan untuk melakukan penyehatan melalui action thought yang dibuat oleh Direksi.

Baca Juga:  Skenario Liga Champions Nanti Malam, Siapa Lolos Siapa Gagal - Gilabola.com

“Dalam masa BDPI tersebut, kinerja BPR Calliste semakin memburuk tercermin dari rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) posisi 28 Februari 2019 menjadi di bawah 4% sehingga memenuhi ketentuan ditetapkan sebagai BPR Dalam Pengawasan Khusus (BDPK) terhitung sejak 29 Maret 2019 sampai 29 Juni 2019,” ujar OJK dalam keterangan tertulis, Selasa (13/8/2019).

“Selanjutnya, sampai dengan batas waktu tersebut, Pengurus dan Pemegang Saham Pengendali (PSP) tidak dapat merealisasikan upaya penyehatan rasio KPMM paling sedikit 8% sehingga memenuhi kriteria BPR tidak dapat disehatkan dan diteruskan kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangannya.”

Baca Juga:  Banyak orang tak sadar terkena diabetes, begini cara melawannya - Kontan

Penyebab BPR Callieste bermasalah karena adanya praktek perbankan yang tidak sehat baik oleh Pengurus maupun Pemegang Saham sehingga kinerja keuangan BPR menjadi buruk terutama rasio KPMM tidak memenuhi standar yang ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku paling sedikit 8%.

“Otoritas Jasa Keuangan mengimbau kepada nasabah BPR agar tetap tenang karena dana masyarakat di perbankan termasuk BPR dijamin LPS sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar OJK.

(dob/hps)

Sumber

Tags
Loading...

Related Articles

Back to top button
Close