Kesehatan

DBD Masih jadi Ancaman, Masyarakat Diimbau Peduli Lingkungan – Harian Analisa


Kamis, 7 November 2019 | 16: 31
Analisadaily (Medan) –Penyakit Demam Berdarah (DBD) Dengue masih menjadi ancaman bagi warga Kota Medan. Hingga Oktober 2019, jumlah penyakit DBD di Medan mencapai 913 kasus.

- Advertisement -

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Mutia Nimpar menyampaikan, berdasarkan recordsdata distribusi kasus DBD Puskesmas Kota Medan, hingga Oktober 2019, enam orang penderita meninggal dunia.

“Namun begitu, jika dibandingkan kasus tahun 2018, pada tahun ini ada kecenderungan terjadi penurunan,” katanya, Kamis (7/11).

dr Mutia menjelaskan, sepanjang 2018, jumlah kasus DBD di Kota Medan mencapai hingga 1.490 kasus. Dari jumlah ini, sebanyak 13 diantaranya meninggal dunia.

- Advertisement -

“Hal ini karena Kota Medan banyak penduduknya. Jika dibandingkan dengan jumlah keseleuruhan warga Medan, angka ini sebetulnya masih tergolong rendah,” jelasnya.

Baca Juga:  Ragam Manfaat Petai, Mengatasi Anemia Hingga Meningkatkan Daya... | TIMES Indonesia - TIMES Indonesia

Untuk kasus DBD, jumlah terbanyak ditemukan pada Januari 2019 dengan 229 kasus. Kemudian menurun pada Februari menjadi 135 kasus, Maret 92 kasus, April 60 kasus, Mei 37 kasus, Juni 44 kasus.

“Selanjutnya angkanya naik kembali pada Juli menjadi 89 kasus, Agustus 87 kasus, September 65 kasus, dan Oktober 75 kasus,” ungkapnya.

Baca Juga:  Blizzard Masih Pertimbangkan Crossplay untuk Overwatch - Gamebrott.com

Jumlah terbanyak kasus DBD ada ditangani Puskesmas PB Selayang dengan 77 kasus, Puskesmas Helvetia 70 kasus, Puskesmas Medan Johor 66 kasus, Puskesmas Belawan 62 kasus, dan Puskesmas Medan Deli 52 kasus.

Sedangkan kasus DBD terendah, ditangani Puskesmas Rantang dan Darussalam satu kasus, Puskesmas Pulo Brayan dan Teladan empat kasus, Puskesmas Kota Matsum dan Bromo lima kasus.

“Untuk Puskesmas Sicanang dan Rengas Pulau nihil. Namun untuk yang meninggal dunia, masing-masing satu orang di wilayah Puskesmas Helvetia, Medan Deli, Titi Papan, Sukaramai, Medan Labuhan, dan Desa Lalang,” terangnya.

Mutia juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu peduli dengan lingkungan seperti membersihkan tempat penampungan air hujan, mengingat bulan ini memasuki musim penghujan.

Baca Juga:  5 Penyebab GERD yang Bisa Terjadi - 1Health

Selain itu kebersihan 3M, yaitu menutup tempat penampungan air, menguras bak mandi, mengubur barang-barang bekas yang bisa menjadi tempat bersarangnya nyamuk, serta menghindari gantungan-gantungan baju di rumah.

“Di setiap kecamatan juga dilakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk atau PSN kerja sama dengan pihak Puskesmas sekitar. Kegiatan ini sudah rutin kita lakukan setiap Jumat, dan ini rutin kita lakukan seminggu sekali,” tambahnya.

(jw/rzd)

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close