Bisnis

Dapat Suntikan & Jual Anak Usaha, Saham KRAS Melesat 8% – CNBC Indonesia


Jakarta, CNBC Indonesia– Harga Saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS)kembali mencatatkan penguatan pada perdagangan hari ini (6/9/2019) merupakan reli selama 4 hari beruntun.

- Advertisement -

Pada penutupan sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) harga saham KRAS tercatat menguat 7,91% ke stage Rp 382/unit saham yang merupakan harga tertinggi sejak 23 Juli 2019.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 11,9 miliar dengan total quantity perdagangan ada di 31,3 juta unit. Padahal rata-rata quantity transaksi harian KRAS hanya 5,74 juta unit.

Harga saham perusahaan terdongkrak setelah tersiar kabar Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengunjungi Korea Selatan terkait investasi dengan Posco, perusahaan baja asal Negeri Gingseng.

- Advertisement -

“Setelah proses restrukturisasi Krakatau Steel selesai, InsyaAllah, bulan November ini ada rencana Pak Jokowi ke Korea. Kita akan menandatangani investasi 10 juta ton dengan Posco di Cilegon,” ungkap Direktur Utama KRAS, Silmy Karim, di Jakarta, Rabu (4/9).

Baca Juga:  Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 29 Oktober 2019 - Bisnis.com

Pertemuan tersebut memberikan harapan pada pelaku pasar bahwa performa keuangan emiten BUMN satu ini akan membaik.

Sejatinya, Posco dan KRAS sebelumnya sudah menjalin kerja sama dengan membentuk usaha patungan bernama PT Krakatau Posco. Perusahaan patungan tersebut membangun pabrik baja dengan teknologiBlast Furnacepertama di Indonesia. Hingga akhir Juni 2019, PT Krakatau Posco masih membukukan kerugian US$ 13,29 juta atau setara Rp 188,72 miliar (asumsi kurs Rp 14.000/US$).

Baca Juga:  Makan Buah Ini Dapat Menurunkan Risiko Kanker Prostat Pada Pria - Rakyatku Video

Sebagai informasi, sepanjang semester I-2019 KRAS kembali membukukan rapor merah, dengan menorehkan kerugian mencapai US$ 134,95 juta atau setara Rp 1,89 triliun. Nilai tersebut membengkak dari periode yang sama tahun sebelumnya yang merugi US$ 16,01 juta atau setara Rp 224,17 miliar.

Kinerja keuangan perusahaan tertekan karena beban umum dan administrasi naik 6,94% secara tahunan menjadi US 81,81 juta. Lalu, beban keuangan membukukan kenaikan 25,74% YoY menjadi US$ 62,07 juta. Sedangkan beban lainnya tercatat melesat 71,13% YoY ke stage US$ 11,71 juta.

Baca Juga:  Tito Karnavian Dapat Jabatan Baru, IPW Sebut 4 Kapolda Calon Kapolri Baru, Ini Sosok Mereka - Tribun Medan

Sebelumnya diberitakan, PT Perusahaan Fuel Negara Tbk (PGAS) bakal mengakuisisi anak usaha KRAS yang bergerak di bidang pembangkit listrik, yakni PT Krakatau Daya Listrik (KDL). Diperkirakan akuisisi ini akan dieksekusi tahun depan mengingat saat ini kedua perusahaan masih melakukan kajian.

PGN merupakan BUMN kedua yang disebut-sebut akan mengakuisisi anak usaha Krakatau Steel, setelah PT PP Tb. (PTPP) juga berencana untuk mengambil alih PT Krakatau Tirta Industri, namun masih dalam tahap tarik-tarikan besaran porsi kepemilikan di perusahaan tersebut.

TIM RISET CNBC INDONESIA(dwa/hps)

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close